Senin, 20 Februari 2017

No : 05/PPN/03/01/2017
Perihal : PERMOHONAN DANA PEMBANGUNAN PESANTREN
Kepada Yth
Bapak/ I : PENGURUS kaum muslimin
Di : Di Tempat

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh.
Salam ta'zhim kami sampaikan semoga Bapak/Ibu selalu dalam keadaan sehat walafiat serta sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Aammiin

Selanjutnya, berkenaan dengan adanya kegiatan pembangunanPONDOK PESANTREN NASIRUSSUNNAHPAPUA BARAT yang kami asuh, dimana saat ini kami sangat mengharapkan dukungan dana dari segenap kaum muhsinin, maka bersama ini kami laporkan kelangsungan
Pembangunan MUSHOLA PUTRI tersebut sebagaimana terlampir, dan sekaligus kami menyampaikan Permohonan Dana Kepada Bapak/Ibu , baik dalam bentuk Wakaf, Zakat dan Infaq demi kelancaran pembangunannya.
Dan bagi kaum Muhsinin yang berkenan untuk mendukung program mulia ini, dapat menyalurkannya kepada pengurus PONDOK PESANTREN NASIRUSSUNNAH PAPUA BARAT/REK.BANK . REK BRI 685701015392536An.EmiWahyuningsih
Demikian permohonan ini kami sampaikan kiranya Bapak/Ibu dapat mengabulkannya dan atas perhatian dan pengorbanannya kami ucapkan jazakumullahukhairoljaza', Semoga Allah menerima amalnya sebagai jariah diakhirat kelak serta diganti dengan yang lebih baik didunia ini, Aammiin.
Wassalamu'alaikumwr.wb.

PENGASUH PONPES PPNSEK.& BENDAHARA


USTADZ ARIFIN LcEMI WAHYUNINGSIH
PENGURUS Bendahara harian



JHONI NASIR A
KETUA UMUM


PROFIL PONDOKK PESANTREN NASIRUSSUNNAH PAPUA BARAT

A. Muqaddimah
Gegap-gempitanya dakwah Islam di Tanah papua sungguh sangat menggembirakan. Tapi di sisi lain, kondisi itu kurang dibarengi dengan pembenahan menyeluruh kelompok umat Islam lain, yaitu para mualaf. Dakwah Islam telah menggetarkan sebagian umat lain masuk Islam dan ini logis karena ajaran Islam sangat menyentuh ruang-ruang batin yang haus akan kebenaran. Hanya saja, perkembangan yang menggembirakan ini melupakan aspek pembinaan pada sekelompok umat Islam tanah papua (para mualaf).

Maka tak heran jika perhatian terhadap para mualaf ini semakin terasa dari tahun ke tahun. Keberadaan mereka terabaikan baik oleh pemerintah (Departemen Agama) maupun oleh organisasi-organisasi Islam yang ada. Padahal mereka adalah sekelompok umat yang disebutkan dalam al-Qur'an sebagai entitas penerima zakat. Penerima zakat ini dapat diartikan secara luas meliputi pembinaan, perlindungan, perhatian, dan nasib mereka setelah masuk Islam.

Karena itu, kebutuhan akan lembaga atau pembbinaan yang secara spesifik mengurus para mualaf sangatlah mendesak dan masuk kategori dharury. Dalam rangka memenuhi tujuan dimaksud, pengurus anak santri muallaf/muslim papua telah mendirikan PONPES NASIRUSSUNNAH PAPUA dirancang untuk membina, mendidik, dan menyantuni para mualaf sampai mereka mampu berdiri sendiri. Hal ini dilakukan karena pembinaan mualaf dan Muslim tidak dilakukan secara sistemik dan programatik, sehingga dalam banyak hal mendorong mereka melakukan murtad kembali.

Dengan demikian, PPNP didirikan bukan saja karena untuk mengisi kekosongan peran pembinaan mualaf,dan Muslim tetapi juga untuk mengefektifkan kerja-kerja pembinaan Muslim Dan mualaf secara lebih baik.

Namun demikian, Pembinaan PONPES NASIRUSSUNNAH PAPUA ini juga Sudah menyelenggarakan program-program pendidikan formal yang berorientasi pada pembentukan aqidah Islam yang kuat dan kaffah yang dalam jangka panjang akan membentengi anak-anak didik yang kokoh dalam gelombang kristenisasi massif dewasa ini. Bahkan PONES NASIRUSSUNNAH PAPUA ini membekali cara-cara berargumentasi dalam upaya sistematis melawan kristenisasi.
Selain itu, PONNPES NASIRUSSUNNAHPAPUA menyelenggarakan pendidikan al Qur’an dan pelatihan vokasional sebagai sayap PEMBANGUNAN EKONOMI sehingga secara perlahan dapat membekali anak didik dan para SANTRI muallaf dan Muslim pasar-pasar publik dan pembangunan. PPNP





B. Latar Belakang PPN

Pembinaan PONPES NASIRUSSUNNAHPAPUA ini bermula dari keperihatinan Kita bersama yang mendapati para mualaf Kondisi mereka sangat memperihatinkan karena setelah masuk Islam, mereka terusir dari rumah dan hidup tanpa perlindungan orang tua atau keluarga. Jalan ini mereka pilih karena mereka yakin iman Islam sangat cocok dalam memenuhi gemuruh batin akan kebenaran ajaran Islam.

Namun pilihan ini tidaklah mudah. Pilihan ini berakibat pada keterlantaran mereka dari pelukan keluarga yang mengasihi. Mereka dianggap bukan bagian keluarga dan bahkan mengalami ancaman teror. Karena kondisi berat ini ditambah kurang pembinaan iman Islam,
sebagian ada yang kembali murtad. Kondisi semacam ini dilihat dari optik ajaran Islam sangat disayangkan. Mengapa mereka terlantar? Mengapa mereka murtad kembali? Mengapa mereka dibiarkan menderita sendirian?
Pertanyaan ini menyentuh hati terdalam. Organisasi-organisasi Islam besar dan kecil sibuk berebut kursi politik. Para ulama berebut kue kekuasaan. Maka tak heran, jika keterlantaran mereka tak pernah terjawab. Dalam kondisi semacam ini kami mengadakan kirim santri para muallaf yang bergerak di bidang pembinaan, ponpesNasirussunnah dan perhatian serta pelayanan pendidikan.

C. Visi dan Misi
I. Visi
"Membentuk kader-kader muallaf / Muslim yang kaffah dan mampu menjadi avant-guard (penjaga gawang) bagi penguatan aqidah islamiyah"

II. Misi
Sebagai sebuah institusi Pendidikan non formal yang akan melahirkan pribadi-pribadi Muslim yang kaffah, berkarakter serta berjiwa kemandirian, maka misi pengurus anak anak santri papua dituangkan dalam beberapa misi sebagai berikut:
1. Menggugurkan seluruh sisa-sisa keyakinan sebelumnya dan menggantikan dengan iman Islam yang lurus.
2. Menanamkan fondasikeislaman yang kokoh berdasarkan al-Qur'an dan Sunnah.
3. Mencetak juruda'wah (Da'i) yang militan berwawasan perbandingan agama.
4. Membentuk pribadi Muslim yang berakhlakulkarimah, mandiri dan terampil.
5. Menggalang kesatuan dan persatuan di antara kaum Muslimin papua Indonesia dalam membeikan daya dukung terhadap Pembangunan iman dan taqwa yang mantap di kalngan saudara kita kaum muslim papua
6. Sebagai ikhtiar kelembagaan dalam kerangka mengajak masyarakat untuk peduli melihat Keterbelakangan pendidikan dan pembinaan para Muslim muallafpapua sebagai salah satu potensi dan asset umat yang dapat diandalkan keberadaannya bagi bangunan sebuah masyarakat bangsa yang beriman dan bertaqwa.


D. Nama dan Lokasi
1.jalan wikuSorongpapua barat Tlp 085244983843 /085648389996
2 .jalan Raya Juanda Ciputat.Tlp. 085204000096

E. Rencana Strategis ponpesnasirussunnah
ini memiliki rencana strategis sebagai berikut:

1. Menginventarisir Para Santri yang berada di kota-kota maupun di desa-desa untuk lebih diberikan pendidikan dan pengajaran tentang keislaman sebagai ikhtiar pemantapan aqidah islamiyah dan akhlaq al-karimah.

2. Menginventarisir Para Santri Papua untuk ditingkatkan potensi dan sumber daya manusia SDM yang mereka miliki agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mencapai kehidupan yang layak, sebagaimana maksud dan tujuan dari kemerdekaan manusia , yakni terpeliharanya antara hak dan kewajiban yang proporsional.

3. Membangun silaturahim dan komunikasi antara para Muslim muallaf dan umat Islam papua secara keseluruhan dalam rangka terciptanya sinergi hubungan.

4. Menghimpun potensi kaum Muslimin baik yang bermukim di pedesaan maupun di perkotaan untuk menjadi donatur ataupun penyandang dana melalui pembayaran zakat yang aktif.

5. Membangun usaha-usaha sebagai sumber daya ekonomi untuk dapat berkemandiriannya kaum Muslim dan muallaf yang kurang mampu.

6. Dalam fungsi sebagai 'Amilin, ponpesNasirusunnahpapua akan menyalurkan dan menyampaikan amanat dan zakat, infaq, dan shadaqah umat Islam yang terakumulasi sesuai dengan ketentuan Syari'at Islam.








F. Program Kerja
1. Program pembinaan
• Memberikan dasar-dasar aqidah Islamiyah melalui kajian rutin
• Memberikan dasar-dasar ilmu perbandingan agama
• Memberikan pelatihan khutbah dan atau ceramah-ceramah yang efektif
.membangun koperasi Dan Kantin

2. Program Pendidikan
• Menyelenggarakan pendidikan formal dari Tingkat dasar sampai Perguruan Tinggi
• Menyelenggarakan pendidikan pesantren dengan pola terpadu (Islamic boarding school system).

3. Program Pengembangan santri papua
• Menghafal al-Qur'an dan tafsirnya
• Menghafal Hadits dan sarahnya
• Penguasaan Bahasa Arab
• Penguasaan Bahasa Inggris















g. Estimasi Dana /Perincian dana yang di butuhkan saat ini
NO NAMA BARAT VOLUME Rp KETERANGAN
1 AL-QUR,AN TERJEMAH 50 50.000 2.500.000
2 SARUNG 50 HELAI 50.000 2.500.000
3 SEMEN 5O SAK 50.000 2.500.000
4 PASIR 3 RITS 300.00 1.500.000
5 PENGIRIMAN BARANG 1.KONTENER KAPAL 15.000,000 15.000,000
TOTAL BIAYA
Dua puluh enam juta Rupiah Rp.26,000,000,00
1 FIQH SUNNAH 50.BUKU 50.000 2,500.000
2 FIQH SUNNAH WANITA 50.BUKU 50.000 2.500.000
3 TAFSIR 10 BUKU TAFSIR 100.000 1.000.000
4 STUDI ISLAM 50.BUKU 50.000 2.500.000
5 STUDI PRADABAN ISLAM 20.BUKU 50.000 1.000.000
6 BERTUHAN TANPA ILMU 50 BUKU 50.000 2,500.000
7 BAJU KOKOH 10 HELAI 100.000 1.000.000.
8 JILBAB SYAR,IH 10.HELAI 100.000 1.000.000
9 SERAGAM SMP.10 HELAI 10.000 1.000.000
TOTAL BIAYA 15,000.000.00
Lima belas juta Rupiaj

TOTAL BIAYA KESELURUHAN Rp.41.000.000.00
Terbilang-Empat puluh satu juta rupiah






Jumat, 27 November 2015

Semua makhluk-Nya pasti akan menemui Allah, asalkan tidak syirik

Sesungguhnya setiap umat mengikuti apa yang mereka sembah ...
Mereka yang menyembah selain Allah seperti berhala dan tuhan-tuhan yang lain akan berjatuhan ke neraka ...
Hingga yang tinggal hanyalah mereka yang menyembah Allah, baik orang-orang yang saleh maupun orang yang jahat dan sejumlah orang dari ahlul kitab ...

Pertama kali orang² Yahudi dipanggil ...
Dan Allah akan bertanya kepada mereka: 'Apa yang kamu sembah?' ...
Mereka menjawab:'Kami menyembah Uzair putra Allah'...
Maka akan dikatakan kepada mereka: 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memiliki anak.' ...
'Apa yang sekarang kalian inginkan?' ...
Mereka menjawab; 'Kami sangat haus ya Rabb, maka berilah kami minum.' ...
Maka mereka digiring dan ditunjukan, 'Minumlah' ...
Pada saat itulah mereka akan dikumpulkan di dalam api neraka yang bentuknya seperti fatamorgana yang saling merusak satu sama yang lainnya ...
Kemudian mereka akan ditenggelamkan ke dalam api neraka ...

Berikutnya orang-orang Nashrani akan dipanggil, 'Apa yang kamu sembah?' ...
Mereka menjawab; 'Yesus putra Allah'...
Maka dikatakan kepada mereka: 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memilik anak'. 'Apa yang sekarang kalian inginkan?'...
Maka mereka menjawab sebagaimana orang Yahudi dan akhirnya dilemparkan ke dalam api neraka ...

Dan yang tetap tinggal adalah mereka yang hanya beribadah kepada Allah ...
Baik itu orang saleh atau orang yang berbuat kejahatan ...
Sesungguhnya para muslimin akan melihat-Nya kelak pada hari kiamat tanpa merasa kesulitan sebagaimana melihat matahari yang terang benderang atau bulan purnama serta tidak ada mendung sedikitpun yang akan menghalangi penglihatan ...

Allah akan mendatangi mereka dalam bentuk yang mendekati gambaran mereka tentang Dia dalam benak mereka ...
Kemudian dikatakan kepada mereka; 'Apa yang kalian tunggu? Setiap bangsa mengikuti tuhan yang disembahnya didunia' ...
Mereka akan menjawab; 'Kami meninggalkan orang-orang di dunia ketika kami sedang sangat membutuhkan mereka dan kami tidak mengambil mereka sebagai tandingan. Sekarang kami sedang menunggu Rabb kami yang kami sembah' ...
Maka Allah akan berkata; 'Akulah Rabb kalian' ...
Para mukmin akan senantiasa berkata, sebanyak dua atau tiga kali; 'Kami tidak menyekutukan Allah.' ...
Namun sebaliknya, orang² munafik tidak menyangkal secara tegas, yang disebabkan karena keragu²an mereka mengenai Islam ...

Akhirnya jembatan shirathal mustaqim pun dibentangkan diatas neraka ...
Orang² ahli surga, akan melewati jembatan shiroth secara beragam, ada yang dengan berlari secepat kilat, berjalan ataupun merangkak ...
Ketika melewati jembatan shirathal mustaqim, mereka seraya berkata dng berulang-ulang, 'Selamatkanlah kami, selamatkanlah kami Ya Allah' ...
Dan yang tersisa adalah ahli neraka, mereka dihantam oleh gelombang berkali-kali hingga masuk ke dalam neraka ...

Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi keimanan atau sedikit sekali keimanannya, maka ia akan dikeluarkan dari neraka, setelah di dalamnya mereka menjadi arang ...
Kemudian mereka mendapatkan rahmat hingga mereka dapat keluar dari neraka dan dilemparkan ke pintu-pintu surga. ...
Dan satu kaum dari umat Rasulullah SAW. kelak akan keluar dari neraka dengan syafaat beliau ...
Mereka disebut sebagai ahli Jahanam (Jahanamiyyun) atau mantan penghuni Jahanam ...

Sesungguhnya para penghuni surga tidak akan merasakan kematian lagi, sehingga para penghuni surga tidak akan mati karena sangat bahagianya, setelah mendapatkan karunia dan kenikmatan yang luar biasa yakni surga ...
Dan para penghuni neraka juga tidak akan merasakan kematian lagi, sehingga para penghuni neraka tidak akan mati karena penyesalan yang amat mendalam, setelah mendapatkan pedihnya siksaan neraka ...

Setiap makhluk-Nya telah ditetapkan tempatnya, apakah di surga atau neraka, namun bagaimanapun juga, kita harus tetap berusaha supaya bisa masuk surga ...
Apabila ia memang ahli surga, apapun perbuatannya ketika di dunia, apakah itu perbuatan baik ataukah jahat, namun pada akhirnya, sebelum wafat ia akan melakukan perbuatan ahli surga, sehingga akan menjadi penghuni surga ...
Apabila ia memang ahli neraka, apapun perbuatannya ketika di dunia, apakah itu perbuatan baik ataukah jahat, namun pada akhirnya, sebelum wafat ia akan melakukan perbuatan ahli neraka, sehingga akan menjadi penghuni neraka ...
Walaupun setiap makhluk-Nya telah ditetapkan tempatnya, apakah di surga atau neraka, namun bagaimanapun juga, kita harus tetap berusaha supaya bisa masuk surga ...
Segala sesuatu yang telah ditetapkan akan dimudahkan oleh Allah ...

QS.4. An Nisaa':

إِنَّ ٱللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْراً عَظِيماً

40. Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar[Allah tidak akan mengurangi pahala orang-orang yang mengerjakan kebajikan walaupun sebesar zarrah, bahkan kalau dia berbuat baik pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah.].

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Abdul 'Aziz Telah menceritakan kepada kami Abu 'Umar Hafsh bin Maisarah dari Zaid bin Aslam dari 'Atha bin Yasar dari Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu dia berkata: sejumlah orang pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata; 'Ya Rasulullah, apakah kami dapat melihat Allah pada hari kiamat? Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab. 'Ya, ' apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang terang benderang serta tidak ada mendung?" Mereka berkata: "Tidak wahai Rasulullah!" lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan melihat rembulan pada malam purnama yang tidak ada mendung dibawahnya?", mereka berkata; "Tidak, wahai Rasulullah!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya kelak pada hari kiamat tanpa merasa kesulitan sebagaimana kalian melihat salah satu dari keduanya.
Pada hari kiamat, sang penyeru akan mengumumkan, setiap umat mengikuti apa yang mereka sembah. Maka mereka yang menyembah selain Allah seperti berhala dan tuhan-tuhan yang lain akan berjatuhan ke neraka.
Hingga yang tinggal hanyalah mereka yang menyembah Allah baik orang-orang yang saleh maupun orang yang jahat dan sejumlah orang dari ahlul kitab. Kemudian orang Yahudi akan dipanggil, Allah akan bertanya kepada mereka: 'Apa yang kamu sembah?'. Mereka menjawab; 'Kami menyembah Uzair putra Allah'. Maka akan dikatakan kepada mereka; 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memiliki anak'. 'Apa yang sekarang kalian inginkan?' Mereka menjawab; 'Kami sangat haus ya Rabb, maka berilah kami minum'. Maka mereka digiring dan ditunjukan, 'Minumlah'. Pada saat itulah mereka akan dikumpulkan di dalam api neraka yang bentuknya seperti fatamorgana yang saling merusak satu sama yang lainnya. Kemudian mereka akan ditenggelamkan ke dalam api neraka.
Setelah itu orang-orang Nashrani akan dipanggil, 'Apa yang kamu sembah?' Mereka menjawab; 'Yesus putra Allah'. Maka dikatakan kepada mereka: 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memilik anak'. 'Apa yang sekarang kalian inginkan?' Maka mereka menjawab sebagaimana orang Yahudi dan akan dilemparkan ke dalam api neraka.
Kemudian yang tetap tinggal adalah mereka yang hanya beribadah kepada Allah. Baik itu orang saleh atau orang yang berbuat kejahatan. Allah akan mendatangi mereka dalam bentuk yang mendekati gambaran mereka tentang Dia dalam benak mereka. Akan dikatakan kepada mereka; 'Apa yang kalian tunggu? Setiap bangsa mengikuti tuhan yang disembahnya didunia'. Mereka akan menjawab; 'Kami meninggalkan orang-orang di dunia ketika kami sedang sangat membutuhkan mereka dan kami tidak mengambil mereka sebagai tandingan. Sekarang kami sedang menunggu Rabb kami yang kami sembah.' Maka Allah akan berkata: 'Akulah Rabb kalian', mereka akan senantiasa berkata, sebanyak dua atau tiga kali; 'Kami tidak menyekutukan Allah.' [Allah menampakkan diri-Nya dalam wujud sesuatu seperti kebanyakan dalam benak orang² muslim, namun para mukmin menyangkal, karena kekuatiran untuk menyekutukan Allah yang memang belum pernah dilihat mereka ketika didunia, dan sebaliknya, orang² munafik tidak menyangkal secara tegas, karena keragu²an mereka] (No. Hadist: 4215 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Hannad menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sebagian orang dari ahli tauhid diadzab di neraka hingga di dalamnya mereka menjadi arang. Kemudian mereka mendapatkan rahmat hingga mereka dapat keluar (dari neraka) dan dilemparkan ke pintu-pintu surga." Beliau melanjutkan, "Ahli surga memercikkan air kepada mereka. Mereka tumbuh seperti tumbuhnya biji di muatan air bah. Lalu, mereka masuk ke dalam surga."
Shahih: Ash-Shahihah (2451). -dari Sahih Sunan Tirmidzi-

Salamah bin Syabib menceritakan kepada kami, Abdurrazaq menceritakan kepada kami, Ma'mar mengabarkan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Abu Sa'id Al Khudri. Bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi keimanan akan dikeluarkan dari neraka."
Shahih: Muttafaq alaih.

Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami, Hasan bin Dzakwan menceritakan kepada kami, dari Abu Raja Al Utharidi, dari Imran bin Hushain, dari Nabi SAW. Beliau bersabda, "Sungguh satu kaum dari umatku kelak akan keluar dari neraka dengan syafaatku. Mereka disebut sebagai ahli Jahanam (Jahanamiyyun) -seperti sebutan bagi mantan Napi, karena pernah dipenjara-."
Shahih: Ibnu Majah (4315); Al Bukhari.

Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Al Ala' bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda, "Allah akan mengumpulkan manusia di hari Kiamat pada satu tanah lapang, kemudian Rabb pemilik semesta alam muncul dihadapan mereka. Allah kemudian berfirman, "Bukankah setiap manusia itu mengikuti apa yang disembahnya?' Lalu dibuatkan salib bagi orang yang menyembahnya, dibuatkan gambar bagi orang yang menyembah gambar, dibuatkan api bagi orang yang menyembah api. Mereka semua mengikuti apa yang mereka sembah. Kemudian tinggal kaum muslimin, Rabb pemilik semesta alam muncul di hadapan mereka. Allah berfirman, 'Tidakkah kalian mengikuti orang-orang itu?' Mereka menjawab, 'Kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu, kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu. Allah-lah Tuhan kami. Inilah tempat kami sehingga kami dapat melihat Rabb kami'. Allah lalu memerintahkan kepada mereka dan memperteguh (hati) mereka. Dia berbalik dan muncul kembali. Dia berfirman, 'Tidakkah kalian mengikuti orang-orang itu?' Mereka menjawab, 'Kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu, kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu. Allah-lah Tuhan kami. Inilah tempat kami hingga kami dapat melihat Rabb kami'. Dia lalu memerintahkan mereka dan memperteguh (hati) mereka." Mereka (para sahabat) bertanya, 'Apakah kami dapat melihat-Nya, wahai Rasulullah?". Beliau bertanya, "Apakah kalian terhalangi dalam melihat bulan dimalam bulan purnama?" Mereka menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah!" Beliau bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak akan terhalangi dalam melihat-Nya pada saat itu. Allah lalu berbalik, kemudian muncul kembali dan memperkenalkan diri-Nya kepada mereka. Allah berfirman. 'Aku adalah Tuhan kalian, ikutilah Aku!'. Kaum muslimin pun berdiri dan jembatan shirathal mustaqim pun diletakkan. Mereka (kaum muslimin) dapat melewatinya seperti larinya seekor kuda yang bagus tsehat) dan seperti penunggang kuda (yang mahir). Ucapan yang mereka katakan kepada Allah adalah, 'Selamatkanlah (kami), selamatkanlah (kami)'. Kemudian yang tersisa adalah ahli neraka. Mereka dihantam oleh gelombang ke neraka. Kemudian dikatakan kepada neraka, 'Apakah kamu telah penuh?' Neraka menjawab, 'Apakah masih ada lagi?' Lalu mereka kembali dihantam gelombang hingga masuk ke neraka. Kemudian dikatakan kepada neraka, 'Apakah kamu telah penuh?'. Nereka menjawab, 'Apakah masih ada lagi?' Hingga akhirnya mereka semua dimasukkan ke dalam neraka. Ar-Rahman (Allah) lalu meletakkan kaki-Nya ke dalam neraka. Sebagian dari mereka berkumpul dengan sebagian yang lain (maksudnya pada bagian² neraka). Allah bertanya. 'Apakah sudah cukup?' Neraka menjawab, 'Cukup, cukup'. Setelah Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, dikatakan kepada mereka, 'Wahai ahli surga!' Ahli surga lalu terlihat takut. Lalu dikatakan kepada ahli neraka, 'Wahai ahli neraka!'. Mereka terlihat gembira dan senang, karena mereka mengharapkan syafaat. Lalu dikatakan kepada ahli surga dan ahli neraka, 'Apakah kalian mengetahui apa ini?' Mereka menjawab, 'Kami telah mengetahuinya, itu adalah kematian yang ditugaskan menjemput kami'. Lalu kematian itu dibaringkan, dan setelah itu disembelih di atas pagar pembatas antara surga dan neraka. Lalu dikatakan, 'Wahai ahli surga, kalian kekal abadi dan tidak akan ada kematian! Wahai ahli neraka, kalian kekal abadi di neraka dan tidak ada kematian!'"
Shahih: Takhrij Ath-Thahawiyah (576); Muttafaq alaih, dengan hadits yang sama, namun lebih ringkas.

Abdu bin Humaid menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami dari Israil dari As-Suddi, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Murrah Al Hamdani tentang firman Allah SWT,

وَإِن مِّنكُمْ إِلاَّ وَارِدُهَا كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْماً مَّقْضِيّاً

'Dan tidak ada seorangpun dari pada kalian, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.' (Qs. Maryam [19]: 71)

Maka ia menceritakan kepadaku bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah bercerita kepadanya, ia berkata, 'Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Semua manusia akan mendatangi neraka, kemudian mereka kembali dengan membawa amal-amal mereka. Yang pertama kembali dari mereka seperti kilat, kemudian seperti angin, kemudian seperti lari kuda, kemudian seperti orang yang mengendarai —melarikan— unta, kemudian seperti larinya seorang laki-laki, kemudian seperti jalannya seorang laki-laki'."
Shahih: Ash-Shahihah (311).

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Nadhr bin Ismail Abui Mughirah menceritakan kepada kami dari Al A'masy dari Abu
Shalih dari Abu Sa'id Al Khudri RA, ia berkata, "Rasulullah SAW. pernah membaca ayat,

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْحَسْرَةِ إِذْ قُضِىَ ٱلأَْمْرُ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ وَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

'Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.' (Qs. Maryam [19]: 39).

Lalu beliau bersabda, 'Kematian didatangkan. Ia seperti domba yang sangat bagus. Ia diperintahkan untuk berdiri di atas sebuah batas antara surga dan neraka. Kemudian terdengar seseorang berkata, 'Wahai penghuni surga.' Mendengar suara itu, para penghuni surga segera mendongakkan kepala mereka. Seseorang itu kembali berkata, 'Wahai penduduk neraka.' Mendengar suara itu, penduduk neraka pun mendongakkan kepala mereka. Seseorang itu berkata lagi, 'Apakah kalian mengenal siapakah ini?' Penghuni surga dan penghuni neraka menjawab, 'Tentu saja. Itu adalah kematian.' Selanjutnya, kematian itu dibaringkan dan disembelih. Seandainya Allah tidak menetapkan kehidupan juga keabadian bagi para penghuni surga di dalam surga, niscaya mereka akan mati karena bahagia —melihat kematian sudah disembelih (dimusnahkan)—, dan seandainya Allah tidak menetapkan kehidupan juga keabadian bagi para penghuni neraka di dalam neraka niscaya mereka akan mati karena penyesalan yang amat dalam. "
Shahih: Selain; "Seandainya Allah tidak menetapkan..." Lihat hadits sebelumnya (2558). -dari Shahih Sunan Tirmidzi-

Hasan bin Ali Al Hulwani menceritakan kepada kami, Abdullah bin Numair dan Waki' menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Sa'd bin Ubaidah, dari Abu Abdullah ArRahman AsSulami, dari Ali. Ia berkata, "Ketika kami sedang bersama Rasulullah, saat itu beliau sedang bersimpuh di atas tanah, lalu beliau mendongakkan kepalanya ke atas langit. Beliau bersabda, 'Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan telah diketahui —Waki' mengatakan, "Telah ditulis,"— tempatnya di neraka atau di surga."' Para sahabat berkata, "Bolehkah kami hanya berpangku tangan, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Jangan, tetaplah berusaha. Segala sesuatu yang telah ditetapkan akan dimudahkan (oleh Allah) ".
Shahih: Ibnu Majah (78) Muttafaq alaih.

Rabu, 23 September 2015

Kebodohan Merusak Kebersamaan Sunnah Rasulullah

Orang-orang yang cerdas & berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dlm jamaah kaum muslimin & penguasa (pemerintah)-nya. Adapun orang-orang yang bodoh, sama sekali tak mengerti betapa pentingnya kehidupan berjamaah dgn satu penguasa. Bahkan mereka tak mengerti mana yang lebih banyak antara satu & sepuluh. Yakni, mana yang lebih besar antara korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dgn pertumpahan darah kaum muslimin dlm perang saudara.
Seorang yang berilmu mengetahui bahwa dgn mengikuti bimbingan Sunnah Rasulullah n berikut penerapannya yang dicontohkan salafus shalih, pasti kaum muslimin akan terbimbing ke jalan yang terbaik. Maka, ia akan menghadapi penguasa yang dzalim dgn petunjuk & bimbingan dari Nabi n. Sedangkan orang-orang yang bodoh berjalan bersama emosi & hawa nafsunya, tanpa meminta bimbingan Rasulullah n. Mereka merasa lebih pandai & lebih cerdas dari para nabi & para ulama yang merupakan para pewarisnya. Merekalah kaum reaksioner Khawarij, yang selalu menyebabkan petaka & bencana di setiap zaman. Mereka tak memperbaiki keadaan –seperti pengakuan mereka– tetapi justru menghancurkan kebersamaan.
Banyak tulisan-tulisan mereka yang sampai kepada tangan penulis, dlm bentuk surat, selebaran, ataupun makalah-makalah. Hampir seluruhnya berisi “dalil-dalil” & “bukti-bukti” tentang kafirnya penguasa, yang kemudian berujung menghalalkan darah mereka. Tentu saja dgn nama samaran, alamat palsu, & penerbit yang tak jelas. Namun seperti CD yang diputar ulang, isinya tetap sama seperti ucapan Khawarij yang pertama: “Siapa yang tak berhukum dgn hukum Allah maka ia kafir.”
Tentu saja jawaban kita Ahlus Sunnah seperti jawaban Ali bin Abi Thalib z & para sahabat yang lain: “Kalimat yang haq, namun yang dimaukan adalah kebatilan.” Yakni, ayat-ayat & hadits-hadits dlm tulisan mereka adalah kalimat-kalimat yang haq & kita tak membantahnya. Namun, apa yang dimaukan dengannya?
Diriwayatkan dari ‘Ubaid bin Rafi’ bahwa ketika kaum Khawarij mengatakan “Tidak ada hukum kecuali hukum Allah”, Ali z pun berkata: “Kalimat yang haq, namun yang mereka maukan adalah kebatilan. Sungguh Rasulullah n telah menggambarkan kepada kami suatu kaum, maka kamipun telah mengenalinya. Yaitu sekelompok orang yang berbicara kebenaran, namun tak melewati ini –sambil mengisyaratkan ke tenggorokannya–. Mereka adalah makhluk-makhluk yang paling dibenci Allah l….” (HR. Muslim, Kitabuz Zakah juz 7 hal. 173)
Kalau saja mereka menulis dalil-dalil tersebut dlm rangka memperingatkan & mengancam, maka kamipun sepakat. Karena Al-Imam Ahmad t menyatakan dlm masalah wa’id (ancaman): “Biarkanlah ancaman seperti apa adanya, agar manusia menjadi takut.” Namun ketika men-ta’yin (menentukan si Fulan atau si Allan) kafir, tentu kita harus merincinya. Karena pada dalil-dalil itu bisa jadi yang dimaksud kufur ashghar (kafir kecil) atau kufur akbar (kafir besar), kafir amali atau kafir i’tiqadi, & lain-lain. Namun yang kita bahas kali ini adalah kebodohan mereka dlm penerapan dalil-dalil tersebut serta akibat dari kebodohan mereka.
Adapun kebodohannya, sangat jelas sekali. Karena mereka menerapkan dalil-dalil kepada orang-orang yang masih shalat, berpuasa, mengeluarkan zakat & pergi haji. Bukankah di antara hukum Allah l yang mendasar adalah ibadah tersebut? Berarti mereka –paling tidak– masih berhukum dgn hukum Allah l dlm perkara-perkara yang sangat penting tersebut, yang merupakan dasar-dasar keislaman. Oleh karena itulah, Rasulullah n melarang kita utk memerangi penguasa yang masih shalat.

Sudahkah kita siapkan bekal untuk kehidupan setelah mati ???.....


(Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-NYA.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.) ( QS.Ar-Rahman: 29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang
menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru, " Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir; kendaraan menyimpang
jauh dari jalurnya; dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya,
mereka akan menyeru, " Ya Allah ! "

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka
yang tertimpa akan selalu berseru, " Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan
digeraikan, orang-orang mendesah, " Ya Allah !"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa
menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka
pun menyeru , " Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup
dan jiwa serasa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus
Anda pikul, menyerulah, " Ya Allah! "

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Kusebut nama-MU dengan lantang di saat fajar menjelang,
dan fajarpun merekah seraya menebar senyuman indah

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang
menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggudah-
gulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-NYA.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan,
julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke
arah-NYA untuk memehon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain
hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-NYA.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi
menegang, dan iman kembali berkobar-kobar.
Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-NYA, keyakinan akan
semakin kokoh. Karena,
(Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamban-NYA.) QS. Asy-Syu'ra:19

Allah : Nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling
indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.
(Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia
(yang patut disembah) ? ) QS.Maryam : 65

Allah : Milik-NYA semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,
kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.
(Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa
lagi Maha Mengalahkan) QS. Ghafir : 16

Allah: dari-NYA semua kasih-sayang, perhatian, pertolongan, bantuan,
cinta dan kebaikan.
(Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah
datangnya) QS. An-Nahl: 53

Allah: Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.
Betapun kulukiskan keagungan-MU dengan deretan huruf,
Kekudusan-MU tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, di tengah keagungan-MU, wahai Rabku

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan
kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi
rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju
keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam
ini rasa kantuk dari-MU yang menentramkan, tuangkan dalam jiwa yang
bergolak ini kedamaian, dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.
Wahai Rabb, tunjukanlah pandangan yang kebingungan ini kepada
cahaya-MU, bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-MU
nmerapat ke hidayah-MU!

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan
memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan
secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan
bantuan bala tentara-MU!

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah
kegundahan dari jiwa kami semua!

Kami berlindung kepada-MU dari setiap rasa takut yang mendera,
hanya kepada-MU kami bersandar dan bertawakal, hanya kepada-MU
kami memohon, dan hanya dari-MU lah semua pertolongan.
Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah
sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Diam, Inilah Caraku Mencintaimu KarenaNya

Bismillahirrahmanirrahiim... Engkau datang memintaku menjaga kesucian diri dengan jalan yang suci. Sungguh tawaran yang membuatku terheran mengingat engkau adalah seorang muslimah yang dikaruniakan Allah ke-shalehah-an, kecerdasan, dan tidak lupa engkaupun memiliki wajah yang anggun, sehingga mungkin itu juga yang menyebabkan para laki-laki muslim lainnya sering datang untuk meminangmu. Hal itu kurasa adalah sebuah kewajaran, lantaran laki-laki muslim yang mana yang tidak tertarik dengan muslimah yang shalehah? Dan akupun juga muslim, wajar jika seorang muslim memiliki rasa berkeinginan untuk menjadi pemimpin bagi muslimah sholehah bagi dunia dan akhiratnya kelak. Namun apa daya, aku sebagai muslim ketika itu belum cukup siap untuk meminangmu, oleh karenanya selama ini akupun diam. Namun, engkau datang dengan harapan yang besar untuk jalan yang suci itu, harapan yang mengingatkanku bahwa Allah adalah Maha kaya dan mampu memberikan kekayaan kepada siapa yang bersedia menjalankan niat suci itu, akupun tak pernah ragu mengenai hal itu karena akupun yakin. Dorongan itu membuatku begitu semangat untuk bertemu orang tuamu dengan 'bekal' yang seadanya, namun tidaklah semua itu berjalan dengan Berkah jika aku tidak meminta pertimbangan kepada Allah, lantaran Allah Maha mengetahui Yang Terbaik bagi kita semua. Maka aku meminta kepadamu untuk memikirkan dan mempertimbangkan mengenai hal ini dalam beberapa hari. Ku meminta pertimbangan kepadaNya, hingga suatu ketika timbullah pertimbangan yang belum sempat kita perhitungkan. Aku sadar bahwa aku masih belum siap untuk mengaplikasikan niat suci itu, mengingat bukan hanya harta yang menjadi pertimbangan untuk mengaplikasikan baiknya jalan itu, engkaupun tentunya juga tahu di mana keluargapun seharusnya menjadi pertimbangan tambahan mengingat pernikahan juga bertujuan untuk menyatukan dua keluarga. Dan mengenai itu aku belum sampai kepada titik temu walaupun aku sudah berusaha mencobanya kepada mereka, orang tuaku. Apa boleh buat aku harus memutuskan hal yang sebenarnya tidak sanggup kuputuskan, namun atas dasar keimanan engkau memberanikan diri untuk menyatakan itu, zalim jika diriku harus bersikap tidak tegas mengingat permintaanmu atas urusan itu adalah permintaan yang suci. Maka kucoba memutuskan kepadamu bahwa saat ini aku belum mampu meminangmu, meskipun jujur ku sadari bahwa keputusan ini sangat berat bagi seorang muslim yang senantiasa membiasakan diri berdoa kepada Rabbnya untuk mendapatkan seorang muslimah yang shalehah. Namun karena keputusan ini adalah yang terbaik bagi hati masing-masing, maka atas dasar keimanan pula, ku ikhlashkan dirimu untuk memilih laki-laki muslim yang lain, yang baik dari sisi dunia dan akhiratmu dan dari sisi Rabbmu. Dan tidaklah keputusan ini sia-sia mengingat aku membutuhkan perjuangan yang besar untuk merelakan diriku berpisah dengannya karena Allah. Aku yakin bahwa setiap usaha yang bersungguh-sungguh dalam menjauhkan diri dari apa yang Allah Benci adalah Jihad, maka jika ini jihad, aku yakin bahwa Allah akan memberikan hadiah terbaik bagi mereka yang berbuat baik karenaNya. Muslimah itu merupakan perhiasan dunia namun ku yakin jika aku merelakan dia karenaNya maka aku Berharap Allah mengkaruniakanku pendamping yang lebih baik bagiku dan baginya suatu saat nanti. Beberapa hari lagi aku harus menyatakan keputusan itu kepadamu. Namun, sempat terlintas di fikiranku untuk memintamu menungguku, lantaran ada rasa khawatir jika aku tidak mendapatkan jodoh seperti dirimu. Maka ku coba untuk meminta pertimbangan lagi kepada Pemilik hati mengenai hal itu. Hingga akupun mulai mencermati jika saja engkau harus menerima permintaan itu maka aku harus berfikir ulang mengingat menunggu adalah sebuah penderitaan bagi seseorang, dimana menunggu mengenai hal itu akan cenderung menumbuhkan harapan kepada seseorang yang akan menjadi teman hatinya kelak dan tentunya juga rasa kekhawatiran akan keadaan buruk dapat cenderung terbayang sedangkan segala harapan telah tumbuh subur di dalam dada. Hingga kesedihanpun hadir ditengah-tengah hal yang tidak pernah diperkirakan. Ternyata baru tersadar bahwa usaha mendapatkan siapa yang diharapkan itu menjadi sia-sia dan hal tersebut justru dapat mengotori hati karena sempat terisi oleh hal yang belum sepatutnya terlahir di dalamnya. Walaupun kita sama-sama mengetahui antara batasan-batasan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrim, namun kita bukan Nabi sedangkan Nabi Adam yang pernah tinggal di Syurga dan beliau juga dapat melihat iblis saja masih dapat terjerumus oleh rayuan iblis, lalu bagaimana dengan kita yang jelas-jelas bukan seorang Nabi dan bukan orang yang dapat melihat iblis akankah kita dapat berbuat lebih hebat daripada beliau jika bukan karena kita mengikuti Perintah Allah dengan menjauhkan diri dari langkah-langkah syaitan? Kita memang sama-sama belum tahu siapa jodoh kita nanti dan kita tidak memiliki kekuasaan untuk menentukan siapa jodoh kita walaupun kita berusaha dengan kekuatan kita, terkecuali jika Allah yang menghendaki. Jika kamu adalah perempuan yang akan halal aku Cintai kelak, seharusnya aku tidak membiarkanmu menderita lantaran menunggu seseorang yang belum pasti menjadi pendampingmu. Bukankah jodoh tidak akan tertukar jika diri kita itu baik? Jika memang engkau adalah jodohku, untuk apa aku biarkan engkau menunggu sedangkan tanpa harus menuggupun Allah akan Mengkaruniakan seseorang dengan jodohnya dengan cara yang Berkah, bukankah Keberkahan adalah tujuan kita untuk menempuh jalan suci itu? Lalu ku tersadar beberapa hari ini tawaran suci itu memenuhiku waktuku, dari kadar terberat hingga kadar terendah dalam usaha merelakan sebuah perhiasan. Namun Hadiah Allah jauh lebih Indah, bukan? Hal inilah yang membuatku menyatakan kepadanya di kemudian hari, dan kamipun menemumpuh hidup masing-masing. Saudaraku, ternyata usaha meng-ikhlas-kan diri itu mampu meringankan diri dan jiwa. Baru kusadari bahwa Allah telah mengajarkanku untuk ikhlas terhadap sesuatu godaan terbesar bagi Ummat Rasulullah, semoga keikhlasahan ini mengajarkanku untuk ikhlas terhadap hal lainnya hingga Keberkahanpun datang menjemput. Biarlah Allah memeilih tanpa harus kita melakukan hal yang tidak DiridhaiNya, bukankah KeridhaanNya yang kita cari? Maka ku tekadkan kepada Sang Pemilik jiwa bahwa ku pelihara kesucian ini untukNya Kemudian ku lepaskan apa yang tak baik bagiku demi mencari KeridaanNya Dan, ku relakan keinginan hati dari ketidak Ridhaan kepada kepatuhan Rabb, Sampaikanlah kami kepada kesucian diri Berharap Engkau Mencintai kami dan Engkau tumbuhkan Cinta itu di hati kami hingga Cinta itu menumbuhkan keengganan di hati untuk menjadikan kami tidak cenderung kepada Cinta selainMu Allahuma Amiin

Indahnya Cinta Karena Allah

“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.” Secara nalar pecinta dunia, bagaimana mungkin kita mengutamakan orang lain dibandingkan diri kita? Secara hawa nafsu manusia, bagaimana mungkin kita memberikan sesuatu yang kita cintai kepada saudara kita? Pertanyaan tersebut dapat terjawab melalui penjelasan Ibnu Daqiiqil ‘Ied dalam syarah beliau terhadap hadits diatas (selengkapnya, lihat di Syarah Hadits Arba’in An-Nawawiyah). (“Tidaklah seseorang beriman” maksudnya adalah -pen). Para ulama berkata, “yakni tidak beriman dengan keimanan yang sempurna, sebab jika tidak, keimanan secara asal tidak didapatkan seseorang kecuali dengan sifat ini.” Maksud dari kata “sesuatu bagi saudaranya” adalah berupa ketaatan, dan sesuatu yang halal. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i. “…hingga dia mencintai bagi saudaranya berupa kebaikan sebagaimana dia mencintai jika hal itu terjadi bagi dirinya.” Syaikh Abu Amru Ibnu Shalah berkata, “Hal ini terkadang dianggap sebagai sesuatu yang sulit dan mustahil, padahal tidaklah demikian, karena makna hadits ini adalah tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai bagi keislaman saudaranya sebagaimana dia mencintai bagi dirinya. Menegakkan urusan ini tidak dapat direalisasikan dengan cara menyukai jika saudaranya mendapatkan apa yang dia dapatkan, sehingga dia tidak turut berdesakan dengan saudaranya dalam merasakan nikmat tersebut dan tidak mengurangi kenikmatan yang diperolehnya. Itu mudah dan dekat dengan hati yang selamat, sedangkan itu sulit terjadi pada hati yang rusak, semoga Allah Ta’ala memaafkan kita dan saudara-saudara kita seluruhnya.” Abu Zinad berkata, “Sekilas hadits ini menunjukkan tuntutan persamaan (dalam memperlakukan dirinya dan saudaranya), namun pada hakekatnya ada tafdhil (kecenderungan untuk memperlakukan lebih), karena manusia ingin jika dia menjadi orang yang paling utama, maka jika dia menyukai saudaranya seperti dirinya sebagai konsekuensinya adalah dia akan menjadi orang yang kalah dalam hal keutamaannya. Bukankah anda melihat bahwa manusia menyukai agar haknya terpenuhi dan kezhaliman atas dirinya dibalas? Maka letak kesempurnaan imannya adalah ketika dia memiliki tanggungan atau ada hak saudaranya atas dirinya maka dia bersegera untuk mengembalikannya secara adil sekalipun dia merasa berat.” Diantara ulama berkata tentang hadits ini, bahwa seorang mukmin satu dengan yang lain itu ibarat satu jiwa, maka sudah sepantasnya dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana mencintai untuk dirinya karena keduanya laksana satu jiwa sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain: “Orang-orang mukmin itu ibarat satu jasad, apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh jasad turut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim) “Saudara” yang dimaksud dalam hadits tersebut bukan hanya saudara kandung atau akibat adanya kesamaan nasab/ keturunan darah, tetapi “saudara” dalam artian yang lebih luas lagi. Dalam Bahasa Arab, saudara kandung disebut dengan Asy-Asyaqiiq . Sering kita jumpa seseorang menyebut temannya yang juga beragama Islam sebagai “Ukhti fillah” (saudara wanita ku di jalan Allah). Berarti, kebaikan yang kita berikan tersebut berlaku bagi seluruh kaum muslimin, karena sesungguhnya kaum muslim itu bersaudara. Jika ada yang bertanya, “Bagaimana mungkin kita menerapkan hal ini sekarang? Sekarang kan jaman susah. Mengurus diri sendiri saja sudah susah, bagaimana mungkin mau mengutamakan orang lain?” Wahai saudariku -semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita diatas keimanan-, jadilah seorang mukmin yang kuat! Sesungguhnya mukmin yang kuat lebih dicintai Allah. Seberat apapun kesulitan yang kita hadapi sekarang, ketahuilah bahwa kehidupan kaum muslimin saat awal dakwah Islam oleh Rasulullah jauh lebih sulit lagi. Namun kecintaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya jauh melebihi kesedihan mereka pada kesulitan hidup yang hanya sementara di dunia. Dengarkanlah pujian Allah terhadap mereka dalam Surat Al-Hasyr: “(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar(ash-shodiquun). Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 8-9) Dalam ayat tersebut Allah memuji kaum Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah untuk memperoleh kebebasan dalam mewujudkan syahadat mereka an laa ilaha illallah wa anna muhammadan rasulullah. Mereka meninggalkan kampung halaman yang mereka cintai dan harta yang telah mereka kumpulkan dengan jerih payah. Semua demi Allah! Maka, kaum muhajirin (orang yang berhijrah) itu pun mendapatkan pujian dari Allah Rabbul ‘alamin. Demikian pula kaum Anshar yang memang merupakan penduduk Madinah. Saudariku fillah, perhatikanlah dengan seksama bagaimana Allah mengajarkan kepada kita keutamaan orang-orang yang mengutamakan saudara mereka. Betapa mengagumkan sikap itsar (mengutamakan orang lain) mereka. Dalam surat Al-Hasyr tersebur, Allah memuji kaum Anshar sebagai Al-Muflihun (orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat) karena kecintaan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin, dan mereka mengutamakan kaum Muhajirin atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka (kaum Anshar) sebenarnya juga sedang berada dalam kesulitan. Allah Ta’aala memuji orang-orang yang dipelihara Allah Ta’aala dari kekikiran dirinya sebagai orang-orang yang beruntung. Tidaklah yang demikian itu dilakukan oleh kaum Anshar melainkan karena keimanan mereka yang benar-benar tulus, yaitu keimanan kepada Dzat yang telah menciptakan manusia dari tanah liat kemudian menyempurnakan bentuk tubuhnya dan Dia lah Dzat yang memberikan rezeki kepada siapapun yang dikehendaki oleh-Nya serta menghalangi rezeki kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tapi, ingatlah wahai saudariku fillah, jangan sampai kita tergelincir oleh tipu daya syaithon ketika mereka membisikkan ke dada kita “utamakanlah saudaramu dalam segala hal, bahkan bila agama mu yang menjadi taruhannya.” Saudariku fillah, hendaklah seseorang berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi agamanya. Misalkan seorang laki-laki datang untuk sholat ke masjid, dia pun langsung mengambil tempat di shaf paling belakang, sedangkan di shaf depan masih ada tempat kosong, lalu dia berdalih “Aku memberikan tempat kosong itu bagi saudaraku yang lain. Cukuplah aku di shaf belakang.” Ketahuilah, itu adalah tipu daya syaithon! Hendaklah kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan agama kita. Allah Ta’ala berfirman: “Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqoroh: 148) Berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan agama, bukan dalam urusan dunia. Banyak orang yang berdalih dengan ayat ini untuk menyibukkan diri mereka dengan melulu urusan dunia, sehingga untuk belajar tentang makna syahadat saja mereka sudah tidak lagi memiliki waktu sama sekali. Wal iyadzu billah. Semoga Allah menjaga diri kita agar tidak menjadi orang yang seperti itu. Wujudkanlah Kecintaan Kepada Saudaramu Karena Allah Mari kita bersama mengurai, apa contoh sederhana yang bisa kita lakukan sehari-hari sebagai bukti mencintai sesuatu bagi saudara kita yang juga kita cintai bagi diri kita… Mengucapkan Salam dan Menjawab Salam Ketika Bertemu “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Tidak maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai: Sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

Berjuang dengan spirit cinta sejati

ini liriknya: tersenyum tetaplah tersenyum tepiskan gundah gelisah hati semua yang dan telah terjadi biar pergi tetaplah tatap harimu dengan asa cinta dan citamu ijinkan semua menjadi indah pada waktunya nanti ingatlah Tuhan telah berfirman ‘Aku bagaikan yang kau sangkakan’ maka yakinlah harapan pasti datang hujan kan reda kemarau tiba hadir pelangi warnai bumi cinta dan cita akan hiasi hari harimu nanti bukankah Dia telah berjanji tiada doa yang tak terijabahi memohonlah dengan sepenuh hati istajib yaa Robbi Sambil dengerin musik, tak ada salahnya sambil baca-baca untuk menambah wawasan nusantara… smoga bermakna :) berjuang dengan spirit cinta sejati Menuju kekuatan cinta Hidup merupakan sebuah perjuangan jika dihadapkan pada sebuah cita-cita yang hendak diwujudkan, sebuah cita-cita yang begitu menghasrat dalam jiwa yang jika tercapai muncul perasaaan bahagia tiada terkira. Harapan dari perjuangan itu sendiri adalah perubahan dari keadaan kehidupan menuju keadaan yang lebih baik dan sempurna. Di dalam perjuangan untuk mengharapkan adanya perubahan, apapun perubahan itu, memang banyak hal yang harus dilalui, berbagai aral dan rintangan datang menghadang. Terkadang bahkan pada awalnya kita berpikir bahwa jalan yang harus kita tempuh untuk mencapai perubahan yang diinginkan adalah jalan yang tidak wajar, mengingat sepertinya perubahan yang kita harapkan adalah hal yang sulit dan begitu mengangkasa untuk digapai. Ada sebuah key, sebuah kata kunci, agar kita tidak pernah berhenti untuk berjuang. Apakah itu … kunci itu adalah adalah kita memiliki kekuatan cinta di dalam hati kita, cinta terhadap apa yang kita perjuangkan,tak peduli apa yg menjadi cita-cita itu. Jangan pernah untuk memandang rendah arti kekuatan cinta, karena kekuatan cinta adalah suatu hal yang dapat memberikan perubahan. Ada satu point yang harus kita ketahui, kekuatan perubahan itu bermula ketika adanya ketukan di dalam hati kita. Ketika hati Kita tergerak, berarti kita sudah ada kesadaran, dan kesadaran itulah yang akan membuat Kita memiliki kekuatan cinta yang akan membuat satu perubahan. Cinta itu begitu kuat, terkadang menembus batas imajinasi, bahkan lebih kuat dari pada maut. Kekuatan cinta memang luar biasa, namun satu hal juga yang harus diketahui, bahwa perubahan itu terkadang bersifat evolutif, begitu lambat. Hanya saja kekuatan cinta yang murni dan ikhlas memang harus melalui proses pembidikan, bahkan terkadang harus menggunakan senapan sepuluh kali F16 agar tepat pada sasaran menembus jantung hati hingga luka. Namun dengan pembidikan yang tepat, kekuata cinta akan berkobar. Cinta juga butuh pengasahan, terkadang harus menggunakan pisau yang diasah sangat tajam yang mampu membuat sisi-sisi hati menjadi luka. Namun, dengan asahan itulah the power of love yang ada akan teruji. Di dalam sebuah proses jatuh bangun adalah hal yang wajar, dan itulah salah satu ujiannya, sanggupkan. Akan ada kesedihan dan deraian air mata yang tidak sedikit, karena memang ketika kita berada dalam proses tersebut, kita akan merasakan sakit yang teramat dalam, dan bisa jadi terbetik dalam hati bahwa perubahan yang diharapkan ibarat sebuah harapan kosong yang berujung pada menyerah dan berhenti dalam perjuangan. But, remember … jangan sekali-kali proses itu membuat kita letih lalu menyerah dan terus-menerus mengafirmasikan bahwa perubahan yang diharapkan adalah sebuah harapan kosong dan impian di kala tertidur, yakin saja melalui proses pengasahan dan linangan air mata, kekuatan cinta yang yang ikhlas akan menjadi nyata dan menjadi daya yang tak mampu dihentikan oleh tsunami sekalipun, dan dengan kekuatan cinta yang telah ada, Kita sanggup memberikan perubahan yang pasti terhadap keadaan yang memang membutuhkan perubahan. Bukankah segala sesuatu akan menjadi indah pada waktunya. Jadi jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah. Ujian yang datang hadapi dengan kerelaan, dalam pengertian hadapi itu. Perubahan pasti akan terjadi pada waktu yang tepat. Kekuatan cinta akan membius derita perjuangan. Percayalah padaku, kali ini saja :D , percaya apa? Percayalah bahwa sesuatu yang mungkin untuk diwujudkan secara rasional, hal itu mungkin diwujudkan secara faktual, sehingga layak untuk diperjuangkan, tak ada sesuatu yang mustahil jika sesuatu itu bisa dipikirkan. Miliki respect terhadap apa yang anda pikirkan, cintai sebuah gambaran yang dinginkan dan perjuangkan. Cinta pada Allah menumbuhkan Kekuatan yang luar biasa Ingin kutunjukkan padamu bahwa ada satu cinta yang jika Kita memilikinya akan menjadikan Kita orang yang takkan pernah putus asa, sebuah cinta dengan kekuatan yang luar biasa. Ya, ada satu cinta, cinta yang paling kuat dalam kehidupan dunia ini. Saat Kita tidak memiliki cinta ini, sungguh betapa celaka diri kita, indikasi Kita sudah menyia-nyiakan hidup Kita. Kenapa?? Karena Inilah sebuah cinta yang paling besar. The great of love, satu cinta yang akan memberikan sebuah kekuatan tak terbatas kecuali maut, sebuah kekuatan yang memotivasi para mujahid di medan perang. Cinta ini mampu membius seseorang dari rasa takut mati, rasa takut apapun itu, juga dari rasa sakit, putus asa, sebuah cinta yang tidak akan pernah membawa apapun selain kemenangan, tidak takut apa pun, demi sebuah cinta. Cinta apakah itu? Cinta ini tidak lain dan tidak bukan adalah cinta kepada Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah:165) Banyak sudah kisah yang teriwayatkan betapa kecintaan pada Allah telah menumbuhkan semangat perjuangan yang hampir-hampir menembus batas imajinasi, dia benar-benar nyata. Satu contoh saja pada awal tahun kedelapan hijriah Rasulullah saw. menyiapkan pasukan tentara untuk memerangi tentara Rum di Muktah. Beliau mengangkat Zaid bin Haritsah menjadi komandan pasukan. Rasululalh saw. bersabda, “Jika Zaid tewas atau cidera, komandan digantikan Ja’far bin Abi Thalib. Sekitainya Ja’far tewas atau cidera pula, dia digantikan Abdullah bin Rawahah. Dan, apabila Abdullah bin Rawahah cidera atau gugur pula, hendaklah kaum muslmin memilih pemimpin/komandan di antara mereka. ” Setelah pasukan sampai di Muktah, yaitu sebuah kota dekat Syam dalam wilayah Yordan, mereka mendapati tentara Rum telah siap menyambut kedatangan mereka dengan kekuatan 100.000 pasukan inti yang terlatih, berpengalaman, dan membawa persenjataan lengkap. Pasukan mereka juga terdiri dari 100 ribu milisi Nasrani Arab dari kabilah-kabilah Lakham, Judzam, Qudha’ah, dan lain-lain. Sementara, tentara kaum muslimin yang dipimpin Zaid bin Haritsah hanya berkekuatan 3000 tentara. Kita bisa bayangkan 100.000 degan perlengkapan perang lengkap dan pasukan terlatih berbanding 3.000 pasukan dengan bekal iman pada Allah dan Rasulnya. Apakah mereka lari? Tidak … Begitu kedua pasukan yang tidak seimbang itu berhadap-hadapanan, pertempuran segera berkobar dengan hebatnya. Zaid bin Haritsah gugur sebagai syuhada ketika dia dan tentaranya sedang maju menyerbu ke tengah-tengah musuh. Melihat Zaid jatuh, Ja’far segera melompat dari punggung kudanya yang kemerah-merahan, lalu dipukulnya kaki kuda itu dengan pedang, agar tidak dapat dimanfaatkan musuh selama-lamanya. Kemudian secepat kilat disambarnya bendera komando Rasulullah dari tangan Zaid, lalu diacungkan tinggi-tinggi sebagai tkita pimpinan kini beralih kepadanya. Dia maju ke tengah-tengah barisan musuh sambil mengibaskan pedang kiri dan kanan memukul rubuh setiap musuh yang mendekat kepadanya. Akhirnya musuh dapat mengepung dan mengeroyoknya. Sementara dia bersenandung menyanyikan sajak nan indah. Wahai … surga nan nikmat sudah mendekat Minuman segar, tercium harum Tetapi engkau Rum … Rum… Menghampiri siksa Di malam gelap gulita, jauh dari keluarga Tugasku … menggempurmu …. Ja’far berputar-putar mengayunkan pedang di tengah-tengah musuh yang mengepungnya. Dia mengamuk menyerang musuh ke kanan dan kiri dengan hebat. Suatu ketika tangan kanannya terkena sabetan musuh sehingga buntung. Maka dipegannya bendera komando dengan tangan kirinya. Tangan kirinya putus pula terkena sabetan pedang musuh. Dia tidak gentar dan putus asa. Dipeluknya bendera komando ke dadanya dengan kedua lengan yang masih utuh. Tetapi, tidak berapa lama kemudian, kedua lengannya tinggal sepertiga saja dibuntung musuh. Secepat kilat Abdullah bin Rawahah merebut bendera komando dari komando Ja’far bin Abi Thalib. Pimpinan kini berada di tangan Abdullah bin Rawahah, sehingga akhirnya dia gugur pula sebagai syuhada’, menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid lebih dahulu menemui Dzat yang dicintainya dan atas anugerah surga yang telah dijajikanya. Cinta pada Allah sebagai refleksi iman seorang hamba padaNya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ الْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ. (رواه الترمذي). “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR.At Tirmidzi) Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda: مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ اْلإِيْمَانَ. (رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن). “Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan). Jika ada zat di dunia ini yang harus di cintai, yang harus di kagumi, yang harus dipuja dan dipuji maka dia adalah Allah, zat yang telah menciptakan langit dan bumi beserta apa yang ada di antara keduanya. Bukankah ketika seseorang mencintai kecantikan atau ketampanan orang lain, bukankah wujud itu Allah jua yang menciptakan, bukankah ketika seseorang mecintai rumah, sawah ladang dengan aneka buah-buahan Allah juga yang telah menciptakanNya. Bukankah segala yang ada dalam kehidupan ini karena diadakan oleh Allah. Oleh karenanya sudah sepantasnya jika kecintaan pada Allah harus menempati posisi paling tinggi jika harus dibandingkan dengan kecintaan terhadap apa-apa yang telah diwujudkan oleh Allah, yang mengundang hasrat cinta dalam diri manusia. Inilah kecerdasan mencintai (LOVING INTELEGENT) yang sudah seharusnya dimiliki oleh seluruh manusia yang meyakini bahwa segala yang ada berawal dari ketiadaan lalu Allah menjadikannya ada. Oleh karena itulah Allah membuat ancaman: “Katakanlah jika babak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri isteri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuwatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai; itu lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya, dan daripada berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya” (QS. At taubah, 24). Menumbuhkan cinta pada Allah cinta senantiasa berkaitan dengan amal. Dan amal sangat tergantung pada keikhlasan hati, disanalah cinta Allah berlabuh. Itu karena Cinta Allah merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecintaan yang terpuji, bukan kecintaan yang tercela yang menjerumuskan kepada cinta selain Allah. Agar kecintaan seorang hamba pada Allah senantiasa bersemi, cinta itu harus senantiasa dipupuk, karena banyak hal yang dapat menyeret seorang hamba mencintai makhluk melebihi kecintaannya pada Allah. Di bawah ini merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk pendekatan pada Allah agar cinta tumbuh dan berkembang sekaligus bersemi, hingga membuahkan kekuatan cinta karena Allah. 1. Membaca al-Qur’an dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar. Itu tidaklain adalah renungan seorang hamba Allah yang hafal danmampu menjelaskan al-Qur’an agar dipahami maksudnya sesuai dengan kehendak Allah swt. Al-Qur’an merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak bisa ditandingi dengan kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan “Membaca Al-Qur’an merupakan kemuliaan, dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas mahluk lainnya. Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan semacam itu, malah mereka selalu berusaha mendengarkannya dari manusia”. 2. Taqarub kepada Allah swt, melalui ibadah-ibadah sunnah setalah melakukan ibadah-ibadah fardlu. Orang yang menunaikan ibadah-ibadah fardlu dengan sempurna mereka itu adalah yang mencintai Allah. Sementara orang yang menunaikannya kemudian menambahnya dengan ibadah-ibadah sunnah, mereka itu adalah orang yang dicintai Allah. Ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah, diantaranya adalah: shalat-shalat sunnah, puasa-puasa sunnah,sedekah sunnah dan amalan-amalan sunnah dalam Haji dan Umrah. 3. Melanggengkan dzikir kepada Allah dalam segala tingkah laku, melaui lisan, kalbu, amal dan perilaku. Kadsar kecintaan seseorang terhadap Allah tergantung kepada kadar dzikirnya kepadaNya. Dzikir kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan orang yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah aza wajalla berfirman :”Aku bersama hambaKu,s elama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepadaKu”. 4. Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri. Memprioritaskan cinta kepada Allah di atas cinta kepada diri sendiri, meskipun dibayang-bayangi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak lebih mencintai diri sendiri. Artinya ia rela mencintai Allah meskipun beresiko tidak dicintai oleh mahluk. Inilah derajat para Nabi, diatas itu derajat para Rasul dan diatasnya lagi derajat para rasulul Ulul Azmi, lalu yang paling tinggi adalah derajat Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab beliau mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya kepada Allah. 5. Kontinuitas musyahadah (menyaksikan) dan ma’rifat (mengenal) Allah s.w.t. Penglihatan kalbunya terarah kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Kesadaran dan penglihatan kalbunya berkelana di taman ma’rifatullah (pengenalan Allah yang paling tinggi). Barang siapa ma’rifat kepada asma-asma Allah, sifat-sifat dan af’al-af’al Allah dengan penyaksian dan kesadaran yang mendalam, niscaya akan dicintai Allah. 6. Menghayati kebaikan, kebesaran dan nikmat Allah lahir dan batin akan mengantarkan kepada cinta hakiki kepadaNya. Tidak ada pemberi nikmat dan kebaikan yang hakiki selain Allah. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allah s.w.t. Sudah menjadi sifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua nikmat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allah secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya. 7. Ketertundukan hati secara total di hadapan Allah, inilah yang disebut dengan khusyu’. Hati yang khusyu’ tidak hanya dalam melakukan sholat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini, akan mengantarkan kepada cinta Allah yang hakiki. 8. Menyendiri bersama Allah ketika Dia turun. Kapankan itu? Yaitu saat sepertiga terakhir malam. Di saat itulah Allah s.w.t. turun ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksanakan sholat malam agar mendapatkan cinta Allah. 9. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah, maka iapun akan mendapatkan cinta Allah s.w.t. 10. Menjauhi sebab-sebab yang menghalangi komunikasi kalbu dan Al-Khaliq, Allah subhanahu wataala. Saatnya berjuang dengan spirit cinta kepada Allah Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah:165) Kecintaaan pada Allah menumbuhkan cinta terhadap apa yang dicintainya dan menumbuhkan kebencian terhadap apa yang dibenci oleh Allah. Oleh karena itu meskipun seseorang memiliki saudara yang dia cintai, tetapi saudaranya itu mendurhakati Allah, memusuhi dan menentang Allah, rasa cinta yang secara fitroh ada dalam diri manusia terhadap keluarganyapun akan berubah menjadi kebencian. Inilah kekuatan cinta. “Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.” (Al-Mujadalah: 22) demikian juga ketika kita menghasratkan sesuatu yang begitu kita ingin namun hal itu tidak diridloi oleh Allah, maka kekuatan cinta akan mengalihkan perasaan itu, dan kita akan mengurungkan niat untuk mewujudkan apa yagn kita senangi itu. Bukankah boleh jadi kita mencintai sesuatu yang dibenci Allah dan sebaliknya? Inilah sebuah kenyataan tentang cinta bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi. Oleh karena itu hedaklah sebuah cita-cita yang hendak kita wujudkan dalam hidup ini tidak berseberangan terhadap apa apa yang telah diturunkan kepada Allah. Bagaimana mungkin kita ingin menjadikan Allah sebagai spirit dalam perjuangan hidup kita kalau yang kita perjuangkan sendiri tidak dicintai oleh Allah, ironiskan? InsyaAllah jika sudah terbentuk spirit perjuangan yang didasarkan cinta pada Allah, maka tidak ada satu kekuatan yang mampu melumpuhkannya, meskipun terkadang harus terhenti untuk memikirkan strategi yang lebih taktis lagi dalam memperjuangkannya. satu hal lagi, bahwa perjuangan yang dilandasi oleh cinta pada Allah yang memiliki konsekuensi logis menjadikan Islam sebagai landasan perjuangannya, maka hal itu akan bernilai ibadah, siapa hamba yang tidak mau beribadah kepadaNya? inilah yang akan mewujudkan kontinuitas dalam berjuang, yaitu semuanya dilakukan karena cinta pada Allah, untuk kemudliaan dan keagungan namaNya, bukankah diri ini hanyalah bagian dariNya, mengapa harus egois dengan melupakan namaNya saat meraih dan berjuang menggapai angan dan cita-cita? terakhir, sebuah petikan “jadikanlah hidup ini menjadi lebih bermakna, dengan menjadikan cinta, untuk Allah semata” artinya: cinta kepada selain Allah hanyalah derivasi dari cinta kepada Allah. So, let’s strugle, work and pray. kata kuncil: kata kata mengharapkan seseorang, gambar sakit hati, gambar orang putus cinta, kata kata benci sama pacar, gambar kata kata putus cinta, arti mimpi putus cinta, kata kata perjuangan cinta, kata kata suka sama seseorang, gambar kata kata islam, kata kata lagi senang, kata kata melupakan seseorang, kata kata cinta pendek, kata-kata semangat untuk orang sakit, ayat untuk sahabat sejati, kata kata dingin,

Izinkan Aku Bahagia Bersamanya

love Senyumku Dakwahku - Sebuah konsep kebahagian yang hakiki; yaitu tujuan hidup kita di dunia ini, baik itu dalam belajar, bekerja, ataupun berusaha, hanya satu saja “mendapatkan ridho Allah SWT”. Akhina & ukhtyma fillah... kau tawarkan rangkaian pesona indah lisanmu tuk meluluhkan hatiku... Perbuatan tingkah lakumu menggambarkan sikap isi hatimu, seakan tak ada sedikit cacat dalam pengetahuan dan pengamalanmu.... Disini aku hanya seorang akhwat menanti janji tuhan akan hadirnya penyempurna dalam hidupku, penyempurna sebagian agamaku.... “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21) Akhina & ukhtima fillah... Siapa aku ini...??? Aku hanya seorang yang mengaku akhwat tak tau diri, yang mempunyai rasa yang begitu besar pada seorang peria yang berjiwa bersih dan 'alim sesempurna dirimu.... Padahal aku hanya seorang Wanita Kotor.... yang ucapan dan prilaku dalam keseharianku tak ada kecocokan antra keduanya! Semua ku serahkan kepada Allah ta’ala semata. ukhty, Tentunya antum pernah mendengar hadits yang tersohor ini. Bahwa wanita dinikahi kerana empat perkara: kecantikannya, hartanya, keturunannya, atau diennya. Maka pilihlah yang terakhir kerana ia akan membawa lelaki kepada kebahagiaan yang hakiki. ukhty fillah... Salahka aku ini...??? Memiliki segumpal rasa dalam sekeping hati yang teramat tulus mencintaimu dan ingin ku Bahagia Bersamamu.... Mulai ku Berharap.... Entah dengan angan yang tak pasti, dan dengan khayal yang tinggi... Yaaaa, mungkin... hanyalah sebuah mungkin............. Tapi... Yang ku yakini saat ini adalah rasah hati yang akan selalu tulus mencintimu sampai takdir menepi dalam ikatan Suci hingga akhirnya aku Bahagia Bersamamu . . . ukhti fillah, Mari kita sucikan hati dengan taubat nasuha. Pesan saya, siapkan diri antum menjadi mujahid. Insya Allah, akan ada ratusan yang akan menyambut uluran tangan antum untuk berjihad bersama-sama.

Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku.. Jadikanlah diriku sebaik-baik hamba yg Engkau ridhoi

Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt. Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya. Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.” Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan. Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” Menyadari bahwa surga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk surga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup. Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahwa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk surga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah. Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal sepele: nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih surga. Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Albaqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia. “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37) Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw. pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan. “Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim) Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. Imam Ghazali pernah memberi nasihat, jika seorang hamba Allah tidak lagi mudah menangis karena takut dengan kekuasaan Allah, justru menangislah karena ketidakmampuan itu.

aku tidak bisa melupakanmu sayang

yayasanBismillahirrahmanirrahim.. Betapa sulit melupakan seseorang yang pernah mengisi hati. Kamu mungkin pernah mengalaminya, karna perasaan seperti ini banyak yang merasakannya. Bukan hal yang tabu ketika kamu membicarakannya agar kamu bisa mengolah rasa itu menjadi rasa yang tidak menimbulkan kegetiran dalam menjalankan hidup. Rasa cinta memang fitrah, tapi keadaan lah yang merubah fitrah itu menjadi sebuah fitnah. Keinginan untuk dicintai dan mencintai menjadi tombak seseorang untuk merasakan cinta yang belum halal. Melupakan orang yang pernah kamu cintai memang bukan perkara mudah, bukan hanya orang yang melaksanakan ‘pacaran’ saja yang pernah merasakan hal ini. Tapi bagi orang yang tak pernah merasakan pacaran bahkan tak pernah mengungkapkan isi hatinya pun merasakan hal ini. Ini lah bukti bahwa cinta yang fitrah bisa menjadi fitnah yang nyata bila tak diolah dengan bijak. Sadarilah bahwa kamu sedang melangkah untuk menjadi lebih baik. Sudah seharusnya ketika si ‘dia’ tak bisa kamu miliki, dia sudah menjadi bagian masa lalu mu. Kalo memang sulit untuk melupakannya, tak perlulah tiba-tiba harus dilupakan. Tapi biarlah si dia menjadi pengingat mu bahwa masih ada cinta sejati yang menunggumu didepan, karna kamu bukan menanti masa lalu. Si dia dengan kehidupannya dan kamu dengan kehidupanmu, ini lah yang harus kamu tekankan dalam perjalanan hidupmu. Toh ketika kamu berusaha keras melupakan si dia, dia justru sedang asyik melenggang tanpa memikirkanmu. Lantas siapa yang merugi kalo seperti ini.Rasa sakit karna ternyata dia gak memilihmu untuk menjadi pemberhentian terakhir , bukan berarti menjadikanmu lupa bahwa Allah selalu ada disampingmu. Apalagi bagi kamu yang ingin melupakan si dia karna pernah melegalkan aktivitas pacaran. Justru Allah sangat sayang padamu, Dia bebaskan kamu dari aktivitas maksiat. Harusnya kamu bangga dan senang Allah masih perhatian padamu. Kamu dituntun untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, dengan cinta yang diberikanNya. Dari sini lah kamu harus bersadar diri, bahwa melupakan mantan kekasih yang tak pernah halal bagimu adalah sebuah kebangkitan. Bangkit dari keterpurukan maksiat yang pernah kamu lakukan dan bangkit untuk memperjuangkan agama Allah. Anggaplah cinta pada mantan kekasihmu yang masih kamu simpan sampai saat ini adalah bagian dari pengingatmu akan masa lalu, agar kamu tak pernah mengulanginya lagi. Sungguh merugilah bagi orang yang dituntun menjadi lebih baik, namun dia kembali mengikuti alur masa lalunya. Sedangkan bagi yang tak pernah pacaran, tapi pernah merasakan jatuh cinta yang sangat pada si dia. Namun dia tak menambatkan hatinya padamu, dan memilih menambatkan hatinya pada orang lain. Kamu mungkin merasakan sakit yang lebih dahsyat, karna kamu tak pernah mengungkapkan rasa cintamu. Disebabkan kamu ingin menjaga hati dan izzah mu juga dia. Masalah hati ini memang tak bisa dipecahkan secara rasional, karna sekali lagi ini masalah perasaan yang hanya kamu lah yang tahu seberapa besar dan seberapa dahsyat. Namun harus ada keberanian yang kuat untuk melupakannya, sangat disayangkan penjagaanmu terhadap izzah harus tercoreng karna cinta yang tak pernah dihalalkan. Ibarat minum obat, kamu harus berani minum obat yang pahit sekalipun agar kamu segera sembuh dari sakitmu. Yang perlu kamu selalu ingat dan tekankan pada hatimu adalah kelak akan ada orang yang lebih berhak untuk mendapat cinta sejatimu dari pada orang yang sekarang ini tak mampu kamu lupakan. Tak mungkin juga kamu akan lebih mencintai si dia yang tak halal bagimu daripada orang yang telah halal bagimu, hal ini harus segera ditegaskan dalam hatimu. Bahwa kelak ada orang yang patut kamu cintai. Tak kunjung habis air mata ini.. Mengingatmu dalam derai hujan.. Mengingatmu dalam kehangatan senja Mengingatmu dalam keheningan malam.. Ku tak mampu kehilanganmu.. Tapi pelangi kembali memancarkan warnanya.. Ketika badai cinta telah mampu ku pupuskan.. Karna ku yakin Allah lah yang akan mengganti cinta ini.

aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu

Assalamualaikum "Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu..hilanglah cintaku padamu" (Imam Nawawi) Rasulullah SAW bersabda : “Dinikahi perempuan itu kerana 4 perkara: Pertama, kerana hartanya. Kedua, kerana keturunannya. Ketiga, kerana kecantikannya. Keempat, kerana agamanya. Maka yang lebih utama adalah perempuan yang beragama, pasti engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari Muslim) Kerana agama, aku memilih dikau. Kerana agama, bukan rupa, bukan harta..tetapi agama. Saya pernah terbaca, hadith tersebut bukan sahaja kita gunakan sebagai kriteria pemilihan isteri bahkan juga seorang suami. Meskipun tak dinafikan harta itu penting, paras rupa itu penting, keturunan itu penting..tetapi, syarat paling utama ialah ketaatan nya dalam menjalankan perintah Allah s.w.t. Jika itu menjadi dasar yang paling penting, insyaAllah semuanya akan menjadi mudah seperti dimurahkan rezeki sama ada dari sudut harta mahupun anak bahkan menjadi penyejuk mata serta sedap memandang begi pasangan hidup masing-masing. Bukankah itu lebih baik? Saya pernah menonton satu slot di tv al hijrah iaitu Madrasah Syariah tentang kriteria pemilihan pasangan hidup. Ustaz tu kata, kalau nak diikutkan statistik..mereka yang bernikah disebabkan agama..penceraian yang berlaku adalah lebih kecil berbanding mereka yang bernikah atas dasar nafsu semata-mata. Bahkan daripada penceraian tersebut pula adalah disebabkan kehadiran orang ketiga dan bukan atas dasar pasangan itu sendiri contohnya masuk campur ahli keluarga dan lain-lain. Memang dalam Islam, penceraian itu adalah halal dan bercerai juga adalah salah satu jalan terbaik sekiranya sudah tiada persefahaman dalam hidup. Namun, ia adalah jalan terakhir. Setiap orang yang bernikah pasti ada impian untuk bersama-sama sampai bila-bila dan yang paling penting, cinta sampai ke syurga. Betul kan? Sumai perlu menjadi imam..bukan sahaja di dalam solat, bahkan di luar solat. Imam juga bermaksud ketua, suami jadi tempat rujuk dan dia juga perlu pastikan isteri dan keluarganya tetap pada jalan Allah. Jika tiada ilmu agama, mana mungkin keluarga sakinah ini akan wujud? Isteri juga begitu, menjadi makmum. Perlu mengikut apa yang disuruh oleh suami selagi mana tidak bercanggah dengan agama. Jika tiada agama, mana mungkin ia akan berlaku? Jika lelaki seorang yang kuat, dia boleh memilih wanita yang kurang agamanya untuk dijadikan isteri. Namun, janji Allah itu pasti. Jika inginkan pasangan beriman, kita mesti jadi orang yang beriman. Surah An-Nur ayat 26 yang bermaksud : “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” Dalam kriteria pemilihan pasangan hidup, pastikan agama adalah yang paling penting malah melebihi syarat-syarat yang lain. InsyaAllah akan selamat hidup kita ♥ "Kerana agama, aku jatuh cinta"

(SIAPA MAHASISWA ITU???)

mahasiswa sebagai penuntut ilmu. mahasiswa sebagai organisator. mahasiswa sebagai da’i. mahasiswa sebagai seorang pemimpin. mahasiswa sebagai generasi penerus. mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat. mahasiswa sebagai santri. mahasiswa sebagai pekerja. mahasiswa sebagai…….??? (masih ada begitu banyak jawaban yang seharusnya mampu di tuliskan oleh seseorang yang menyanang gelar “Mahasiswa”) >>>>>> dari dunia ini…aku rasa…sudah ku temukan semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. aku katakan..ALLAH begitu menyayangi ku…Ia tahu apa-apa yang tersimpan atau bahkan hanya terlitas di hati…Ia lah yang menjawab semua pertanyaanku dengan caranya…Ia lah yang mengabulkan segala harapan ku…Ia lah yang menghadirkan kebahagiaan dalam hari-hari ku…dan Ia pun lah yang telah menyeka setiap tetesan air mata yang pernah hadir. dan di saat ini…aku berharap ….Aku ingin segera lulus dari dunia ini.. dunia yang telah banyak memberiku kesempatan untuk belajar… klo pun aku akan memasuki dunia ini lagi..mungkin tidak di kampus yang sama…terlalu banyak kenangan dan catatan yang telah tertulis di kampus ini… ada kekecewaan yang terkadang memasak untuk menyeruak…tapi terus aku tahan dengan kebahagiaan2 yang pernah aku dapat…dan tak jarang semua itu membuatku sesak… Dan itu mungkin karena ambisi atau idealisme ku…yang (terkadang) sulit untuk aku kendalikan. melihat yang tak seharusnya…melihat amanah-amanah yang tak mampu ku tunaikan dengan optimal…melihat orang-orang hanya mau di mengerti dan di perhatikan..tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang sebaliknya….melihat orang-orang yang tampak tenang-tenang saja…padahal sangat tahu jelas…klo amanahnya tak mampu ia tunaikan dengan optimal…. aku tahu kita manusia bukan lah malaikat..manusia tempatnya segala salah dan kekurangan bersemayam…tapi yakinlah…mata manusia pun bisa melihat proses…mata manusia pun bisa melihat usaha…terlebih Sang Maha Melihat….Ia Maha Tahu…atas apa2 yang kamu usahakan… kejengahan itu lah…yang membuat ingin segera lulus dari dunia ini… dunia yang dari dalam lubuk hatiku …aku sukai… ya inilah aku… aku lah Mahasiswa (dengan sifat manusia yang aku miliki…)

Aku Mencintaimu Karena Allah

Ajari aku cinta untuk bersabar.. Untuk menemukan makmum yang benar..
Untuk menjaga segala kemuslimahanmu.. Mengangkat derajat keimananku..
Serta membawaku dalam Indahnya agama Allah.. Ajari aku cinta untuk bertahan..
Pada kebaikan.. Pada keistiqomahan.. Pada Indahnya sendiri tanpa sentuhan haram.. Pada keindahan Cinta yang selalu terpendam..

Ajari aku cinta..

Seperti Para makhluk tuhan yang selalu berdzikir..

Seperti Hamba-hamba Allah yang selalu berfikir..

Di jauhkan dari manusia-manisa kafir..

Dan selalu ada dalam kerendahan hati tanpa kikir..

Ajari aku Cinta..

Aku ingin memilikimu karena TuhanMu, Allah..

Aku ingin menjadi pendampingmu karena Ajaran TuhanMu, Allah..

Aku ingin mencintai dan melengkapai kehidupanku juga hanya ada di jalan TuhanMu, Allah..

Demi Cintaku padamu, Karena Allah..

Hanya Karena TuhanMu, Allah..

Jadilah ma'mum yang sempurna..

Yang selalu mencari cinta di jalan TuhanMu, Allah..

Untukmu Yang akan menjadi ma'mumku..

Biarkan CINTA itu tetap di HATIMU

Mengapa engkau terus menyimpan beban dalam dirimu jika engkau mempunyai Allah sebagai tempat mengadu?
Mengapa engkau takut semua orang membencimu padahal engkau mempunyai Allah yang mengerti dirimu?
Mengapa engkau mengisi hatimu dengan sedih dan penderitaan padahal engkau memiliki Allah yang dapat mengisinya dengan kebahagiaan abadi?
Mengapa engkau memilih nyaman diatas ketidaktenangan padahal ada cinta murniNya yang berbicara tentang kedamaian ?

Bukalah hatimu, biarkan Allah membersihkan semua lukamu,
dan memelukmu dengan cintaNya yang terbesar
karena cuma Allah,yang bisa memberikan itu.

Berdoalah kepada Allah karena Dia mendengarkan semua doa-doamu,
percaya kepada-Nya saja dan bukan kepada yang lain yang menipumu,
lakukanlah apa yang Dia katakan karena Dia adalah penuntunmu,
cintai Allah sungguh-sungguh dan jangan menipuNya.

Jika engkau dalam pertarungan dan tanpa senjata,
maka biarlah CintaNya yang menjadi pedangmu,
Jika engkau terluka dalam pertarungan itu, maka biarlah cintaNya menutup luka dan menghentikan pendarahanmu

Jika engkau merasa kedinginan maka biarlah cintaNya yang menghangatkanmu,
Jika engkau tersandung dan jatuh maka biarlah cintaNya yang menangkapmu
Jika engkau tidak memiliki makanan untuk dimakan lagi maka biarlah kasihNya yang akan mengenyangkanmu
Jika engkau mulai susah bernafas,maka biarlah cintaNya mengisi paru-paru dan menjadi udaramu
Jika engkau tidak mempunyai air untuk minum maka biarlah cintaNya menjadi air penyejuk dahagamu.

ketika engkau tersesat dalam hujan, maka biarlah cintaNya yang menjadi naunganmu
Ketika engkau tersesat dalam gelap, maka biarlah cintaNya menjadi cahaya penuntunmu.
Bahkan ketika engkau tidak dapat melihat maka biarlah cintaNya yang akan menjadi pandanganmu

Ketika engkau salah dalam berargumen. Maka biarlah cintaNya menunjukkan kebenaran
Ketika tidak ada lagi yang mengerti tentang dirimu, maka carilah Allah biarkan cintaNya memahamimu
Ketika tidak ada lagi yang mendengarkanmu, maka biarlah cintaNya yang menjadi pendengar setiamu
Ketika tidak ada lagi yang mempercayaimu maka biarlah cintaNya dikirim untukmu tuk jadi kepercayaan dirimu

Ketika engkau ragu tidak ada lagi yang melindungimu, biarkanlah cintaNya yang menjadi pertahananmu
Ketika engkau merasa tidak ada yang peduli denganmu, maka biarkanlah cintaNya yang memperhatikanmu
Ketika seseorang mengatakanmu bodoh, maka biarkanlah cintaNya yang membuatmu bijaksana
Ketika seseorang meninggalkanmu, maka biarkanlah cintaNya menunjukkan jalanmu

Karena ketika engkau lemah, maka biarkanlah cintaNya yang membuatmu kuat
Karena ketika engkau susah tersenyum, maka biarkanlah cintaNya membuat hatimu tertawa
Ketika engkau tersesat maka biarkanlah cintaNya yang menjadi jalanmu
Ketika engkau susah untuk berbicara maka biarkanlah cintaNya yang menjadi perkataanmu

Bila engkau takut maka biarlah cintaNya merengkuhmu dalam lindunganNya
Bila engkau kecewa maka biarlah cintaNya menjadi jalan pembebasanmu
Bila engkau disakiti maka biarlah cintaNya menyembuhkan sakitmu
Bila engkau mencapai puncak perjalananmu
malaikat langit akan datang para akhirnya untuk menyambutmu .
maka pergilah

Berjalanlah menuju kemegahan surgaNya,
Jangan pergi dihari itu tanpa cintaNya
Engkau tidak akan pernah goyah selama engkau memakai pakaian Tauhid
Jangan biarkan iblis menipu hatimu,
Jangan takut karena cinta Allah akan menaklukkan itu selamanya

Tunggu dan percaya pada cinta Allah
Itu yang terbaik yang bisa engkau miliki,
Tolong jangan menangis lagi,

Dan di dalam hatimu …Biarkan cintaNya itu tetap !!

Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku

Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku..
Izin aku menjauhinya demi kesuciannya..
menjaganya selalu dengan doa…
untuk tak melihatnya dengan rasa nafsu belaka..

Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku..
semoga dia adalah wanita Soleha..
Berbakti kepada ayah bundanya..
selalu menangis karenamu Ya Robb..
dan pandai menjaga diri dengan do’a-do’a..

Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku!
baikkanlah aku seperti kebaikannya…
sabarkanlah aku seperti kesabaran yang dimilikinya..
teguhkanlah niatku seperti niatnya Karena-Mu..
dan biarkan semua mengalir sederhana dan apa adanya..

Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku!
pilihkan tempat yang tepat untuk kami Tuhan..
jauhkan kebodohan dari fikiran kami..
biarkan rasa ini terus ada walaupun dalam diam..
dan Jodohkanlah ia denganku atas Kehendak-Mu untuk bersujud pada-Mu

***
semua hal yang terlihat sangat indah di mata kita sekarang, belum tentu ialah yang tebaik dalam pandangan Allah. semakin seseorang itu menampakkan kesuksesan dan keindahan hanya di muka dunia, ia tak layaknya seorang yang hanya membutuhkan Pujian belaka. Bagaimana Engkau, itulah Jodoh yang akan Allah berikan untukmu. puisi untuk sahabatku Akhi Rahman, semoga berkenan meskipun saya ngerasanya agak berantakan, bukan agak si.. cuma iya berantakan banget :D

Semoga punya seseorang yang Baik dalam Pandangan Allah, bukan dalam pandangan kita :)