Selasa, 12 Desember 2017

WASPADA TERHADAP PREMANISME ORANG ORANG AMBON DI JAKARTA JAWA BARAT DAN SELURUH PULAU JAWA

 BENTROKAN SERING TERJADI DI JAKARTA DEPOK DAN SELURUH PULAU JAWA menyebabkan Mereka sering irih hati,,dengan orang  papua muslim  dan juga sering bentrok dengan muslim papua di jakarta..aslinya pekerjaan  orang2 ambon  ini 99% adalah kolektor.Finance 
rata rata orang ambon di jakarta hanya untuk menghabiskan umat islam di pulau jawa maka dari itu kami muslim papua sarankan terutama  kepada seluruh kaum hawa di pulau jawa waspadalah...krn sering terjadi pemerkosaan serta penculikan  berantai serta mutilasi ,,membalas dendam atas kejadian perang agama di ambon dan di poso..
kami juga mengingatkan kepada seluruh Pemilik Kost dan kontrakan di pulau jawa,,di sarankan tidak menerima mengisi kontrak anda oleh orang oarang ambon  
 waspadalah terhadap oarang2 ambon di pulau jawa  terutama   kaum muslimah/ wanita muslim.ini kami beritakan secara langsung supaya tetap waspada...

 tujuan utama orang ambon di pulau jawa untuk membalas dendam alias berncana menghabiskan umat islam yang ada di sekitar pulau jawa  ingat  tetap waspada


Jumat, 13 Oktober 2017

Gadis Cantik Itu...

Gadis Cantik Itu...


Gadis cantik itu selalu tersenyum bahagia
Senyumnya memberikan makna dalam jiwa
Ingin Rasanya hati ini mengutarakan cinta
Cinta yang tulus dari hamba yg takut tuhannya

Keanggunannya membuatku tak mampu mengutarakan kata
Untaian kata cinta yang menggetarkan hati seorang hamba
Gadis cantik itu selalu menyapa dengan senyum khasnya
Bagaikan kilauan cahaya menerangi malam yang gelap gulita

Gadis cantik itu senantiasa bergembira ria
Tak ada duka membayangi Hari-Harinya
Begitulah Dia bersyukur kepada Tuhan-Nya
Yang selalu memberikan cinta kepadanya..

Terdiam kuberfikir akan realita kehidupan umat manusia
Kehidupan yg penuh ujian, rintangan, harapan, yg takkan sia-sia
Begitulah hidup gadis cantik yang manis rupanya
Takkan pernah lupa bahwa hidup didunia hanyalah sementara

CINTA KU BERAKHIR DI UJUNG SAJADAH

CINTA KU BERAKHIR DI UJUNG SAJADAH

Panasnya mentari tak mampu
Menghangatkan jiwa ku…..
Terlalu lelah dan letih jiwa dan raga ini…
Seakan harus merangkak untuk menghadapi hari esok….
Dinginnya malam pun tak mampu menyejukkan batin ini…
Saat rasa rindu mulai menerpa keresahan ku mulai tersipu…..
Akan bayang-bayangnya….kasih dimana engkau???
Adakah janji manis itu telah terlupakan…
Berapa lama aku harus bersabar dengan sikapmu?
Kemana cinta yang kau agungkan slama ini?
Haruskan aku tertawa dalam tangis agar tak ada
Yang tau kesedihanku?
Kasih…. Aku rindu canda tawamu,
Aku haus akan kasih sayangmu, kelembutanmu,
Perhatian mu dan belai manjamu… tapi semua
Itu tak bisa lagi kurasakan karena kini kau telah membagi
Hatimu buat yang lain….
Kasih… jika memang impian itu tak bisa lagi terukir..
Izinkan aku pergi dari hidupmu, jangan siksa aku
Dengan ketidakpastian mu… aku merindukan sosok mu yang dulu
Yang slalu menjadi penuntun bagiku….
Ya… Allah jika memang dia bukan jodoh ku
Mudahkanlah hati ini melupakan semua tentangnya…
Iklaskan hati ku melihat kebahagianya dengan sosok lain..
Jangan sisakan benci dan dendam diantara kami….
Biarkanlah diri ini kembali mendekatkan diri kepadamu..
Aku percaya jodohku telah engkau tentukan meskipun
Bukan dirinya… biarkan tetesan air mata ini berlinang
Untu yang terakhir ..ku ingin mengahiri cintaku diujung sajadah……
Berilah aku cinta yang hakiki, cinta yang halal
Dunia akhirat.. yang mampu menjaga ku dari gejolak nafsu…
Aku rindu cinta mu Ya… Allah, Tuntun aku kejalan yang
Engkau ridhai.. Jangan Siksa hatiku dengan cinta duniawi….
Biarkan cinta ini berakhir diujung sajadah
Dalam sujud ku, Tasbih ku dan doa suci ku Kepada Mu….

Minggu, 08 Oktober 2017

ZAKAT PEMPERKAYA IMAN DAN HARTA KITA

rekening zakat anda

KaMU YG Sholehah


Bila kau hadir dalam takdirku,
Tak berdaya menafikannya,
Pertemuan sudahpun bertaut,
Terlihat sinar di wajahmu…
Tenang hatiku tenang,
Sejuk bila memandangmu,
Bukan kerana nafsu meronta,
Tapi pandangan yang menginsafkan…
Walaupun ku tidak bisa melihat,
Ketulusan hati yang tersembunyi,
Namun kutahu kau punyai hati,
Sentiasa mengharap redha Ilahi…
Malu diriku menatap dirimu,
Kerana kehormatanmu terpelihara,
Takut untukku mencemari kesucian,
Kau tutup tubuhmu dengan kebaikan…
Indah kata bukan kerana suara,
Bukan jua kerana bijak berbahasa,
Bicara dan hujahmu pada kebenaran,
Kejahilan diriku mulai dilunturkan…
Kemesraan tidaklah dibanggakan,
Kehormatan bergaul lebih diutamakan,
Terkadang segan untukku berteman,
Kerana kau tahu larangan Tuhan…
Perihal dirimu buatku berfikir,
Sebagai Adam mampukah aku,
Menasihati dirimu dalam kebaikan,
Meluruskan bengkok rusukmu itu…
Sebaliknya aku yang selalu berharap,
Menobatkan dirimu menjadi sayap kiriku,
Membantuku menuju jalan-Nya,
Agar imanku terus meningkat…
Kiranya kau tahu di dalam hatiku,
Tersimpan sebuah harapan,
Mungkin tak bisa tuk meneruskan,
Kerna kutahu kau solehah…
Semoga dirimu dalam ketakwaan,
Haruman dirimu wangian iman,
Akhlakmu tersemai benih mahmudah,
Sentiasa dirimu digelar kau solehah…

SENYUM DAN KEPEDIHAN SEORANG ANAK YATIM PIATU


Seketika kulihat mereka di dalam senyuman, ada kepedihan yang tak pernah tersentuh oleh dunia, dalam sepi terlihat keluguan mereka yang tak pernah terjamah, seakan dunia tak pernah peduli atas apa yang mereka rasakan hari ini, duka tak pernah mereka tunjukan, dan suka tak pernah mereka dapatkan..

Menjalani hidup yang keras, dan lalui kejamnya dunia tanpa ada belaian kasih sayang dari kedua orang tua tercinta, dalam hati mereka mengiba dan dalam hati mereka tak henti slalu berdoa, tetapi tak pernah mereka tunjukan kepada dunia apa yang ingin mereka keluhkan, berusaha tegar meski dunia tak pernah bersahabat, dan berusaha ikhlas meski hati slalu mengingkarinya..

Meskipun mereka tak pernah meminta, tetapi dalam hati kecilnya berdoa agar ada seseorang yang hadir dikehidupan mereka, seseorang yang berhati kepedulian untuk berbagi kebahagian dan cinta dengan mereka..

Sudahkah kita siapkan bekal untuk kehidupan setelah mati ???.......



(Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-NYA.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.) ( QS.Ar-Rahman: 29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang
menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru, " Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir; kendaraan menyimpang
jauh dari jalurnya; dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya,
mereka akan menyeru, " Ya Allah ! "

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka
yang tertimpa akan selalu berseru, " Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan
digeraikan, orang-orang mendesah, " Ya Allah !"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa
menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka
pun menyeru , " Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup
dan jiwa serasa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus
Anda pikul, menyerulah, " Ya Allah! "

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Kusebut nama-MU dengan lantang di saat fajar menjelang,
dan fajarpun merekah seraya menebar senyuman indah

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang
menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggudah-
gulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-NYA.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan,
julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke
arah-NYA untuk memehon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain
hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-NYA.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi
menegang, dan iman kembali berkobar-kobar.
Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-NYA, keyakinan akan
semakin kokoh. Karena,
(Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamban-NYA.) QS. Asy-Syu'ra:19

Allah : Nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling
indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.
(Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia
(yang patut disembah) ? ) QS.Maryam : 65

Allah : Milik-NYA semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,
kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.
(Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa
lagi Maha Mengalahkan) QS. Ghafir : 16

Allah: dari-NYA semua kasih-sayang, perhatian, pertolongan, bantuan,
cinta dan kebaikan.
(Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah
datangnya) QS. An-Nahl: 53

Allah: Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.
Betapun kulukiskan keagungan-MU dengan deretan huruf,
Kekudusan-MU tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, di tengah keagungan-MU, wahai Rabku

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan
kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi
rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju
keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam
ini rasa kantuk dari-MU yang menentramkan, tuangkan dalam jiwa yang
bergolak ini kedamaian, dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.
Wahai Rabb, tunjukanlah pandangan yang kebingungan ini kepada
cahaya-MU, bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-MU
nmerapat ke hidayah-MU!

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan
memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan
secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan
bantuan bala tentara-MU!

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah
kegundahan dari jiwa kami semua!

Kami berlindung kepada-MU dari setiap rasa takut yang mendera,
hanya kepada-MU kami bersandar dan bertawakal, hanya kepada-MU
kami memohon, dan hanya dari-MU lah semua pertolongan.
Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah
sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Sabtu, 07 Oktober 2017

indahnya hidup saat kita istiqomah di jalan-Nya


Subhanallah, benar2 suatu keindahan yang tiada tara saat kita berkomitmen untuk taat pada Allah dan tidak mendurhakai-Nya. Banyak keindahan dan hikmah yang kita dapatkan saat kita benar2 istiqomah di jalan-Nya. Hanya saja, satu hal yang perlu kita catat yaitu komitmen itu memang benar2 kita laksanakan dengan sepenuh hati, tidak hanya ucapan belaka.

Tapi memang untuk selalu istiqomah di jalan-Nya bukan hal yang mudah, selalu saja ada ujian. Di saat kita ingin taat selalu saja ada halangan untuk melaksanakan ketaatan itu. Halangan terbesar berasal dari diri sendiri, yaitu perasaan malas untuk taat pada-Nya. Dan di setiap saat selalu saja ada godaan agar kita melanggar apa yang Allah haramkan. Itulah makanya, kenapa tidak banyak orang yang benar2 istiqomah, karena ujian menjadi org istiqomah memang berat. Kalau saja ujiannya tidak berat tentu semua orang menjadi baik. Di saat Allah menciptakan kebaikan, di situ juga disiapkan ujian, untuk membuktikan siapa yang benar2 konsisten melaksanakan kebaikan itu dan siapa yang melenceng di tengah jalan.

Ujian untuk istiqomah di jalan-Nya memang sering hadir dalam bentuk keraguan. Yaitu, apakah yang kita lakukan in benar? Karena seringkali Allah tidak membalas perbuatan baik kita langsung tunai. Malah sebagian besar ditunda untuk diberikan di akhirat nanti. Nah, banyak orang yang tidak sabar untuk menerima balasan dari Allah. Manusia selalu ingin tergesa-gesa, di saat berbuat baik inginnya langsung dibalas. Padahal itu ujian juga, ujian apakah manusia mempercayai hari akhir atau tidak, percaya surga atau tidak, percaya pada balasan dari Allah atau tidak. Dan bagi yang benar2 beriman tidak akan pamrih ingin menerima balasan dari Allah, karena dia yakin janji Allah selalu benar dan Allah tidak mungkin menzalimi hamba-Nya, sedikitpun.

Maka dari itu, marilah berusaha istiqomah di jalan-Nya. Dengan mempelajari kewajiban kita pada-Nya dan berusaha melaksanakan. Dan mempelajari apa saja larangan Allah dan berusaha menjauhi. Yakinlah, keindahan sejati adalah ketika kita konsisten istiqomah di jalan-Nya. InsyaAllah.

Senin, 02 Oktober 2017

DO,A HARIAN YANG INDAH

Ya Allah, saya memohon kepada-Mu, rahmat dari sisi-Mu. Dengan rahmat-Mu Engkau menerangi hatiku. Dengan rahmat-Mu Engkau mengumpulkan dan memudahkan urusanku. Dengan rahmat-Mu Engkau balikkan sesuatu yang tiada dariku. Dengan rahmat-Mu Engkau Angkat kesaksianku. Dengan rahmat-Mu Engkau sucikan amalku. Dengan rahmat-Mu Engkau ilhamkan kedewasaanku. Dengan rahmat-Mu Engkau kembalikan sesuatu yang hilang dariku. Dengan rahmat-Mu Engkau jaga aku dari segala keburukan.”
“Ya Allah, karuniakan kepadaku keimanan dan keyakinan yang tidak ada kekufuran lagi setelahnya. Ya Allah karuniakan kepadaku rahmat, yang dengannya aku memperoleh kemulyaan-Mu, di dunia dan di akhirat. Ya Allah, saya mohon kepada-Mu keberhasilan dan keberuntungan dalam takdir.
Predikat orang-orang syahid. Kehidupan yang bahagia. Dan pertolongan dalam menghadapi musuh.” “Ya Allah, saya sampaikan kepada-Mu segala hajatku. Pendeknya pikiranku. Lemahnya amalku. Saya sangat membutuhkan rahmat-Mu. Karena itu, Ya Allah, saya memohon kepada-Mu, Wahai Dzat Yang Mengabulkan segala urusan. Wahai Dzat yang Melapangkan dada. Sebagaimana Engkau mudah mengalirkan (air) di antara lautan.
Maka saya mohon agar Engkau menghindarkanku dari siksa menyala-nyala. Menghindarkanku dari do’a yang sia-sia. Dan dari fitnah kubur. Ya Allah, sungguh, sangat pendek pikiranku tentang itu. Urusanku tidak sampai menjangkaunya. Dan niatku tidak sampai melampauinya, dari kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari makhluk-Mu. Atau kebaikan yang Engkau berikan kepada seseorang dari hamba-hamba-Mu. Dan karena itu saya rindu kepada-Mu akan itu. Saya memohon kepada-Mu bisa mendapatkannya dengan rahmat-Mu, Ya Rabbal ‘Alamin.”
“Ya Allah, Dzat Yang mempunyai tali yang kuat dan urusan yang baik. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu rasa aman di hari persaksian. Syurga di hari kekekalan. Bersama orang-orang dekat lagi syuhada’. Bersama orang-orang yang rukuk lagi sujud. Bersama dengan orang-orang yang memenuhi janji-
janjinya. Ya Allah, Sungguh Engkau Maha Cinta dan Kasih-Sayang. Dan Engkau bekerja sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki sendiri.” “Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang menjadi sebab orang lain mendapat petunjuk, dan kami sendiri bagian dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Bukan orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Damai terhadap penolong-penolong-Mu
. Perang terhadap musuh-musuh-Mu. Kami cinta dengan cinta-Mu kepada orang yang mencintai-Mu. Kami menentang dengan permusuhan-Mu terhadap orang yang melawan-Mu. Ya Allah, inilah do’a, telah kami panjatkan, karena itu sewajarnya Engkau mengabulkan. Ya Allah, kesungguhan telah kami buktikan, oleh karena itu Engkau pasti melepangkan.” “Ya Allah, saya hamba-Mu, putra dari hamba-Mu, putra dari budak-Mu. Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu. Hukum-Mu berlaku bagiku. Adil putusan-Mu padaku.
Saya memohon kepada-Mu dengan menyebut segala nama-Mu. Nama Yang Engkau sendiri menamai-Mu. Atau nama yang telah Engkau turunkan dalam kitab-Mu.
Atau nama yang telah Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu. Atau nama yang hanya Engkau yang tahu karena Engkau rahasiakan dalam sisi-Mu.
Agar Engkau, Ya Allah, menjadikan Al Qur’an sebagai pelita hatiku. Sebagai cahaya bagi dadaku. Sebagai penawar kegelisahanku. Sebagai penghalau kegundahanku.” “Ya Allah, sayangi aku untuk meninggalkan maksiat dan dosa, selamanya, selama Engkau menghidupkanku. Ya Allah, sayangi aku, agar Engkau tidak membebani aku di luar kemampuanku.
Ya Allah, karuniakan kepadaku penglihatan yang indah terhadap sesuatu yang Engkau ridhai dariku. Ya Allah, Pencipta langit dan bumi. Dzat Yang Maha Tinggi lagi Terhormat. Mulya yang tiada duanya. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Kasih. Saya memohon kepada-Mu dengan kemulyaan Engkau dan cahaya Wajah-Mu, agar Engkau meneguhkan hatiku dalam menjaga

Minggu, 01 Oktober 2017

PROPOSAL PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN NASIRUSSUNNAH PAPUA BARAT

PROPOSAL PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN NASIRUSSUNNAH PAPUA BARAT

No : 06/PPN/30/08/2017
Perihal : PERMOHONAN DANA PEMBANGUNAN PP.NS/PELUNASAN
Kepada Yth
Bapak/ I : KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT
Di : JAKARTA

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh.
Salam ta'zhim kami sampaikan semoga Bapak/Ibu selalu dalam keadaan sehat walafiat serta sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Aammiin

Selanjutnya, berkenaan dengan adanya kegiatan pembangunan PONDOK PESANTREN NASIRUSSUNNAHPAPUA BARAT yang kami asuh, dimana saat ini kami sangat mengharapkan dukungan dana dari segenap kaum muhsinin, maka bersama ini kami laporkan kelangsungan
Pembangunan tempat wudhu keliling masjid tersebut sebagaimana terlampir, dan sekaligus kami menyampaikan Permohonan Dana Kepada Bapak/Ibu , baik dalam bentuk Wakaf, Zakat dan Infaq demi kelancaran pembangunannya.
Dan bagi kaum Muhsinin yang berkenan untuk mendukung program mulia ini, dapat menyalurkannya kepada pengurus PONDOK PESANTREN NASIRUSSUNNAH PAPUA BARAT

Demikian permohonan ini kami sampaikan kiranya Bapak/Ibu dapat mengabulkannya dan atas perhatian dan pengorbanannya kami ucapkan jazakumullahukhairoljaza', Semoga Allah menerima amalnya sebagai jariah diakhirat kelak serta diganti dengan yang lebih baik didunia ini, Aammiin.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh

Sorong papua barat.30-Agustus 2017


PENGASUH PPNP SEK.& BENDAHARA


USTADZ ARIFIN Mengetahui NURHAMIDA
Pengasuh PPN PENGURUS Bendahara harian


JHONI AYOMI
KETUA UMUM









PROFIL PONDOKK PESANTREN NASIRUSSUNNAH PAPUA BARAT
A. Muqaddimah
Gegap-gempitanya dakwah Islam di Tanah papua sungguh sangat menggembirakan. Tapi di sisi lain, kondisi itu kurang dibarengi dengan pembenahan menyeluruh kelompok umat Islam lain, yaitu para mualaf. Dakwah Islam telah menggetarkan sebagian umat lain masuk Islam dan ini logis karena ajaran Islam sangat menyentuh ruang-ruang batin yang haus akan kebenaran. Hanya saja, perkembangan yang menggembirakan ini melupakan aspek pembinaan pada sekelompok umat Islam tanah papua (para mualaf).

Maka tak heran jika perhatian terhadap para mualaf ini semakin terasa dari tahun ke tahun. Keberadaan mereka terabaikan baik oleh pemerintah (Departemen Agama) maupun oleh organisasi-organisasi Islam yang ada. Padahal mereka adalah sekelompok umat yang disebutkan dalam al-Qur'an sebagai entitas penerima zakat. Penerima zakat ini dapat diartikan secara luas meliputi pembinaan, perlindungan, perhatian, dan nasib mereka setelah masuk Islam.
Karena itu, kebutuhan akan lembaga atau pembbinaan yang secara spesifik mengurus para mualaf sangatlah mendesak dan masuk kategori dharury. Dalam rangka memenuhi tujuan dimaksud, pengurus anak santri muallaf/muslim papua telah mendirikan PONPES NASIRUSSUNNAH PAPUA dirancang untuk membina, mendidik, dan menyantuni para mualaf sampai mereka mampu berdiri sendiri. Hal ini dilakukan karena pembinaan mualaf dan Muslim tidak dilakukan secara sistemik dan programatik, sehingga dalam banyak hal mendorong mereka melakukan murtad kembali.

Dengan demikian, PP.Ns didirikan bukan saja karena untuk mengisi kekosongan peran pembinaan mualaf,dan Muslim tetapi juga untuk mengefektifkan kerja-kerja pembinaan Muslim Dan mualaf secara lebih baik.

Namun demikian, Pembinaan PONPES NASIRUSSUNNAH PAPUA ini juga Sudah menyelenggarakan program-program pendidikan formal yang berorientasi pada pembentukan aqidah Islam yang kuat dan kaffah yang dalam jangka panjang akan membentengi anak-anak didik yang kokoh dalam gelombang kristenisasi massif dewasa ini. Bahkan PONES NASIRUSSUNNAH PAPUA ini membekali cara-cara berargumentasi dalam upaya sistematis melawan kristenisasi.


Selain itu, PONNPES NASIRUSSUNNAHPAPUA menyelenggarakan pendidikan al Qur’an dan pelatihan vokasional sebagai sayap PEMBANGUNAN EKONOMI sehingga secara perlahan dapat membekali anak didik dan para SANTRI muallaf dan Muslim pasar-pasar publik dan pembangunan. PPNP
B. Latar Belakang PPN

Pembinaan PONPES NASIRUSSUNNAH PAPUA ini bermula dari keperihatinan Kita bersama yang mendapati para mualaf Kondisi mereka sangat memperihatinkan karena setelah masuk Islam, mereka terusir dari rumah dan hidup tanpa perlindungan orang tua atau keluarga. Jalan ini mereka pilih karena mereka yakin iman Islam sangat cocok dalam memenuhi gemuruh batin akan kebenaran ajaran Islam.

Namun pilihan ini tidaklah mudah. Pilihan ini berakibat pada keterlantaran mereka dari pelukan keluarga yang mengasihi. Mereka dianggap bukan bagian keluarga dan bahkan mengalami ancaman teror. Karena kondisi berat ini ditambah kurang pembinaan iman Islam,
sebagian ada yang kembali murtad. Kondisi semacam ini dilihat dari optik ajaran Islam sangat disayangkan. Mengapa mereka terlantar? Mengapa mereka murtad kembali? Mengapa mereka dibiarkan menderita sendirian?
Pertanyaan ini menyentuh hati terdalam. Organisasi-organisasi Islam besar dan kecil sibuk berebut kursi politik. Para ulama berebut kue kekuasaan. Maka tak heran, jika keterlantaran mereka tak pernah terjawab. Dalam kondisi semacam ini kami mengadakan kirim santri para muallaf yang bergerak di bidang pembinaan, ponpes Nasirussunnah dan perhatian serta pelayanan pendidikan.

C. Visi dan Misi
I. Visi
"Membentuk kader-kader muallaf / Muslim yang kaffah dan mampu menjadi avant-guard (penjaga gawang) bagi penguatan aqidah islamiyah"

II. Misi
Sebagai sebuah institusi Pendidikan non formal yang akan melahirkan pribadi-pribadi Muslim yang kaffah, berkarakter serta berjiwa kemandirian, maka misi pengurus anak anak santri papua dituangkan dalam beberapa misi sebagai berikut:

1. Menggugurkan seluruh sisa-sisa keyakinan sebelumnya dan menggantikan dengan iman Islam yang lurus.
2. Menanamkan fondasikeislaman yang kokoh berdasarkan al-Qur'an dan Sunnah.
3. Mencetak juruda'wah (Da'i) yang militan berwawasan perbandingan agama.
4. Membentuk pribadi Muslim yang berakhlakulkarimah, mandiri dan terampil.
5. Menggalang kesatuan dan persatuan di antara kaum Muslimin papua Indonesia dalam membeikan daya dukung terhadap Pembangunan iman dan taqwa yang mantap di kalngan saudara kita kaum muslim papua
6. Sebagai ikhtiar kelembagaan dalam kerangka mengajak masyarakat untuk peduli melihat Keterbelakangan pendidikan dan pembinaan para Muslim muallafpapua sebagai salah satu potensi dan asset umat yang dapat diandalkan keberadaannya bagi bangunan sebuah masyarakat bangsa yang beriman dan bertaqwa.





D. Nama dan Lokasi
1.jalan wikuSorongpapua barat Tlp 085777723844 /085648389996
2.sekertariat Jalan Raya Sukarat Bogor.Tlp.085885862250/089622221016

E. Rencana Strategis ponpesnasirussunnah
ini memiliki rencana strategis sebagai berikut:

1. Menginventarisir Para Santri yang berada di kota-kota maupun di desa-desa untuk lebih diberikan pendidikan dan pengajaran tentang keislaman sebagai ikhtiar pemantapan aqidah islamiyah dan akhlaq al-karimah.

2. Menginventarisir Para Santri Papua untuk ditingkatkan potensi dan sumber daya manusia SDM yang mereka miliki agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mencapai kehidupan yang layak, sebagaimana maksud dan tujuan dari kemerdekaan manusia , yakni terpeliharanya antara hak dan kewajiban yang proporsional.









3. Membangun silaturahim dan komunikasi antara para Muslim muallaf dan umat Islam papua secara keseluruhan dalam rangka terciptanya sinergi hubungan.

4. Menghimpun potensi kaum Muslimin baik yang bermukim di pedesaan maupun di perkotaan untuk menjadi donatur ataupun penyandang dana melalui pembayaran zakat yang aktif.

5. Membangun usaha-usaha sebagai sumber daya ekonomi untuk dapat berkemandiriannya kaum Muslim dan muallaf yang kurang mampu.

6. Dalam fungsi sebagai 'Amilin, ponpesNasirusunnahpapua akan menyalurkan dan menyampaikan amanat dan zakat, infaq, dan shadaqah umat Islam yang terakumulasi sesuai dengan ketentuan Syari'at Islam.


F. Program Kerja
1. Program pembinaan
• Memberikan dasar-dasar aqidah Islamiyah melalui kajian rutin
• Memberikan dasar-dasar ilmu perbandingan agama
• Memberikan pelatihan khutbah dan atau ceramah-ceramah yang efektif
.membangun koperasi Dan Kantin

2. Program Pendidikan
• Menyelenggarakan pendidikan formal dari Tingkat dasar sampai Perguruan Tinggi
• Menyelenggarakan pendidikan pesantren dengan pola terpadu (Islamic boarding school system).

3. Program Pengembangan santri papua
• Menghafal al-Qur'an dan tafsirnya
• Menghafal Hadits dan sarahnya
• Penguasaan Bahasa Arab
• Penguasaan Bahasa Inggris

Pembangunan Masjid telah selesai.menunggu pelunasan Rp.50.000.000




proyek dan proposal

SDSUSUNAN PENGURUS FORUM PEMBERDAYAAN KELUARGA ( PONPES NASIRUS-SUNNAH PAPUA BARAT)

SDSUSUNAN PENGURUS FORUM PEMBERDAYAAN KELUARGA
( PONPES NASIRUS-SUNNAH PAPUA BARAT)
No Kedudukan Nama / Jabatan Penggalangan Dana Pesantren
1 2 3 4 untuk Pulau Jawa
1 Penanggung Jawab Penasehat&
juga Toko Adat Ust.Arifin Lc Pengasuh
Lukas Logo Toko Adat Untuk Jakarta
1.Jhoni ayomi
2.Lukas Logo
3.Irsan Ayomi

2 Ketua Umum Jhoni Ayomi
Wakil Ketua H.Abdullah
3 Sekretaris Ustadz Rudi
Waksek Yani Sri Wahyuni
4 Bendahara I Nurhamida
Bendahara II Hj.Nining Penggalngan Dana Papua
5 Penyelenggara 1.Hermansya
A. Pokja Keagamaan 2.Ishaq
Ketua Heru 3.Didik
Anggota Hasanah 4.Ima
B. Pokja Kb Dan Kesehatan
Ketua Yuniarsih Penggalang Dana Jatim
Anggota Maulidiyah 1.Nurhasan
C. Pokja Pendidikan 2.Masna
Ketua Shodiq 3.Helmi
Anggota Yayun
D. Pokja Kewirausahaan
Ketua Abd Qodir
Anggota Wisnu
E. Pokja Lingkungan
Ketua Andri
Anggota Lusiana
F. Pokja Organisasi Daya Dan Usaha
Ketua Amin
Anggota Sidik Suhargo
G. Pokja Seni Dan Budaya Adat
Ketua Lukas Logo
Anggota Slamet
Asih Tri Wulan







ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD-ART)
PONDOK PESANTREN NASIRUS-SUNNAH PAPUA
KOTA SORONG PAPUA BARAT
BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN
DAN JANGKA WAKTU

Pasal 1

1. Pondok pesantren ini pada awalnya bernama YAYASAN PERSAUDARAAN MUSLIM PAPUA sampai dengan 2008
2. Kemudian nama ini di perbaharui OLEH USTADZ JHONI NASIR AYOMI S.SOS.I.dengan nama Pondok Pesantren NASIRUS-SUNNAH PAPUA BARAT kepada pendiri sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Pasal 2

Pesantren ini berkedudukan di Dusun Rufei Kecamatan RUREI, PROVINSI PAPUA BARAT, dan dapat membentuk perwakilan/cabang jika diperlukan untuk kepentingan Dakwah Islamiyah.

Pasal 3

Pesantren ini didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
BAB II
VISI, MISI, LANDASAN, AZAS DAN PRINSIP

Visi

1. Pesantren merupakan syiar tholab al ‘ilmi dan sumber pengetahuan Islam untuk mencapai Ridho Allah SWT. untuk kaum muslimin papapua
2. 2. Mencetak kader-kader ulama dan menciptakan masyarakat islami yang berhaluanahlu sunnah wal jamaah.

Misi

1. Mempersiapkan pribadi umat yang berilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan berkhidmat kepada agama, suku masyarakat dan negara.
2. 2. Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum menuju terbentuknya kader ulama yang taqwa.




Landasan
Pasal 4

Pesantren ini berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah s, Ijma, Qiyas serta perundangan yang berlaku.
Azas
Pasal 5

Pesantren ini berazas kepada: Taat pada Agama/Hukum, Berakhlaqul Karimah, Kegiatan Dakwah/Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi dan Solidaritas Sosial serta tidak berapiliasi pada Partai Politik tertentu (Independen). khusus suku dan bangsa asal papua
Prinsip
Pasal 6

Prinsip dasar pengurus dan anggota Pondok Pesantren Nasirussunnah papua
1. Keikhlasan
2. Kekeluargaan,
3. Kebersamaan,
4. Kemandirian,
5. Keterbukaan, dan
6. Kejujuran.


BAB III
FUNGSI, PERAN, TUJUAN DAN USAHA

Fungsi
Pasal 7

Pesantren berfungsi sebagai pusat tholab al-`ilmi, pembinaan akhlaq al-karimah, kegiatan dakwah, pengembangan keterampilan, dan kepedulian sosial di lingkungan Pondok Pesantren Nasirussunnah papua dan masyarakat pada umumnya.

Peran
Pasal 8

Pesantren berperan :
1. Merintis, menyelenggarakan dan membina Muallaf dan Muslim. kegiatan-kegiatan pendidikan dakwah dan kegiatan sosial di Pondok Pesantren Nasirussummah papua.
2. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka kegiatan kepesantrenan. Nasirussunnah papua
3. Mempublikasikan seluruh kegiatan yang ada dalam binaan Pondok Pesantren Nasirussunnah .
Tujuan
Pasal 9

1. Terwujudnya generasi yang berakhlaq al karimah.
2. Terbentuknya generasi Para Muallaf dan Muslim yang berpengetahuan luas dan berkhidmat pada masyarakat.papua
3. Melindungi secara legal terhadap kegiatan-kegiatan positif yang ada di dalam dan di luar lingkungan pesantren.
4. Meningkatkan kualitas akhlaq, ibadah, skill, dakwah para santri papua dan para alumni.
Usaha
Pasal 10

1. Pesantren berhak untuk mendirikan yayasan, perusahaan dan menerima bantuan dari berbagai pihak yang halal dan tidak mengikat.
2. Untuk menunjang hasil usaha, pesantren bekerjasama dengan Koperasi Pesantren dan Yayasan.
3. Segala bentuk bantuan dan usaha yang diterima pesantren di kelola sesuai dengan bidangnya masing-masing.

BAB IV
LAMBANG

Bentuk Lambang
Pasal 11


Isi Lambang
Pasal 12

Isi lambang berupa gambar masjid dengan dua menara dan enam sinar di atasnya dengan sembilan bintang dan dilingkup dalam lingkaran, serta dibawah masjid dengan lima jendela, kitab dan kalam dibawahnya.

Warna lambang
Pasal 13

1. Warna putih melambangkan kesucian hati dan pikiran untuk penyebaran Islam.
2. Warna kuning emas melambangkan kesejahteraan.
3. Warna hijau merupakan lambang perdamaian.



Makna Unsur dari Lambang
Pasal 14

1. Bentuk bulat merupakan kebulatan tekad untuk syi`ar dimana pesantren sebagai pusat penyebaran Syari`at Islam.
2. 2. Kitab dan pena merupakan simbol tholab al`ilmi.
3. Tiga sinar di atas kubah merupakan tiga pilar Iman, Islam,dan Ihsan.

BAB V
KEUANGAN
Pasal 15

Pembiayaan pendidikan/kegiatan Pesantren Asyrofuddin berasal dari:
1. Ta`awun santri sesuai dengan ketentuan pondok pesantren.
2. Para donatur dan simpatisan keluarga besar Pondok Pesantren Nasirus-sunnah papua
3. Bantuan lain yang halal dan tidak mengikat dari lembaga/instansi Pemerintah maupun Swasta.

BAB VI
KEPENGURUSAN
Pasal 16
1. Pengurus pesantren adalah keluarga besar Pondok Pesantren Nasirus-sunnah papua yang dipilih berdasarkan hasil musyawarah mufakat.
2. Masa khidmat kepengurusan selama 4 (empat) tahun.


BAB VII
SUSUNAN PENGURUS DAN TUGAS-TUGAS POKOK
PENGURUS
Pasal 17
Komponen pengurus Pondok Pesantren Nasirus sunnah papua terdiri atas Dewan Masyayikh, Dewan Pengurus dan Dewan Santri.

Tugas Pokok
Pasal 18
1. Tugas pengurus adalah menyelenggarakan keorganisasian dalam kegiatan pondok pesantren sesuai dengan amanahnya masing-masing, secara rinci dijabarkan dalam lampiran.
2. Tugas pokok dalam Anggaran Dasar ini berupa tugas komponen inti pondok pesantren, yaitu: Dewan Masyayikh, Dewan Pengurus dan Dewan Santri.

Tugas-tugas tersebut adalah :
1. Dewan Masyayikh bertugas membimbing, mengayomi, dan memberi nasehat/pertimbangan.
2. Dewan Pengurus bertugas untuk membina, membimbing, mengarahkan segala bentuk kegiatan pesantren.
3. Dewan Santri bertugas melaksanakan segala bentuk kegiatan yang telah disepakati oleh Dewan Pengurus.



BAB VIII
MEKANISME PENGANGKATAN PENGURUS PONDOK PESANTREN

Mekanisme Pengangkatan
Pasal 19

1. Pimpinan Pondok Pesantren bersifat politis, kolektif, serta fleksibel dengan terjadinya rotasi secara otomatis dari anggota Dewan Pengurus yang terikat oleh keluarga besar pondok pesantren.
2. Pimpinan Pondok Pesantren dapat menunjuk seseorang untuk menjadi Pengurus Pesantren dengan mengutamakan personal dari Dewan Pengurus serta disetujui oleh Dewan Masyayikh.


BAB IX
MUSYAWARAH
Pasal 20

Musyawarah Pondok Pesantren, terdiri atas :
1. Musyawarah Besar 4 (empat) Tahunan
2. Musyawarah Tahunan
3. Musyawarah Kerja
4. Musyawarah Insidental

Musyawarah Besar Empat Tahunan
Pasal 21

1. Musyawarah Besar Empat Tahunan adalah musyawarah yang terjadi 4 tahun sekali dimana agendanya adalah meninjau kembali Anggaran Dasar, memperbaiki dan menambah muatan materi jika dipandang perlu yang dihadiri oleh minimal 2/3 anggota Dewan Pengurus dan Dewan Masyayikh.
2. Musyawarah Besar diselenggarakan pada acara reshufle kepengurusan pondok pesantren.
3. Meminta pertanggung jawaban kepengurusan pondok pesantren dalam satu periode kepengurusan.
4. Memilih pengurus pondok pesantren baru dan atau menetapkan kembali pengurus yang telah diterima pertanggung jawabannya secara aklamasi.

Musyawarah Tahunan
Pasal 22

Musyawarah Tahunan adalah evaluasi program-program yang telah diimplementasikan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun, sekurang-kurangnya dihadiri oleh 1/2 Dewan Pengurus dan beberapa orang Dewan Masyayikh.


Musyawarah Kerja
Pasal 23

1. Musyawarah Kerja adalah musyawarah rutin setiap 6 (enam) bulan sekali dalam rangka mempersiapkan agenda kerja nishfu sanah pada masing-masing bidang.
2. Dalam tugas nishfu sanah, masing-masing bidang menyampaikan laporan kegiatan kepada Pimpinan Pondok Pesantren atau petugas yang ditunjuk pimpinan.

Musyawarah Insidental
Pasal 24

1. Musyawarah Insidental adalah musyawarah yang dilaksanakan sewaktu-waktu apabila diperlukan.
2. Dalam hal-hal tertentu yang bersifat darurat, akan dilaksanakan musyawarah dengan ketentuan harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang Dewan Pengurus Pesantren.
3. Dalam menghadapi situasi pada point 2 (dua) jika diperlukan, Pimpinan Pondok Pesantren dapat membentuk Dewan Kehormatan yang berkoordinasi dengan DewanMasyayikh.



BAB X
QUORUM MUSYAWARAH TAHUNAN

Pasal 25

1. Musyawarah Tahunan dapat mengambil keputusan dengan cara aklamasi dengan dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 peserta rapat dari seluruh anggota Dewan Pengurus dan Dewan Masyayikh.
2. Musyawarah Kerja merupakan rapat evaluasi kerja dan menyusun program kerja.
3. Rapat Insidental dapat dilakukan sewaktu-waktu jika dipandang perlu.
4. Dalam hal terjadi musyawarah darurat dapat diambil keputusan oleh Dewan Kehormatan yang ditunjuk oleh Pimpinan Pondok Pesantren.

BAB XI
PERUBAHAN DAN PERALIHAN
Pasal 26

Kepengurusan Pondok Pesantren ini dapat dibubarkan atau di reshufle atas keputusan Musyawarah Besar yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 peserta hadir rapat, yang terdiri dari Dewan Masyayikh, dan Dewan Pengurus Pondok Pesantren.


BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 27

1. Untuk yang pertama kalinya Anggaran Dasar itu dapat ditinjau dan direvisi kembali melalui kegiatan Musyawarah Insidental darurat dengan mengacu kepada quorum Musyawarah Besar.
2. Hal-hal yang belum diatur dan belum rinci akan diatur di kemudian hari apabila diperlukan.

Jumat, 27 November 2015

Semua makhluk-Nya pasti akan menemui Allah, asalkan tidak syirik

Sesungguhnya setiap umat mengikuti apa yang mereka sembah ...
Mereka yang menyembah selain Allah seperti berhala dan tuhan-tuhan yang lain akan berjatuhan ke neraka ...
Hingga yang tinggal hanyalah mereka yang menyembah Allah, baik orang-orang yang saleh maupun orang yang jahat dan sejumlah orang dari ahlul kitab ...

Pertama kali orang² Yahudi dipanggil ...
Dan Allah akan bertanya kepada mereka: 'Apa yang kamu sembah?' ...
Mereka menjawab:'Kami menyembah Uzair putra Allah'...
Maka akan dikatakan kepada mereka: 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memiliki anak.' ...
'Apa yang sekarang kalian inginkan?' ...
Mereka menjawab; 'Kami sangat haus ya Rabb, maka berilah kami minum.' ...
Maka mereka digiring dan ditunjukan, 'Minumlah' ...
Pada saat itulah mereka akan dikumpulkan di dalam api neraka yang bentuknya seperti fatamorgana yang saling merusak satu sama yang lainnya ...
Kemudian mereka akan ditenggelamkan ke dalam api neraka ...

Berikutnya orang-orang Nashrani akan dipanggil, 'Apa yang kamu sembah?' ...
Mereka menjawab; 'Yesus putra Allah'...
Maka dikatakan kepada mereka: 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memilik anak'. 'Apa yang sekarang kalian inginkan?'...
Maka mereka menjawab sebagaimana orang Yahudi dan akhirnya dilemparkan ke dalam api neraka ...

Dan yang tetap tinggal adalah mereka yang hanya beribadah kepada Allah ...
Baik itu orang saleh atau orang yang berbuat kejahatan ...
Sesungguhnya para muslimin akan melihat-Nya kelak pada hari kiamat tanpa merasa kesulitan sebagaimana melihat matahari yang terang benderang atau bulan purnama serta tidak ada mendung sedikitpun yang akan menghalangi penglihatan ...

Allah akan mendatangi mereka dalam bentuk yang mendekati gambaran mereka tentang Dia dalam benak mereka ...
Kemudian dikatakan kepada mereka; 'Apa yang kalian tunggu? Setiap bangsa mengikuti tuhan yang disembahnya didunia' ...
Mereka akan menjawab; 'Kami meninggalkan orang-orang di dunia ketika kami sedang sangat membutuhkan mereka dan kami tidak mengambil mereka sebagai tandingan. Sekarang kami sedang menunggu Rabb kami yang kami sembah' ...
Maka Allah akan berkata; 'Akulah Rabb kalian' ...
Para mukmin akan senantiasa berkata, sebanyak dua atau tiga kali; 'Kami tidak menyekutukan Allah.' ...
Namun sebaliknya, orang² munafik tidak menyangkal secara tegas, yang disebabkan karena keragu²an mereka mengenai Islam ...

Akhirnya jembatan shirathal mustaqim pun dibentangkan diatas neraka ...
Orang² ahli surga, akan melewati jembatan shiroth secara beragam, ada yang dengan berlari secepat kilat, berjalan ataupun merangkak ...
Ketika melewati jembatan shirathal mustaqim, mereka seraya berkata dng berulang-ulang, 'Selamatkanlah kami, selamatkanlah kami Ya Allah' ...
Dan yang tersisa adalah ahli neraka, mereka dihantam oleh gelombang berkali-kali hingga masuk ke dalam neraka ...

Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi keimanan atau sedikit sekali keimanannya, maka ia akan dikeluarkan dari neraka, setelah di dalamnya mereka menjadi arang ...
Kemudian mereka mendapatkan rahmat hingga mereka dapat keluar dari neraka dan dilemparkan ke pintu-pintu surga. ...
Dan satu kaum dari umat Rasulullah SAW. kelak akan keluar dari neraka dengan syafaat beliau ...
Mereka disebut sebagai ahli Jahanam (Jahanamiyyun) atau mantan penghuni Jahanam ...

Sesungguhnya para penghuni surga tidak akan merasakan kematian lagi, sehingga para penghuni surga tidak akan mati karena sangat bahagianya, setelah mendapatkan karunia dan kenikmatan yang luar biasa yakni surga ...
Dan para penghuni neraka juga tidak akan merasakan kematian lagi, sehingga para penghuni neraka tidak akan mati karena penyesalan yang amat mendalam, setelah mendapatkan pedihnya siksaan neraka ...

Setiap makhluk-Nya telah ditetapkan tempatnya, apakah di surga atau neraka, namun bagaimanapun juga, kita harus tetap berusaha supaya bisa masuk surga ...
Apabila ia memang ahli surga, apapun perbuatannya ketika di dunia, apakah itu perbuatan baik ataukah jahat, namun pada akhirnya, sebelum wafat ia akan melakukan perbuatan ahli surga, sehingga akan menjadi penghuni surga ...
Apabila ia memang ahli neraka, apapun perbuatannya ketika di dunia, apakah itu perbuatan baik ataukah jahat, namun pada akhirnya, sebelum wafat ia akan melakukan perbuatan ahli neraka, sehingga akan menjadi penghuni neraka ...
Walaupun setiap makhluk-Nya telah ditetapkan tempatnya, apakah di surga atau neraka, namun bagaimanapun juga, kita harus tetap berusaha supaya bisa masuk surga ...
Segala sesuatu yang telah ditetapkan akan dimudahkan oleh Allah ...

QS.4. An Nisaa':

إِنَّ ٱللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْراً عَظِيماً

40. Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar[Allah tidak akan mengurangi pahala orang-orang yang mengerjakan kebajikan walaupun sebesar zarrah, bahkan kalau dia berbuat baik pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah.].

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Abdul 'Aziz Telah menceritakan kepada kami Abu 'Umar Hafsh bin Maisarah dari Zaid bin Aslam dari 'Atha bin Yasar dari Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu dia berkata: sejumlah orang pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata; 'Ya Rasulullah, apakah kami dapat melihat Allah pada hari kiamat? Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab. 'Ya, ' apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang terang benderang serta tidak ada mendung?" Mereka berkata: "Tidak wahai Rasulullah!" lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan melihat rembulan pada malam purnama yang tidak ada mendung dibawahnya?", mereka berkata; "Tidak, wahai Rasulullah!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya kelak pada hari kiamat tanpa merasa kesulitan sebagaimana kalian melihat salah satu dari keduanya.
Pada hari kiamat, sang penyeru akan mengumumkan, setiap umat mengikuti apa yang mereka sembah. Maka mereka yang menyembah selain Allah seperti berhala dan tuhan-tuhan yang lain akan berjatuhan ke neraka.
Hingga yang tinggal hanyalah mereka yang menyembah Allah baik orang-orang yang saleh maupun orang yang jahat dan sejumlah orang dari ahlul kitab. Kemudian orang Yahudi akan dipanggil, Allah akan bertanya kepada mereka: 'Apa yang kamu sembah?'. Mereka menjawab; 'Kami menyembah Uzair putra Allah'. Maka akan dikatakan kepada mereka; 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memiliki anak'. 'Apa yang sekarang kalian inginkan?' Mereka menjawab; 'Kami sangat haus ya Rabb, maka berilah kami minum'. Maka mereka digiring dan ditunjukan, 'Minumlah'. Pada saat itulah mereka akan dikumpulkan di dalam api neraka yang bentuknya seperti fatamorgana yang saling merusak satu sama yang lainnya. Kemudian mereka akan ditenggelamkan ke dalam api neraka.
Setelah itu orang-orang Nashrani akan dipanggil, 'Apa yang kamu sembah?' Mereka menjawab; 'Yesus putra Allah'. Maka dikatakan kepada mereka: 'Kalian adalah para pendusta! Karena Allah tidak pernah mengambil istri atau memilik anak'. 'Apa yang sekarang kalian inginkan?' Maka mereka menjawab sebagaimana orang Yahudi dan akan dilemparkan ke dalam api neraka.
Kemudian yang tetap tinggal adalah mereka yang hanya beribadah kepada Allah. Baik itu orang saleh atau orang yang berbuat kejahatan. Allah akan mendatangi mereka dalam bentuk yang mendekati gambaran mereka tentang Dia dalam benak mereka. Akan dikatakan kepada mereka; 'Apa yang kalian tunggu? Setiap bangsa mengikuti tuhan yang disembahnya didunia'. Mereka akan menjawab; 'Kami meninggalkan orang-orang di dunia ketika kami sedang sangat membutuhkan mereka dan kami tidak mengambil mereka sebagai tandingan. Sekarang kami sedang menunggu Rabb kami yang kami sembah.' Maka Allah akan berkata: 'Akulah Rabb kalian', mereka akan senantiasa berkata, sebanyak dua atau tiga kali; 'Kami tidak menyekutukan Allah.' [Allah menampakkan diri-Nya dalam wujud sesuatu seperti kebanyakan dalam benak orang² muslim, namun para mukmin menyangkal, karena kekuatiran untuk menyekutukan Allah yang memang belum pernah dilihat mereka ketika didunia, dan sebaliknya, orang² munafik tidak menyangkal secara tegas, karena keragu²an mereka] (No. Hadist: 4215 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Hannad menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sebagian orang dari ahli tauhid diadzab di neraka hingga di dalamnya mereka menjadi arang. Kemudian mereka mendapatkan rahmat hingga mereka dapat keluar (dari neraka) dan dilemparkan ke pintu-pintu surga." Beliau melanjutkan, "Ahli surga memercikkan air kepada mereka. Mereka tumbuh seperti tumbuhnya biji di muatan air bah. Lalu, mereka masuk ke dalam surga."
Shahih: Ash-Shahihah (2451). -dari Sahih Sunan Tirmidzi-

Salamah bin Syabib menceritakan kepada kami, Abdurrazaq menceritakan kepada kami, Ma'mar mengabarkan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Abu Sa'id Al Khudri. Bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi keimanan akan dikeluarkan dari neraka."
Shahih: Muttafaq alaih.

Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami, Hasan bin Dzakwan menceritakan kepada kami, dari Abu Raja Al Utharidi, dari Imran bin Hushain, dari Nabi SAW. Beliau bersabda, "Sungguh satu kaum dari umatku kelak akan keluar dari neraka dengan syafaatku. Mereka disebut sebagai ahli Jahanam (Jahanamiyyun) -seperti sebutan bagi mantan Napi, karena pernah dipenjara-."
Shahih: Ibnu Majah (4315); Al Bukhari.

Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Al Ala' bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda, "Allah akan mengumpulkan manusia di hari Kiamat pada satu tanah lapang, kemudian Rabb pemilik semesta alam muncul dihadapan mereka. Allah kemudian berfirman, "Bukankah setiap manusia itu mengikuti apa yang disembahnya?' Lalu dibuatkan salib bagi orang yang menyembahnya, dibuatkan gambar bagi orang yang menyembah gambar, dibuatkan api bagi orang yang menyembah api. Mereka semua mengikuti apa yang mereka sembah. Kemudian tinggal kaum muslimin, Rabb pemilik semesta alam muncul di hadapan mereka. Allah berfirman, 'Tidakkah kalian mengikuti orang-orang itu?' Mereka menjawab, 'Kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu, kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu. Allah-lah Tuhan kami. Inilah tempat kami sehingga kami dapat melihat Rabb kami'. Allah lalu memerintahkan kepada mereka dan memperteguh (hati) mereka. Dia berbalik dan muncul kembali. Dia berfirman, 'Tidakkah kalian mengikuti orang-orang itu?' Mereka menjawab, 'Kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu, kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu. Allah-lah Tuhan kami. Inilah tempat kami hingga kami dapat melihat Rabb kami'. Dia lalu memerintahkan mereka dan memperteguh (hati) mereka." Mereka (para sahabat) bertanya, 'Apakah kami dapat melihat-Nya, wahai Rasulullah?". Beliau bertanya, "Apakah kalian terhalangi dalam melihat bulan dimalam bulan purnama?" Mereka menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah!" Beliau bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak akan terhalangi dalam melihat-Nya pada saat itu. Allah lalu berbalik, kemudian muncul kembali dan memperkenalkan diri-Nya kepada mereka. Allah berfirman. 'Aku adalah Tuhan kalian, ikutilah Aku!'. Kaum muslimin pun berdiri dan jembatan shirathal mustaqim pun diletakkan. Mereka (kaum muslimin) dapat melewatinya seperti larinya seekor kuda yang bagus tsehat) dan seperti penunggang kuda (yang mahir). Ucapan yang mereka katakan kepada Allah adalah, 'Selamatkanlah (kami), selamatkanlah (kami)'. Kemudian yang tersisa adalah ahli neraka. Mereka dihantam oleh gelombang ke neraka. Kemudian dikatakan kepada neraka, 'Apakah kamu telah penuh?' Neraka menjawab, 'Apakah masih ada lagi?' Lalu mereka kembali dihantam gelombang hingga masuk ke neraka. Kemudian dikatakan kepada neraka, 'Apakah kamu telah penuh?'. Nereka menjawab, 'Apakah masih ada lagi?' Hingga akhirnya mereka semua dimasukkan ke dalam neraka. Ar-Rahman (Allah) lalu meletakkan kaki-Nya ke dalam neraka. Sebagian dari mereka berkumpul dengan sebagian yang lain (maksudnya pada bagian² neraka). Allah bertanya. 'Apakah sudah cukup?' Neraka menjawab, 'Cukup, cukup'. Setelah Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, dikatakan kepada mereka, 'Wahai ahli surga!' Ahli surga lalu terlihat takut. Lalu dikatakan kepada ahli neraka, 'Wahai ahli neraka!'. Mereka terlihat gembira dan senang, karena mereka mengharapkan syafaat. Lalu dikatakan kepada ahli surga dan ahli neraka, 'Apakah kalian mengetahui apa ini?' Mereka menjawab, 'Kami telah mengetahuinya, itu adalah kematian yang ditugaskan menjemput kami'. Lalu kematian itu dibaringkan, dan setelah itu disembelih di atas pagar pembatas antara surga dan neraka. Lalu dikatakan, 'Wahai ahli surga, kalian kekal abadi dan tidak akan ada kematian! Wahai ahli neraka, kalian kekal abadi di neraka dan tidak ada kematian!'"
Shahih: Takhrij Ath-Thahawiyah (576); Muttafaq alaih, dengan hadits yang sama, namun lebih ringkas.

Abdu bin Humaid menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami dari Israil dari As-Suddi, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Murrah Al Hamdani tentang firman Allah SWT,

وَإِن مِّنكُمْ إِلاَّ وَارِدُهَا كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْماً مَّقْضِيّاً

'Dan tidak ada seorangpun dari pada kalian, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.' (Qs. Maryam [19]: 71)

Maka ia menceritakan kepadaku bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah bercerita kepadanya, ia berkata, 'Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Semua manusia akan mendatangi neraka, kemudian mereka kembali dengan membawa amal-amal mereka. Yang pertama kembali dari mereka seperti kilat, kemudian seperti angin, kemudian seperti lari kuda, kemudian seperti orang yang mengendarai —melarikan— unta, kemudian seperti larinya seorang laki-laki, kemudian seperti jalannya seorang laki-laki'."
Shahih: Ash-Shahihah (311).

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Nadhr bin Ismail Abui Mughirah menceritakan kepada kami dari Al A'masy dari Abu
Shalih dari Abu Sa'id Al Khudri RA, ia berkata, "Rasulullah SAW. pernah membaca ayat,

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْحَسْرَةِ إِذْ قُضِىَ ٱلأَْمْرُ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ وَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

'Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.' (Qs. Maryam [19]: 39).

Lalu beliau bersabda, 'Kematian didatangkan. Ia seperti domba yang sangat bagus. Ia diperintahkan untuk berdiri di atas sebuah batas antara surga dan neraka. Kemudian terdengar seseorang berkata, 'Wahai penghuni surga.' Mendengar suara itu, para penghuni surga segera mendongakkan kepala mereka. Seseorang itu kembali berkata, 'Wahai penduduk neraka.' Mendengar suara itu, penduduk neraka pun mendongakkan kepala mereka. Seseorang itu berkata lagi, 'Apakah kalian mengenal siapakah ini?' Penghuni surga dan penghuni neraka menjawab, 'Tentu saja. Itu adalah kematian.' Selanjutnya, kematian itu dibaringkan dan disembelih. Seandainya Allah tidak menetapkan kehidupan juga keabadian bagi para penghuni surga di dalam surga, niscaya mereka akan mati karena bahagia —melihat kematian sudah disembelih (dimusnahkan)—, dan seandainya Allah tidak menetapkan kehidupan juga keabadian bagi para penghuni neraka di dalam neraka niscaya mereka akan mati karena penyesalan yang amat dalam. "
Shahih: Selain; "Seandainya Allah tidak menetapkan..." Lihat hadits sebelumnya (2558). -dari Shahih Sunan Tirmidzi-

Hasan bin Ali Al Hulwani menceritakan kepada kami, Abdullah bin Numair dan Waki' menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Sa'd bin Ubaidah, dari Abu Abdullah ArRahman AsSulami, dari Ali. Ia berkata, "Ketika kami sedang bersama Rasulullah, saat itu beliau sedang bersimpuh di atas tanah, lalu beliau mendongakkan kepalanya ke atas langit. Beliau bersabda, 'Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan telah diketahui —Waki' mengatakan, "Telah ditulis,"— tempatnya di neraka atau di surga."' Para sahabat berkata, "Bolehkah kami hanya berpangku tangan, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Jangan, tetaplah berusaha. Segala sesuatu yang telah ditetapkan akan dimudahkan (oleh Allah) ".
Shahih: Ibnu Majah (78) Muttafaq alaih.

Rabu, 23 September 2015

Kebodohan Merusak Kebersamaan Sunnah Rasulullah

Orang-orang yang cerdas & berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dlm jamaah kaum muslimin & penguasa (pemerintah)-nya. Adapun orang-orang yang bodoh, sama sekali tak mengerti betapa pentingnya kehidupan berjamaah dgn satu penguasa. Bahkan mereka tak mengerti mana yang lebih banyak antara satu & sepuluh. Yakni, mana yang lebih besar antara korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dgn pertumpahan darah kaum muslimin dlm perang saudara.
Seorang yang berilmu mengetahui bahwa dgn mengikuti bimbingan Sunnah Rasulullah n berikut penerapannya yang dicontohkan salafus shalih, pasti kaum muslimin akan terbimbing ke jalan yang terbaik. Maka, ia akan menghadapi penguasa yang dzalim dgn petunjuk & bimbingan dari Nabi n. Sedangkan orang-orang yang bodoh berjalan bersama emosi & hawa nafsunya, tanpa meminta bimbingan Rasulullah n. Mereka merasa lebih pandai & lebih cerdas dari para nabi & para ulama yang merupakan para pewarisnya. Merekalah kaum reaksioner Khawarij, yang selalu menyebabkan petaka & bencana di setiap zaman. Mereka tak memperbaiki keadaan –seperti pengakuan mereka– tetapi justru menghancurkan kebersamaan.
Banyak tulisan-tulisan mereka yang sampai kepada tangan penulis, dlm bentuk surat, selebaran, ataupun makalah-makalah. Hampir seluruhnya berisi “dalil-dalil” & “bukti-bukti” tentang kafirnya penguasa, yang kemudian berujung menghalalkan darah mereka. Tentu saja dgn nama samaran, alamat palsu, & penerbit yang tak jelas. Namun seperti CD yang diputar ulang, isinya tetap sama seperti ucapan Khawarij yang pertama: “Siapa yang tak berhukum dgn hukum Allah maka ia kafir.”
Tentu saja jawaban kita Ahlus Sunnah seperti jawaban Ali bin Abi Thalib z & para sahabat yang lain: “Kalimat yang haq, namun yang dimaukan adalah kebatilan.” Yakni, ayat-ayat & hadits-hadits dlm tulisan mereka adalah kalimat-kalimat yang haq & kita tak membantahnya. Namun, apa yang dimaukan dengannya?
Diriwayatkan dari ‘Ubaid bin Rafi’ bahwa ketika kaum Khawarij mengatakan “Tidak ada hukum kecuali hukum Allah”, Ali z pun berkata: “Kalimat yang haq, namun yang mereka maukan adalah kebatilan. Sungguh Rasulullah n telah menggambarkan kepada kami suatu kaum, maka kamipun telah mengenalinya. Yaitu sekelompok orang yang berbicara kebenaran, namun tak melewati ini –sambil mengisyaratkan ke tenggorokannya–. Mereka adalah makhluk-makhluk yang paling dibenci Allah l….” (HR. Muslim, Kitabuz Zakah juz 7 hal. 173)
Kalau saja mereka menulis dalil-dalil tersebut dlm rangka memperingatkan & mengancam, maka kamipun sepakat. Karena Al-Imam Ahmad t menyatakan dlm masalah wa’id (ancaman): “Biarkanlah ancaman seperti apa adanya, agar manusia menjadi takut.” Namun ketika men-ta’yin (menentukan si Fulan atau si Allan) kafir, tentu kita harus merincinya. Karena pada dalil-dalil itu bisa jadi yang dimaksud kufur ashghar (kafir kecil) atau kufur akbar (kafir besar), kafir amali atau kafir i’tiqadi, & lain-lain. Namun yang kita bahas kali ini adalah kebodohan mereka dlm penerapan dalil-dalil tersebut serta akibat dari kebodohan mereka.
Adapun kebodohannya, sangat jelas sekali. Karena mereka menerapkan dalil-dalil kepada orang-orang yang masih shalat, berpuasa, mengeluarkan zakat & pergi haji. Bukankah di antara hukum Allah l yang mendasar adalah ibadah tersebut? Berarti mereka –paling tidak– masih berhukum dgn hukum Allah l dlm perkara-perkara yang sangat penting tersebut, yang merupakan dasar-dasar keislaman. Oleh karena itulah, Rasulullah n melarang kita utk memerangi penguasa yang masih shalat.

Sudahkah kita siapkan bekal untuk kehidupan setelah mati ???.....


(Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-NYA.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.) ( QS.Ar-Rahman: 29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang
menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru, " Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir; kendaraan menyimpang
jauh dari jalurnya; dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya,
mereka akan menyeru, " Ya Allah ! "

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka
yang tertimpa akan selalu berseru, " Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan
digeraikan, orang-orang mendesah, " Ya Allah !"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa
menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka
pun menyeru , " Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup
dan jiwa serasa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus
Anda pikul, menyerulah, " Ya Allah! "

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Kusebut nama-MU dengan lantang di saat fajar menjelang,
dan fajarpun merekah seraya menebar senyuman indah

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang
menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggudah-
gulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-NYA.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan,
julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke
arah-NYA untuk memehon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain
hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-NYA.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi
menegang, dan iman kembali berkobar-kobar.
Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-NYA, keyakinan akan
semakin kokoh. Karena,
(Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamban-NYA.) QS. Asy-Syu'ra:19

Allah : Nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling
indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.
(Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia
(yang patut disembah) ? ) QS.Maryam : 65

Allah : Milik-NYA semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,
kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.
(Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa
lagi Maha Mengalahkan) QS. Ghafir : 16

Allah: dari-NYA semua kasih-sayang, perhatian, pertolongan, bantuan,
cinta dan kebaikan.
(Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah
datangnya) QS. An-Nahl: 53

Allah: Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.
Betapun kulukiskan keagungan-MU dengan deretan huruf,
Kekudusan-MU tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, di tengah keagungan-MU, wahai Rabku

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan
kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi
rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju
keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam
ini rasa kantuk dari-MU yang menentramkan, tuangkan dalam jiwa yang
bergolak ini kedamaian, dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.
Wahai Rabb, tunjukanlah pandangan yang kebingungan ini kepada
cahaya-MU, bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-MU
nmerapat ke hidayah-MU!

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan
memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan
secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan
bantuan bala tentara-MU!

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah
kegundahan dari jiwa kami semua!

Kami berlindung kepada-MU dari setiap rasa takut yang mendera,
hanya kepada-MU kami bersandar dan bertawakal, hanya kepada-MU
kami memohon, dan hanya dari-MU lah semua pertolongan.
Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah
sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Diam, Inilah Caraku Mencintaimu KarenaNya

Bismillahirrahmanirrahiim... Engkau datang memintaku menjaga kesucian diri dengan jalan yang suci. Sungguh tawaran yang membuatku terheran mengingat engkau adalah seorang muslimah yang dikaruniakan Allah ke-shalehah-an, kecerdasan, dan tidak lupa engkaupun memiliki wajah yang anggun, sehingga mungkin itu juga yang menyebabkan para laki-laki muslim lainnya sering datang untuk meminangmu. Hal itu kurasa adalah sebuah kewajaran, lantaran laki-laki muslim yang mana yang tidak tertarik dengan muslimah yang shalehah? Dan akupun juga muslim, wajar jika seorang muslim memiliki rasa berkeinginan untuk menjadi pemimpin bagi muslimah sholehah bagi dunia dan akhiratnya kelak. Namun apa daya, aku sebagai muslim ketika itu belum cukup siap untuk meminangmu, oleh karenanya selama ini akupun diam. Namun, engkau datang dengan harapan yang besar untuk jalan yang suci itu, harapan yang mengingatkanku bahwa Allah adalah Maha kaya dan mampu memberikan kekayaan kepada siapa yang bersedia menjalankan niat suci itu, akupun tak pernah ragu mengenai hal itu karena akupun yakin. Dorongan itu membuatku begitu semangat untuk bertemu orang tuamu dengan 'bekal' yang seadanya, namun tidaklah semua itu berjalan dengan Berkah jika aku tidak meminta pertimbangan kepada Allah, lantaran Allah Maha mengetahui Yang Terbaik bagi kita semua. Maka aku meminta kepadamu untuk memikirkan dan mempertimbangkan mengenai hal ini dalam beberapa hari. Ku meminta pertimbangan kepadaNya, hingga suatu ketika timbullah pertimbangan yang belum sempat kita perhitungkan. Aku sadar bahwa aku masih belum siap untuk mengaplikasikan niat suci itu, mengingat bukan hanya harta yang menjadi pertimbangan untuk mengaplikasikan baiknya jalan itu, engkaupun tentunya juga tahu di mana keluargapun seharusnya menjadi pertimbangan tambahan mengingat pernikahan juga bertujuan untuk menyatukan dua keluarga. Dan mengenai itu aku belum sampai kepada titik temu walaupun aku sudah berusaha mencobanya kepada mereka, orang tuaku. Apa boleh buat aku harus memutuskan hal yang sebenarnya tidak sanggup kuputuskan, namun atas dasar keimanan engkau memberanikan diri untuk menyatakan itu, zalim jika diriku harus bersikap tidak tegas mengingat permintaanmu atas urusan itu adalah permintaan yang suci. Maka kucoba memutuskan kepadamu bahwa saat ini aku belum mampu meminangmu, meskipun jujur ku sadari bahwa keputusan ini sangat berat bagi seorang muslim yang senantiasa membiasakan diri berdoa kepada Rabbnya untuk mendapatkan seorang muslimah yang shalehah. Namun karena keputusan ini adalah yang terbaik bagi hati masing-masing, maka atas dasar keimanan pula, ku ikhlashkan dirimu untuk memilih laki-laki muslim yang lain, yang baik dari sisi dunia dan akhiratmu dan dari sisi Rabbmu. Dan tidaklah keputusan ini sia-sia mengingat aku membutuhkan perjuangan yang besar untuk merelakan diriku berpisah dengannya karena Allah. Aku yakin bahwa setiap usaha yang bersungguh-sungguh dalam menjauhkan diri dari apa yang Allah Benci adalah Jihad, maka jika ini jihad, aku yakin bahwa Allah akan memberikan hadiah terbaik bagi mereka yang berbuat baik karenaNya. Muslimah itu merupakan perhiasan dunia namun ku yakin jika aku merelakan dia karenaNya maka aku Berharap Allah mengkaruniakanku pendamping yang lebih baik bagiku dan baginya suatu saat nanti. Beberapa hari lagi aku harus menyatakan keputusan itu kepadamu. Namun, sempat terlintas di fikiranku untuk memintamu menungguku, lantaran ada rasa khawatir jika aku tidak mendapatkan jodoh seperti dirimu. Maka ku coba untuk meminta pertimbangan lagi kepada Pemilik hati mengenai hal itu. Hingga akupun mulai mencermati jika saja engkau harus menerima permintaan itu maka aku harus berfikir ulang mengingat menunggu adalah sebuah penderitaan bagi seseorang, dimana menunggu mengenai hal itu akan cenderung menumbuhkan harapan kepada seseorang yang akan menjadi teman hatinya kelak dan tentunya juga rasa kekhawatiran akan keadaan buruk dapat cenderung terbayang sedangkan segala harapan telah tumbuh subur di dalam dada. Hingga kesedihanpun hadir ditengah-tengah hal yang tidak pernah diperkirakan. Ternyata baru tersadar bahwa usaha mendapatkan siapa yang diharapkan itu menjadi sia-sia dan hal tersebut justru dapat mengotori hati karena sempat terisi oleh hal yang belum sepatutnya terlahir di dalamnya. Walaupun kita sama-sama mengetahui antara batasan-batasan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrim, namun kita bukan Nabi sedangkan Nabi Adam yang pernah tinggal di Syurga dan beliau juga dapat melihat iblis saja masih dapat terjerumus oleh rayuan iblis, lalu bagaimana dengan kita yang jelas-jelas bukan seorang Nabi dan bukan orang yang dapat melihat iblis akankah kita dapat berbuat lebih hebat daripada beliau jika bukan karena kita mengikuti Perintah Allah dengan menjauhkan diri dari langkah-langkah syaitan? Kita memang sama-sama belum tahu siapa jodoh kita nanti dan kita tidak memiliki kekuasaan untuk menentukan siapa jodoh kita walaupun kita berusaha dengan kekuatan kita, terkecuali jika Allah yang menghendaki. Jika kamu adalah perempuan yang akan halal aku Cintai kelak, seharusnya aku tidak membiarkanmu menderita lantaran menunggu seseorang yang belum pasti menjadi pendampingmu. Bukankah jodoh tidak akan tertukar jika diri kita itu baik? Jika memang engkau adalah jodohku, untuk apa aku biarkan engkau menunggu sedangkan tanpa harus menuggupun Allah akan Mengkaruniakan seseorang dengan jodohnya dengan cara yang Berkah, bukankah Keberkahan adalah tujuan kita untuk menempuh jalan suci itu? Lalu ku tersadar beberapa hari ini tawaran suci itu memenuhiku waktuku, dari kadar terberat hingga kadar terendah dalam usaha merelakan sebuah perhiasan. Namun Hadiah Allah jauh lebih Indah, bukan? Hal inilah yang membuatku menyatakan kepadanya di kemudian hari, dan kamipun menemumpuh hidup masing-masing. Saudaraku, ternyata usaha meng-ikhlas-kan diri itu mampu meringankan diri dan jiwa. Baru kusadari bahwa Allah telah mengajarkanku untuk ikhlas terhadap sesuatu godaan terbesar bagi Ummat Rasulullah, semoga keikhlasahan ini mengajarkanku untuk ikhlas terhadap hal lainnya hingga Keberkahanpun datang menjemput. Biarlah Allah memeilih tanpa harus kita melakukan hal yang tidak DiridhaiNya, bukankah KeridhaanNya yang kita cari? Maka ku tekadkan kepada Sang Pemilik jiwa bahwa ku pelihara kesucian ini untukNya Kemudian ku lepaskan apa yang tak baik bagiku demi mencari KeridaanNya Dan, ku relakan keinginan hati dari ketidak Ridhaan kepada kepatuhan Rabb, Sampaikanlah kami kepada kesucian diri Berharap Engkau Mencintai kami dan Engkau tumbuhkan Cinta itu di hati kami hingga Cinta itu menumbuhkan keengganan di hati untuk menjadikan kami tidak cenderung kepada Cinta selainMu Allahuma Amiin

Indahnya Cinta Karena Allah

“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.” Secara nalar pecinta dunia, bagaimana mungkin kita mengutamakan orang lain dibandingkan diri kita? Secara hawa nafsu manusia, bagaimana mungkin kita memberikan sesuatu yang kita cintai kepada saudara kita? Pertanyaan tersebut dapat terjawab melalui penjelasan Ibnu Daqiiqil ‘Ied dalam syarah beliau terhadap hadits diatas (selengkapnya, lihat di Syarah Hadits Arba’in An-Nawawiyah). (“Tidaklah seseorang beriman” maksudnya adalah -pen). Para ulama berkata, “yakni tidak beriman dengan keimanan yang sempurna, sebab jika tidak, keimanan secara asal tidak didapatkan seseorang kecuali dengan sifat ini.” Maksud dari kata “sesuatu bagi saudaranya” adalah berupa ketaatan, dan sesuatu yang halal. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i. “…hingga dia mencintai bagi saudaranya berupa kebaikan sebagaimana dia mencintai jika hal itu terjadi bagi dirinya.” Syaikh Abu Amru Ibnu Shalah berkata, “Hal ini terkadang dianggap sebagai sesuatu yang sulit dan mustahil, padahal tidaklah demikian, karena makna hadits ini adalah tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai bagi keislaman saudaranya sebagaimana dia mencintai bagi dirinya. Menegakkan urusan ini tidak dapat direalisasikan dengan cara menyukai jika saudaranya mendapatkan apa yang dia dapatkan, sehingga dia tidak turut berdesakan dengan saudaranya dalam merasakan nikmat tersebut dan tidak mengurangi kenikmatan yang diperolehnya. Itu mudah dan dekat dengan hati yang selamat, sedangkan itu sulit terjadi pada hati yang rusak, semoga Allah Ta’ala memaafkan kita dan saudara-saudara kita seluruhnya.” Abu Zinad berkata, “Sekilas hadits ini menunjukkan tuntutan persamaan (dalam memperlakukan dirinya dan saudaranya), namun pada hakekatnya ada tafdhil (kecenderungan untuk memperlakukan lebih), karena manusia ingin jika dia menjadi orang yang paling utama, maka jika dia menyukai saudaranya seperti dirinya sebagai konsekuensinya adalah dia akan menjadi orang yang kalah dalam hal keutamaannya. Bukankah anda melihat bahwa manusia menyukai agar haknya terpenuhi dan kezhaliman atas dirinya dibalas? Maka letak kesempurnaan imannya adalah ketika dia memiliki tanggungan atau ada hak saudaranya atas dirinya maka dia bersegera untuk mengembalikannya secara adil sekalipun dia merasa berat.” Diantara ulama berkata tentang hadits ini, bahwa seorang mukmin satu dengan yang lain itu ibarat satu jiwa, maka sudah sepantasnya dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana mencintai untuk dirinya karena keduanya laksana satu jiwa sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain: “Orang-orang mukmin itu ibarat satu jasad, apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh jasad turut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim) “Saudara” yang dimaksud dalam hadits tersebut bukan hanya saudara kandung atau akibat adanya kesamaan nasab/ keturunan darah, tetapi “saudara” dalam artian yang lebih luas lagi. Dalam Bahasa Arab, saudara kandung disebut dengan Asy-Asyaqiiq . Sering kita jumpa seseorang menyebut temannya yang juga beragama Islam sebagai “Ukhti fillah” (saudara wanita ku di jalan Allah). Berarti, kebaikan yang kita berikan tersebut berlaku bagi seluruh kaum muslimin, karena sesungguhnya kaum muslim itu bersaudara. Jika ada yang bertanya, “Bagaimana mungkin kita menerapkan hal ini sekarang? Sekarang kan jaman susah. Mengurus diri sendiri saja sudah susah, bagaimana mungkin mau mengutamakan orang lain?” Wahai saudariku -semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita diatas keimanan-, jadilah seorang mukmin yang kuat! Sesungguhnya mukmin yang kuat lebih dicintai Allah. Seberat apapun kesulitan yang kita hadapi sekarang, ketahuilah bahwa kehidupan kaum muslimin saat awal dakwah Islam oleh Rasulullah jauh lebih sulit lagi. Namun kecintaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya jauh melebihi kesedihan mereka pada kesulitan hidup yang hanya sementara di dunia. Dengarkanlah pujian Allah terhadap mereka dalam Surat Al-Hasyr: “(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar(ash-shodiquun). Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 8-9) Dalam ayat tersebut Allah memuji kaum Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah untuk memperoleh kebebasan dalam mewujudkan syahadat mereka an laa ilaha illallah wa anna muhammadan rasulullah. Mereka meninggalkan kampung halaman yang mereka cintai dan harta yang telah mereka kumpulkan dengan jerih payah. Semua demi Allah! Maka, kaum muhajirin (orang yang berhijrah) itu pun mendapatkan pujian dari Allah Rabbul ‘alamin. Demikian pula kaum Anshar yang memang merupakan penduduk Madinah. Saudariku fillah, perhatikanlah dengan seksama bagaimana Allah mengajarkan kepada kita keutamaan orang-orang yang mengutamakan saudara mereka. Betapa mengagumkan sikap itsar (mengutamakan orang lain) mereka. Dalam surat Al-Hasyr tersebur, Allah memuji kaum Anshar sebagai Al-Muflihun (orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat) karena kecintaan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin, dan mereka mengutamakan kaum Muhajirin atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka (kaum Anshar) sebenarnya juga sedang berada dalam kesulitan. Allah Ta’aala memuji orang-orang yang dipelihara Allah Ta’aala dari kekikiran dirinya sebagai orang-orang yang beruntung. Tidaklah yang demikian itu dilakukan oleh kaum Anshar melainkan karena keimanan mereka yang benar-benar tulus, yaitu keimanan kepada Dzat yang telah menciptakan manusia dari tanah liat kemudian menyempurnakan bentuk tubuhnya dan Dia lah Dzat yang memberikan rezeki kepada siapapun yang dikehendaki oleh-Nya serta menghalangi rezeki kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tapi, ingatlah wahai saudariku fillah, jangan sampai kita tergelincir oleh tipu daya syaithon ketika mereka membisikkan ke dada kita “utamakanlah saudaramu dalam segala hal, bahkan bila agama mu yang menjadi taruhannya.” Saudariku fillah, hendaklah seseorang berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi agamanya. Misalkan seorang laki-laki datang untuk sholat ke masjid, dia pun langsung mengambil tempat di shaf paling belakang, sedangkan di shaf depan masih ada tempat kosong, lalu dia berdalih “Aku memberikan tempat kosong itu bagi saudaraku yang lain. Cukuplah aku di shaf belakang.” Ketahuilah, itu adalah tipu daya syaithon! Hendaklah kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan agama kita. Allah Ta’ala berfirman: “Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqoroh: 148) Berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan agama, bukan dalam urusan dunia. Banyak orang yang berdalih dengan ayat ini untuk menyibukkan diri mereka dengan melulu urusan dunia, sehingga untuk belajar tentang makna syahadat saja mereka sudah tidak lagi memiliki waktu sama sekali. Wal iyadzu billah. Semoga Allah menjaga diri kita agar tidak menjadi orang yang seperti itu. Wujudkanlah Kecintaan Kepada Saudaramu Karena Allah Mari kita bersama mengurai, apa contoh sederhana yang bisa kita lakukan sehari-hari sebagai bukti mencintai sesuatu bagi saudara kita yang juga kita cintai bagi diri kita… Mengucapkan Salam dan Menjawab Salam Ketika Bertemu “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Tidak maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai: Sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

Berjuang dengan spirit cinta sejati

ini liriknya: tersenyum tetaplah tersenyum tepiskan gundah gelisah hati semua yang dan telah terjadi biar pergi tetaplah tatap harimu dengan asa cinta dan citamu ijinkan semua menjadi indah pada waktunya nanti ingatlah Tuhan telah berfirman ‘Aku bagaikan yang kau sangkakan’ maka yakinlah harapan pasti datang hujan kan reda kemarau tiba hadir pelangi warnai bumi cinta dan cita akan hiasi hari harimu nanti bukankah Dia telah berjanji tiada doa yang tak terijabahi memohonlah dengan sepenuh hati istajib yaa Robbi Sambil dengerin musik, tak ada salahnya sambil baca-baca untuk menambah wawasan nusantara… smoga bermakna :) berjuang dengan spirit cinta sejati Menuju kekuatan cinta Hidup merupakan sebuah perjuangan jika dihadapkan pada sebuah cita-cita yang hendak diwujudkan, sebuah cita-cita yang begitu menghasrat dalam jiwa yang jika tercapai muncul perasaaan bahagia tiada terkira. Harapan dari perjuangan itu sendiri adalah perubahan dari keadaan kehidupan menuju keadaan yang lebih baik dan sempurna. Di dalam perjuangan untuk mengharapkan adanya perubahan, apapun perubahan itu, memang banyak hal yang harus dilalui, berbagai aral dan rintangan datang menghadang. Terkadang bahkan pada awalnya kita berpikir bahwa jalan yang harus kita tempuh untuk mencapai perubahan yang diinginkan adalah jalan yang tidak wajar, mengingat sepertinya perubahan yang kita harapkan adalah hal yang sulit dan begitu mengangkasa untuk digapai. Ada sebuah key, sebuah kata kunci, agar kita tidak pernah berhenti untuk berjuang. Apakah itu … kunci itu adalah adalah kita memiliki kekuatan cinta di dalam hati kita, cinta terhadap apa yang kita perjuangkan,tak peduli apa yg menjadi cita-cita itu. Jangan pernah untuk memandang rendah arti kekuatan cinta, karena kekuatan cinta adalah suatu hal yang dapat memberikan perubahan. Ada satu point yang harus kita ketahui, kekuatan perubahan itu bermula ketika adanya ketukan di dalam hati kita. Ketika hati Kita tergerak, berarti kita sudah ada kesadaran, dan kesadaran itulah yang akan membuat Kita memiliki kekuatan cinta yang akan membuat satu perubahan. Cinta itu begitu kuat, terkadang menembus batas imajinasi, bahkan lebih kuat dari pada maut. Kekuatan cinta memang luar biasa, namun satu hal juga yang harus diketahui, bahwa perubahan itu terkadang bersifat evolutif, begitu lambat. Hanya saja kekuatan cinta yang murni dan ikhlas memang harus melalui proses pembidikan, bahkan terkadang harus menggunakan senapan sepuluh kali F16 agar tepat pada sasaran menembus jantung hati hingga luka. Namun dengan pembidikan yang tepat, kekuata cinta akan berkobar. Cinta juga butuh pengasahan, terkadang harus menggunakan pisau yang diasah sangat tajam yang mampu membuat sisi-sisi hati menjadi luka. Namun, dengan asahan itulah the power of love yang ada akan teruji. Di dalam sebuah proses jatuh bangun adalah hal yang wajar, dan itulah salah satu ujiannya, sanggupkan. Akan ada kesedihan dan deraian air mata yang tidak sedikit, karena memang ketika kita berada dalam proses tersebut, kita akan merasakan sakit yang teramat dalam, dan bisa jadi terbetik dalam hati bahwa perubahan yang diharapkan ibarat sebuah harapan kosong yang berujung pada menyerah dan berhenti dalam perjuangan. But, remember … jangan sekali-kali proses itu membuat kita letih lalu menyerah dan terus-menerus mengafirmasikan bahwa perubahan yang diharapkan adalah sebuah harapan kosong dan impian di kala tertidur, yakin saja melalui proses pengasahan dan linangan air mata, kekuatan cinta yang yang ikhlas akan menjadi nyata dan menjadi daya yang tak mampu dihentikan oleh tsunami sekalipun, dan dengan kekuatan cinta yang telah ada, Kita sanggup memberikan perubahan yang pasti terhadap keadaan yang memang membutuhkan perubahan. Bukankah segala sesuatu akan menjadi indah pada waktunya. Jadi jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah. Ujian yang datang hadapi dengan kerelaan, dalam pengertian hadapi itu. Perubahan pasti akan terjadi pada waktu yang tepat. Kekuatan cinta akan membius derita perjuangan. Percayalah padaku, kali ini saja :D , percaya apa? Percayalah bahwa sesuatu yang mungkin untuk diwujudkan secara rasional, hal itu mungkin diwujudkan secara faktual, sehingga layak untuk diperjuangkan, tak ada sesuatu yang mustahil jika sesuatu itu bisa dipikirkan. Miliki respect terhadap apa yang anda pikirkan, cintai sebuah gambaran yang dinginkan dan perjuangkan. Cinta pada Allah menumbuhkan Kekuatan yang luar biasa Ingin kutunjukkan padamu bahwa ada satu cinta yang jika Kita memilikinya akan menjadikan Kita orang yang takkan pernah putus asa, sebuah cinta dengan kekuatan yang luar biasa. Ya, ada satu cinta, cinta yang paling kuat dalam kehidupan dunia ini. Saat Kita tidak memiliki cinta ini, sungguh betapa celaka diri kita, indikasi Kita sudah menyia-nyiakan hidup Kita. Kenapa?? Karena Inilah sebuah cinta yang paling besar. The great of love, satu cinta yang akan memberikan sebuah kekuatan tak terbatas kecuali maut, sebuah kekuatan yang memotivasi para mujahid di medan perang. Cinta ini mampu membius seseorang dari rasa takut mati, rasa takut apapun itu, juga dari rasa sakit, putus asa, sebuah cinta yang tidak akan pernah membawa apapun selain kemenangan, tidak takut apa pun, demi sebuah cinta. Cinta apakah itu? Cinta ini tidak lain dan tidak bukan adalah cinta kepada Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah:165) Banyak sudah kisah yang teriwayatkan betapa kecintaan pada Allah telah menumbuhkan semangat perjuangan yang hampir-hampir menembus batas imajinasi, dia benar-benar nyata. Satu contoh saja pada awal tahun kedelapan hijriah Rasulullah saw. menyiapkan pasukan tentara untuk memerangi tentara Rum di Muktah. Beliau mengangkat Zaid bin Haritsah menjadi komandan pasukan. Rasululalh saw. bersabda, “Jika Zaid tewas atau cidera, komandan digantikan Ja’far bin Abi Thalib. Sekitainya Ja’far tewas atau cidera pula, dia digantikan Abdullah bin Rawahah. Dan, apabila Abdullah bin Rawahah cidera atau gugur pula, hendaklah kaum muslmin memilih pemimpin/komandan di antara mereka. ” Setelah pasukan sampai di Muktah, yaitu sebuah kota dekat Syam dalam wilayah Yordan, mereka mendapati tentara Rum telah siap menyambut kedatangan mereka dengan kekuatan 100.000 pasukan inti yang terlatih, berpengalaman, dan membawa persenjataan lengkap. Pasukan mereka juga terdiri dari 100 ribu milisi Nasrani Arab dari kabilah-kabilah Lakham, Judzam, Qudha’ah, dan lain-lain. Sementara, tentara kaum muslimin yang dipimpin Zaid bin Haritsah hanya berkekuatan 3000 tentara. Kita bisa bayangkan 100.000 degan perlengkapan perang lengkap dan pasukan terlatih berbanding 3.000 pasukan dengan bekal iman pada Allah dan Rasulnya. Apakah mereka lari? Tidak … Begitu kedua pasukan yang tidak seimbang itu berhadap-hadapanan, pertempuran segera berkobar dengan hebatnya. Zaid bin Haritsah gugur sebagai syuhada ketika dia dan tentaranya sedang maju menyerbu ke tengah-tengah musuh. Melihat Zaid jatuh, Ja’far segera melompat dari punggung kudanya yang kemerah-merahan, lalu dipukulnya kaki kuda itu dengan pedang, agar tidak dapat dimanfaatkan musuh selama-lamanya. Kemudian secepat kilat disambarnya bendera komando Rasulullah dari tangan Zaid, lalu diacungkan tinggi-tinggi sebagai tkita pimpinan kini beralih kepadanya. Dia maju ke tengah-tengah barisan musuh sambil mengibaskan pedang kiri dan kanan memukul rubuh setiap musuh yang mendekat kepadanya. Akhirnya musuh dapat mengepung dan mengeroyoknya. Sementara dia bersenandung menyanyikan sajak nan indah. Wahai … surga nan nikmat sudah mendekat Minuman segar, tercium harum Tetapi engkau Rum … Rum… Menghampiri siksa Di malam gelap gulita, jauh dari keluarga Tugasku … menggempurmu …. Ja’far berputar-putar mengayunkan pedang di tengah-tengah musuh yang mengepungnya. Dia mengamuk menyerang musuh ke kanan dan kiri dengan hebat. Suatu ketika tangan kanannya terkena sabetan musuh sehingga buntung. Maka dipegannya bendera komando dengan tangan kirinya. Tangan kirinya putus pula terkena sabetan pedang musuh. Dia tidak gentar dan putus asa. Dipeluknya bendera komando ke dadanya dengan kedua lengan yang masih utuh. Tetapi, tidak berapa lama kemudian, kedua lengannya tinggal sepertiga saja dibuntung musuh. Secepat kilat Abdullah bin Rawahah merebut bendera komando dari komando Ja’far bin Abi Thalib. Pimpinan kini berada di tangan Abdullah bin Rawahah, sehingga akhirnya dia gugur pula sebagai syuhada’, menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid lebih dahulu menemui Dzat yang dicintainya dan atas anugerah surga yang telah dijajikanya. Cinta pada Allah sebagai refleksi iman seorang hamba padaNya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ الْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ. (رواه الترمذي). “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR.At Tirmidzi) Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda: مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ اْلإِيْمَانَ. (رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن). “Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan). Jika ada zat di dunia ini yang harus di cintai, yang harus di kagumi, yang harus dipuja dan dipuji maka dia adalah Allah, zat yang telah menciptakan langit dan bumi beserta apa yang ada di antara keduanya. Bukankah ketika seseorang mencintai kecantikan atau ketampanan orang lain, bukankah wujud itu Allah jua yang menciptakan, bukankah ketika seseorang mecintai rumah, sawah ladang dengan aneka buah-buahan Allah juga yang telah menciptakanNya. Bukankah segala yang ada dalam kehidupan ini karena diadakan oleh Allah. Oleh karenanya sudah sepantasnya jika kecintaan pada Allah harus menempati posisi paling tinggi jika harus dibandingkan dengan kecintaan terhadap apa-apa yang telah diwujudkan oleh Allah, yang mengundang hasrat cinta dalam diri manusia. Inilah kecerdasan mencintai (LOVING INTELEGENT) yang sudah seharusnya dimiliki oleh seluruh manusia yang meyakini bahwa segala yang ada berawal dari ketiadaan lalu Allah menjadikannya ada. Oleh karena itulah Allah membuat ancaman: “Katakanlah jika babak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri isteri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuwatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai; itu lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya, dan daripada berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya” (QS. At taubah, 24). Menumbuhkan cinta pada Allah cinta senantiasa berkaitan dengan amal. Dan amal sangat tergantung pada keikhlasan hati, disanalah cinta Allah berlabuh. Itu karena Cinta Allah merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecintaan yang terpuji, bukan kecintaan yang tercela yang menjerumuskan kepada cinta selain Allah. Agar kecintaan seorang hamba pada Allah senantiasa bersemi, cinta itu harus senantiasa dipupuk, karena banyak hal yang dapat menyeret seorang hamba mencintai makhluk melebihi kecintaannya pada Allah. Di bawah ini merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk pendekatan pada Allah agar cinta tumbuh dan berkembang sekaligus bersemi, hingga membuahkan kekuatan cinta karena Allah. 1. Membaca al-Qur’an dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar. Itu tidaklain adalah renungan seorang hamba Allah yang hafal danmampu menjelaskan al-Qur’an agar dipahami maksudnya sesuai dengan kehendak Allah swt. Al-Qur’an merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak bisa ditandingi dengan kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan “Membaca Al-Qur’an merupakan kemuliaan, dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas mahluk lainnya. Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan semacam itu, malah mereka selalu berusaha mendengarkannya dari manusia”. 2. Taqarub kepada Allah swt, melalui ibadah-ibadah sunnah setalah melakukan ibadah-ibadah fardlu. Orang yang menunaikan ibadah-ibadah fardlu dengan sempurna mereka itu adalah yang mencintai Allah. Sementara orang yang menunaikannya kemudian menambahnya dengan ibadah-ibadah sunnah, mereka itu adalah orang yang dicintai Allah. Ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah, diantaranya adalah: shalat-shalat sunnah, puasa-puasa sunnah,sedekah sunnah dan amalan-amalan sunnah dalam Haji dan Umrah. 3. Melanggengkan dzikir kepada Allah dalam segala tingkah laku, melaui lisan, kalbu, amal dan perilaku. Kadsar kecintaan seseorang terhadap Allah tergantung kepada kadar dzikirnya kepadaNya. Dzikir kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan orang yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah aza wajalla berfirman :”Aku bersama hambaKu,s elama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepadaKu”. 4. Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri. Memprioritaskan cinta kepada Allah di atas cinta kepada diri sendiri, meskipun dibayang-bayangi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak lebih mencintai diri sendiri. Artinya ia rela mencintai Allah meskipun beresiko tidak dicintai oleh mahluk. Inilah derajat para Nabi, diatas itu derajat para Rasul dan diatasnya lagi derajat para rasulul Ulul Azmi, lalu yang paling tinggi adalah derajat Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab beliau mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya kepada Allah. 5. Kontinuitas musyahadah (menyaksikan) dan ma’rifat (mengenal) Allah s.w.t. Penglihatan kalbunya terarah kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Kesadaran dan penglihatan kalbunya berkelana di taman ma’rifatullah (pengenalan Allah yang paling tinggi). Barang siapa ma’rifat kepada asma-asma Allah, sifat-sifat dan af’al-af’al Allah dengan penyaksian dan kesadaran yang mendalam, niscaya akan dicintai Allah. 6. Menghayati kebaikan, kebesaran dan nikmat Allah lahir dan batin akan mengantarkan kepada cinta hakiki kepadaNya. Tidak ada pemberi nikmat dan kebaikan yang hakiki selain Allah. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allah s.w.t. Sudah menjadi sifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua nikmat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allah secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya. 7. Ketertundukan hati secara total di hadapan Allah, inilah yang disebut dengan khusyu’. Hati yang khusyu’ tidak hanya dalam melakukan sholat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini, akan mengantarkan kepada cinta Allah yang hakiki. 8. Menyendiri bersama Allah ketika Dia turun. Kapankan itu? Yaitu saat sepertiga terakhir malam. Di saat itulah Allah s.w.t. turun ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksanakan sholat malam agar mendapatkan cinta Allah. 9. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah, maka iapun akan mendapatkan cinta Allah s.w.t. 10. Menjauhi sebab-sebab yang menghalangi komunikasi kalbu dan Al-Khaliq, Allah subhanahu wataala. Saatnya berjuang dengan spirit cinta kepada Allah Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah:165) Kecintaaan pada Allah menumbuhkan cinta terhadap apa yang dicintainya dan menumbuhkan kebencian terhadap apa yang dibenci oleh Allah. Oleh karena itu meskipun seseorang memiliki saudara yang dia cintai, tetapi saudaranya itu mendurhakati Allah, memusuhi dan menentang Allah, rasa cinta yang secara fitroh ada dalam diri manusia terhadap keluarganyapun akan berubah menjadi kebencian. Inilah kekuatan cinta. “Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.” (Al-Mujadalah: 22) demikian juga ketika kita menghasratkan sesuatu yang begitu kita ingin namun hal itu tidak diridloi oleh Allah, maka kekuatan cinta akan mengalihkan perasaan itu, dan kita akan mengurungkan niat untuk mewujudkan apa yagn kita senangi itu. Bukankah boleh jadi kita mencintai sesuatu yang dibenci Allah dan sebaliknya? Inilah sebuah kenyataan tentang cinta bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi. Oleh karena itu hedaklah sebuah cita-cita yang hendak kita wujudkan dalam hidup ini tidak berseberangan terhadap apa apa yang telah diturunkan kepada Allah. Bagaimana mungkin kita ingin menjadikan Allah sebagai spirit dalam perjuangan hidup kita kalau yang kita perjuangkan sendiri tidak dicintai oleh Allah, ironiskan? InsyaAllah jika sudah terbentuk spirit perjuangan yang didasarkan cinta pada Allah, maka tidak ada satu kekuatan yang mampu melumpuhkannya, meskipun terkadang harus terhenti untuk memikirkan strategi yang lebih taktis lagi dalam memperjuangkannya. satu hal lagi, bahwa perjuangan yang dilandasi oleh cinta pada Allah yang memiliki konsekuensi logis menjadikan Islam sebagai landasan perjuangannya, maka hal itu akan bernilai ibadah, siapa hamba yang tidak mau beribadah kepadaNya? inilah yang akan mewujudkan kontinuitas dalam berjuang, yaitu semuanya dilakukan karena cinta pada Allah, untuk kemudliaan dan keagungan namaNya, bukankah diri ini hanyalah bagian dariNya, mengapa harus egois dengan melupakan namaNya saat meraih dan berjuang menggapai angan dan cita-cita? terakhir, sebuah petikan “jadikanlah hidup ini menjadi lebih bermakna, dengan menjadikan cinta, untuk Allah semata” artinya: cinta kepada selain Allah hanyalah derivasi dari cinta kepada Allah. So, let’s strugle, work and pray. kata kuncil: kata kata mengharapkan seseorang, gambar sakit hati, gambar orang putus cinta, kata kata benci sama pacar, gambar kata kata putus cinta, arti mimpi putus cinta, kata kata perjuangan cinta, kata kata suka sama seseorang, gambar kata kata islam, kata kata lagi senang, kata kata melupakan seseorang, kata kata cinta pendek, kata-kata semangat untuk orang sakit, ayat untuk sahabat sejati, kata kata dingin,