Selasa, 28 Februari 2012

umumnya dan ahlussunnah

Sesungguhnya segala puji (hanyalah) bagi Allah, Kami memujiNya, kami memohon pertolongan kepadaNya, dan kami memohon ampunan (hanyalah) kepadaNya. kami pun berlindung dari keburukan diri-diri kami dan kejelekan amal-amal kami.
Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tiada yang dapat menberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah -yang berhak disembah- kecuali Allah saja, Yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan (sekaligus) utusanNya. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada beliau dan keluarganya.
Allah berfirman (yang artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam.” [Ali Imraan : 102]
“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dair diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan ) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharaah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” [An-Nisaa' : 1]
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al-Ahzab
Menurut  muh mughis , seorang ahli sejarah asal Belanda, Islam hadir di Asia Tenggara melalui tiga cara: Pertama, melalui dakwah oleh para pedagang Muslim dalam alur perdagangan yang damai; kedua, melalui dakwah para dai dan orang-orang suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir; dan ketiga, melalui kekuasan atau peperangan dengan negara-negara penyembah berhala.
Dari catatan-catatan yang ada menunjukkan bahwa kedatangan Islam di tanah Papua, sesungguhnya sudah sangat lama. Islam datang ke sana melalui jalur-jalur perdagangan sebagaimana di kawasan lain di nusantara.

Sayangnya hingga saat ini belum ditentukan secara persis kapan hal itu terjadi. Sejumlah seminar yang pernah digelar seperti di Aceh pada tahun 1994, termasuk yang dilangsungkan di ibukota provinsi Kabupaten Fakfak dan di Jayapura pada tahun 1997, belum menemukan kesepakatan itu. Namun yang pasti, jauh sebelum para misionaris menginjakkan kakinya di kawasan ini, berdasarkan data otentik yang diketemukan saat ini menunjukkan bahwa muballigh-muballigh Islam telah lebih dahulu berada di sana.

Aktivitas dakwah Islam di Papua merupakan bagian dari rangkaian panjang syiar Islam di Nusantara. Menurut kesimpulan yang ditarik di dalam sebuah seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia, Medan 1963, Islam masuk ke Indonesia sudah sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Di mana daerah pertama yang didatangi oleh Islam adalah pesisir Utara Sumatera, dan setelah berkembangnya para pemeluk Islam, maka kerajaan Islam yang pertama di Indonesia ialah Kerajaaan Perlak, tahun 840.

Perkembangan agama Islam bertambah pesar pada masa Kerajaan Samudera Pasai, sehingga menjadi pusat kajian Agama Islam di Asia Tenggara. Saat itu dalam pengembangan pendidikan Islam mendapatkan dukungan dari pimpinan kerajaan, sultan, uleebalang, panglima sagi dan lain-lain. Setelah kerajaan Perlak, berturut-turut muncul Kerajaan Islam Samudera Pasai (1042), Kerajaan Islam Aceh (1025), Kerajaan Islam Benua Tamiah (1184), Kerajaan Islam Darussalam(1511).

Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa sebelum tahun 1416 Islam sudah masuk di Pulau Jawa. Penyiaran Islam pertama di tanah jawa dilakukan oleh Wali Songo (Wali Sembilan). Yang terkenal sebagai orang yang mula-mula memasukkan Islam ke Jawa ialah Maulana Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419. Ketika Portugis mendaratkan kakinya di pelabuhan Sunda Kelapa tahun 1526, Islam sudah berpengaruh di sini yang dipimpin oleh Falatehan. Putera Falatehan, Hasanuddin, pada tahun 1552 oleh ayahnya diserahi memimpin banten. Di bawah pemerintahannya agama Islam terus berkembang. Dari Banten menjalar ke Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Juga di pula Madura agama Islam berkembang.

Pada pertengahan abad ke-16 penduduk Minangkabau memeluk Islam begitu juga di Gayo Sumatera Utara. Ketika Sultan Malaka terakhir diusir oleh Portugis, ia menetap di Pulau Bintan, yang kala itu sudah menjadi negeri Islam (1511).

Pada tahun 1514, sebagian penduduk Brunai di Kalimantan sudah memeluk agama Islam. Bahkan pada tahun 1541, raja Brunai sendiri masuk Islam. Di Kalimantan Barat, Sambar, yang menjadi bawahan negeri johor, penduduknya sudah masuk Islam pada pertengahan abad ke-16. Di bagian selatan Kalimantan yang tadinya merupakan wilayah kekuasaan Kejaraan Majapahit, setelah Majapahit ditaklukan oleh Kerajaan Islam Demak. Masuknya Islam di Banjarmasin sekitar tahun 1550, dan pada tahun 1620 di Kotawaringin telah terdapat seorang raja yang memeluk agama Islam.

Pada tahun 1600 Kerajaan Pasir dan Kutai telah menjadi daerah Islam. Seabad kemudian menyusul Kerajaan Berau dan Bulungan. Di Sulawesi raja Goa tahun 1603 masuk Islam. Selanjutnya raja Goa mengislamkan daerah-daerah di sekitarnya seperti Bone [1606], Soppeng [1609], Bima (1626), Sumbawa (1626) juga Luwu, Palopo, mandar, Majene menjadi daerah Islam.

Di wilayah Sulawesi Utara mulai dari Mandar sampai Manado pada pertengahan abad ke -16 menjadi bawahan Kerajaan Ternate yang rajanya adalah seorang Muslim. Atas ajakan raja Ternate, raja Bolaang Mongondow memeluk Islam. Terus ke timur di kepulauan Maluku pada mula abad ke-16 telah memiliki kerajaan Islam yakni Kerajaan Bacan. Muballigh dari kerajaan Ini terus mendakwahkan Islam ke kawasan tetangganya di Papua melalui jalur perdagangan.

mantan pendeta masuk islam dr muh yahya waloni part2

Senin, 27 Februari 2012

Mendudukkan Akal pada Tempatnya


Akal Tidak Bisa Berdiri Sendiri
Walaupun akal bisa digunakan untuk merenungi dan memahami Al Qur’an, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Bahkan akal sangat membutuhkan dalil syar’i (Al Qur’an dan Hadits) sebagai penerang jalan. Akal itu ibarat mata. Mata memang memiliki potensi untuk melihat suatu benda. Namun tanpa adanya cahaya, mata tidak dapat melihat apa-apa. Apabila ada cahaya, barulah mata bisa melihat benda dengan jelas.
Jadi itulah akal. Akal barulah bisa berfungsi jika ada cahaya Al Qur’an dan As Sunnah atau dalil syar’i. Jika tidak ada cahaya wahyu, akal sangatlah mustahil melihat dan mengetahui sesuatu.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
“Bahkan akal adalah syarat untuk mengilmui sesuatu dan untuk beramal dengan baik dan sempurna. Akal pun akan menyempurnakan ilmu dan amal. Akan tetapi, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Akal bisa berfungsi jika dia memiliki instink dan kekuatan sebagaimana penglihatan mata bisa berfungsi jika ada cahaya. Apabila akal mendapati cahaya iman dan Al Qur’an barulah akal akan seperti mata yang mendapatkan cahaya mentari. Jika bersendirian tanpa cahaya, akal tidak akan bisa melihat atau mengetahui sesuatu.” (Majmu’ Al Fatawa, 3/338-339)
Intinya, akal bisa berjalan dan berfungsi jika ditunjuki oleh dalil syar’i yaitu dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Tanpa cahaya ini, akal tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Ketika Akal dan Dalil Syar’i Bertentangan
Jika kita sudah mengetahui bahwa akal tidaklah bisa berfungsi kecuali dengan adanya penerang dari Al Qur’an dan As Sunnah, maka tentu saja akal yang benar tidaklah mungkin bertentangan dengan dalil syar’i. Jika bertentangan, maka akal yang patut ditanyakan dan dalil syar’i lah yang patut dimenangkan. Kami dapat memberikan deskripsi tentang akal dan dalil syar’i sebagai berikut.
Ada orang awam ingin bertanya suatu hal pada seorang ulama. Akhirnya dia dibantu oleh Ahmad. Ahmad pun menunjukkan orang awam tadi pada ulama tersebut. Dalam suatu masalah, Ahmad menyelisihi pendapat ulama tadi. Lalu Ahmad mengatakan pada orang awam tadi, “Aku yang telah menunjuki engkau pada ulama tersebut, seharusnya engkau mengambil pendapatku bukan pendapat ulama tadi.” Tentu saja orang awam tadi akan mengatakan, “Engkau memang yang telah menunjukiku pada ulama tadi. Engkau menyuruhku untuk mengikuti ulama tadi, namun bukan untuk mengikuti pendapatmu. Jika aku mengikuti petunjukmu bahwa ulama tadi adalah tempat untuk bertanya, hal ini bukan berarti aku harus mencocokimu dalam setiap yang engkau katakan. Jika engkau keliru dan menyelisihi ulama tadi padahal dia lebih berilmu darimu, maka kekeliruanmu pada saat ini tidaklah membuat cacat tentang keilmuanmu bahwa dia adalah ulama.”
Ini adalah permisalan dengan seorang ulama yang mungkin saja salah. Lalu bagaimanakah jika pada posisi ulama tersebut adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak mungkin keliru dalam penyampaian berita dari Allah?
Dari deskripsi ini, akal dimisalkan dengan si Ahmad yang jadi petunjuk kepada ulama tadi. Sedangkan ulama tersebut adalah permisalan dari dalil syar’i. Inilah sikap yang harus kita miliki tatkala kita menemukan bahwa akal ternyata bertentangan dengan dalil syar’i. Sikap yang benar ketika itu adalah seseorang mendahulukan dalil syar’i daripada logika. Sebagaimana kita mendahulukan ulama tadi dari si Ahmad sebagai petunjuk jalan. Jika dalil syar’i bertentangan dengan akal, maka dalil lah yang harus didahulukan. Namun hal ini tidak membuat akal itu cacat karena dia telah menunjuki kepada dalil syar’i.
Inilah yang diyakini oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu jika akal bertentangan dengan dalil Al Qur’an dan As Sunnah, maka dalil syar’i lebih harus kita dahulukan dari akal.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
“Jika seseorang mengetahui dengan akalnya bahwa ini adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian ada berita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun ternyata berita tersebut menyelisihi akal. Pada saat ini, akal harus pasrah dan patuh. Akal harus menyelesaikan perselisihan ini dengan menyerahkan pada orang yang lebih tahu darinya yaitu dari berita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada saat ini, akal tidaklah boleh mendahulukan hasil pemikirannya dari berita Rasul. Karena sebagaimana diketahui bahwa akal manusia itu memiliki kekurangan dibandingan dengan berita Rasul. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu saja lebih mengerti mengenai Allah Ta’ala, nama dan sifat-sifat-Nya, serta lebih mengetahui tentang berita hari akhir daripada akal.” (Dar-ut Ta’arudh, 1/80)
Akal Tidak Mungkin Bertentangan dengan Dalil Al Qur’an dan As Sunnah

Minggu, 26 Februari 2012

Syariat yang Bersih dan Sehat

 
Dan di dalam diri binatang-binatang ternak ada pelajaran buat kalian, kami beri minum kalian dari perut-perut binatang ternak itu, di antara tahi dan darah, susu yang mudah dikonsumsi bagi peminumnya.” (QS Al-An’am 66) .

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, selepas Nabi Muhammad saw memimpin shalat khusus yang dimakmumi para Nabi dan Rasul sebelumnya, Jibril menyodorkan dua gelas minuman, satu berisi susu dan yang lain berisi khamer (minuman keras). Rasulullah memilih segelas susu. Jibril berkomentar, “Anda mendapatkan petunjuk kepada fitrah, demikian pula umatmu, wahai Muhammad.”

Pernyataan Jibril ini mengisyaratkan bahwa syariah yang dibawa oleh Muhammad saw adalah dilambangkan dengan susu. Susu adalah minuman sehat bergizi tinggi yang sering kita kenal dalam program empat sehat lima sempurna. Susu adalah penyempurna. Susu adalah zat penyempurna bagi pertumbuhan hidup manusia. Individu maupun masyarakat yang memiliki tradisi minum susu akan tumbuh sehat secara fisik. Dalam konteks kesehatan masyarakat, baik fisik maupun mental, pelambangan syariah sebagai susu yang dikontrakan dengan minuman keras tentu memiliki makna yang dalam. Betapa penting arti susu bagi kesehatan individu dan masyarakat, sampai-sampai Allah SWT mengungkapkannya dalam ayat di atas, agar kita bisa mengambil pelajaran darinya.

Imam Az Zamakhsyari dalam tafsirnya Al Kassyaf Juz 2/615 mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan pelajaran karena Allah SWT menciptakan susu di antara tahi dan darah yang ternyata tidak membuatnya terkontaminasi oleh kedua zat tersebut, baik warna, bau, maupun kandungan zatnya. Betapa agung kekuasaan Allah SWT dan betapa lembut hikmahnya bagi orang yang memperhatikan dan memikirkannya.

Syariat Islam diturunkan Allah SWT kepada bangsa Arab jahiliyah. Mereka hidup di antara syariat Ibrahim yang telah terkontaminasi dengan berbagai tradisi rusak jahiliyah menyertai penyembahan berhala serta tradisi Yahudi dan Nasrani yang telah jauh menyimpang dari ajaran Nabi Musa maupun Isa. Kitab Taurat maupun Injil telah terkontaminasi oleh tangan-tangan para rahib dan pendeta-pendeta mereka. Syariat Islam mempertahankan akidah tauhid yang dibawa Musa, Isa, maupun Ibrahim, dan para nabi lainnya, sekaligus menyempurnakan seluruh ajaran dan hukum-hukum yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya.

Syariat Islam adalah ajaran sempurna yang menghidupkan manusia dengan seluruh sifat kemanusiaannya. Penerapan syariah akan mewujudkan tujuan-tujuan luhur bagi pemeliharaan individu maupun masyarakat manusia, khususnya masyarakat Muslim.
 

Seandainya kau ada disini denganku

Seandainya kau ada disini denganku
mungkin 'ku tak sendiri
bayanganmu yg selalu menemaniku
hiasi malam sepiku
kuingin bersama dirimu

Kutak akan pernah berpaling darimu
walau kini kau jauh dariku
'kan slalu kunanti

karena kusayang kamu

Hati ini selalu memanggil namamu
dengarlah melatiku
kuberjanji hanyalah untukmu cintaku
takkan pernah ada yg lain

Adakah rindu di hatimu
seperti rindu yg kurasa
sanggupkah kuterus terlena
tanpamu di sisiku
kukan selalu menantimu.

biarkan aku pergi

 
maafkan aku karena harus pergi dari mu
maafkan aku karena harus meninggalkanmu
tak ada maksudku untuk melakukan semua itu
tak rela pun aku meninggalkanmu seperti tu
semua itu aku lakukan semata-mata hanya untuk membuatmu bahagia
aku rela meninggalkan semua harapan itu hanya untuk melihat orang yang aku sayangi bahagia
tanpa adanya aku, tanpa adanya masa lalu yang selalu mengusikmu
walaupun aku tau,setiap manusia pasti memiliki masa lalu

aku tak ingin menjadi duri dalam hidupmu
aku tak ingin dengan kehadiranku akan ada hati yang kan terluka
aku tak ingin kehadiranku akan menghancurkan semua mimpi2 mu
aku pergi dari hidupmu dan hidupnya

maafkan aku tak bisa menemanimu lagi
sekali lagi kutegaskan aku pergi bukan karena aku kalah
tapi aku pergi karena aku ingin melihat orang yang aku sayang bahagia
walaupun aku tw itu tak bersamaku

maafkan aku…
aku menangis bukan karena sedih
airmata ini jatuh karena aku melihat kebahagiaanmu
walaupun itu tak bersamaku
ju2r ku akui,,,ada sedikit rasa sakit dalam hati ini
tapi aku akan berusaha tegar dan kuat untuk menghadapinya

selamat tinggal sayang…
selamat tinggal kakak, adik, dan kekasihku…
aku akan pergi dari mu dan dari kalian
maafkan semua salahku saat kita melewati hari bersama
aku harap semoga kalian bahagia selamanya
dan tak akan ada lagi orang yang akan mengalami hal seperti yang aku alami
jangan ada lagi orang-orang yang akan mengalami hal ini
biarkan CINTA tumbuh dalam hati kalian
dan yakinlah, CINTA akan menjadikan semua bahagia dan indah

Selasa, 14 Februari 2012

Ya Allah tempatkanlah dia ditempat yang terbaik di sisi-Mu


Alhamdulillahilladzi arsala rosulahu bil huda wa dinilhaq,
liyudzhirohuu `aladdiniqullihii walau karihal mussyrikuun,
Ashadu ala ilaahaillah waashhaduanna muhammadarrosululloh.
Segala Puji bagi Allah.. yang telah memberikanku segala nikmat..
nikmat iman.. nikmat sehat… nikmat hidup dengan mengemban amanah-Mu

Yaa.. Allah..Yaa Rabb…
yang maha pemberi keringanan di segala beban manusia
Engkau telah memberikan segala ujian dan segala beban
bukan berarti hamba akan lemah… bukan berarti hamba akan menyerah..
dan bukan berarti hamba akan kalah
Hamba yakin di dalam ujian itu pasti Kau di samping hamba…
Hamba percaya di setiap beban yang hamba pikul dengan kekuasaanmu Kau membantunya

Yaa.. Allah..Yaa Rabb…
dengan amanah ini tegakkan langkahku ini..
segala keinginan yang baik harus ada pengorbanan
demi yang terbaik….
fase ini harus kulalui..
takut akan menghalangi dan membatasi diri ini….
bantu hamba ya Rabb….

Yaa.. Allah..Yaa Rabb…
tangisan manjanya pecahkan sunyi kala malam menggantung
seakan menjawab tangis hamba di peraduan malam ini
dikala waktu ku mengadu pada-Mu
tak terasa tetitik air disudut mata ini…
memandang sepasang hati nan suci…
tersenyum terbuai dengan mimpi-mimpi indahnya…
menggeliat saat kukecup keningnya…
inilah saat paling bahagia di setiap malamku…
memandangnya, memeluknya,mengelusnya, mengecupnya, …
sebagai suatu yang dapat meredam perih ini…

Yaa.. Allah..Yaa Rabb…
Alirkan semua rahasia dimalam ini…
mungkin akan memberikan arti semua cinta
abi disini pasti untuk kalian….
berjuang untuk mu adalah kebanggaan buat abi..
hanya balasan tawa dan kebahagian kalian berikan
sangat indah….
senyum dan manjamu …

Yaa.. Allah..Yaa Rabb…
Karunia Allah yang tak terbatas nilainya..
Anugrah yang paling spesial dalam hidup
kan terus kujunjung amanah ini
sampai batas waktu dan umur hidup ini…

Yaa.. Allah..Yaa Rabb…
bantu kami dalam melangkah ini ya Rabb…
kegelisahan yang kau berikan….
berikanlah kami kemudahan-kemudahan dalam hidup hamba
bersamamu adalah kekuatan menghadapi lembaran
lembaran yang telah kau gariskan untuk kami hadapi.
Yaa.. Allah..Yaa Rabb…
berikanlah kebahagiaan untuk buah hati kami..
agar tawa dan canda mereka terus dan terus diberikan kepada hamba
agar hamba terus tawadu’ dan terus bersyukur…

kepadamu ya Rabb….
karena hanya denganMu hati ini akan tenang
karena denganMu kami bisa bertahan
karena disampingMu kami berani melangkah
karena bantuanMu kami tetap terjaga
karena kekuatanMu kami berdiri
karena rejekiMu kami jalani rencanaMu
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,
niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Senin, 30 Januari 2012

Lelah hatiku kasih

kasih taukah kau hati ini menangis
menangis karna luka yg tak pernah kau tau
luka yg teramat dlm yg tak mampu ku ucap
rasa ingin ku berontak dari derita hati ini
agar kau tau betapa sakit jiwa ini…….
kasih , tak pernah kah kau sadari
cinta ini melemah….
kasih ini mulai menipis
sadarkah itu kasih….
disini ku hanya mampu meratapi kisah kita
yg entah sampai kapankan bertahan
sampai kapan kau kan mengerti luka ini
sakit ini, dan kecewa ku ini…..atas smua sikap mu
pernahkah kau memikirkan hati ku saat kau bersamanya
pernahkah terbesit dlm otak mu saat kau berdua dengannya
aku tak mampu lagi tuk ungkap smua yg tak pernah kau mengerti
hati ini, perasaan ini, coba tuk slalu bersabar….
namun, kau tetap tak pernah menyadari
lelah…..lelah hati ini…sungguh lelah kasih…..

Andai Kamu Ijinkan

Memandang muram wajahmu,
Aku lihat airmata basahi pipimu,
Matamu memerah,
Tak kuasa aku melihatmu dalam kesedihan,
Hati ini menangis untuk kamu,
Ribuan cara aku pikirkan,
Untuk menghibur kamu,
Untuk membuat kamu tersenyum,
Apalah daya aku,
Kau menutup dirimu,
Tak kau ijinkan aku menemanimu,
Pedih perih hati ini atas sikap kamu,
Aku relakan semua jika itu terbaik untuk kamu,
Dengarlah hati ini,
Yang tulus menyayangi kamu,
Andai kamu ijinkan,
Menemani kamu adalah inginku,
Membuat kamu tersenyum adalah harapanku,
Membahagiakan kamu adalah doaku,
Andai kamu ijinkan,
Hidup aku untuk warnai hidup kamu,
Andai kamu ijinkan,
Aku akan menemani dan menjaga kamu setiap waktu,
Andai kamu ijinkan,
Aku akan menyayangi kamu setiap nafasku,
Semoga kamu mengerti,
Betapa tulus diri dan hati ini menyayangi kamu,

Isyarat Matamu

Haruskah aku bertanya kepadamu…?
Pancaran matamu isyaratkan keraguan
tentang kembang dalam genggaman tanganku
dan seberkas asa yang kau titipkan di bahuku

haruskah aku bertanya kepada padang ilalang
yang dulu tersenyum kala kita memadu asmara
ataukah pada sepasang burung pada tebing tebing gunung…tentang makna kasih sayang

Raut wajahmu bagai pancaran bulan sabit…
Yang memendam sejuta gejolak keraguan
apakah hanya kasih yang semakin dalam
apakah hanya karena hilang pendirian…

Rambutmu kusut bagai awan hitam berpencaran
hatimu remuk redam menggulung keindahan
sedangkan rona wajahmu selalu kurindukan
kini rupanya engkau berselisih faham

cobalah berikan aku satu senyum saja…
Akan sirnalah gejolak rasa yang menggelegar
akan musnalah kesengsaraan di hatimu
dan sirnalah kemelut resah melayang bersama awan..

cobalah berikan aku satu pandangan saja..
Engkau akan pelajari tentang makna kehidupan
yang menjadi jalan menempuh rentangan angan
untuk masa yang akan kita perjuangkan…

Aku dan hadirmu di dalam hidupku
tak akan pernah menjadi sebongkah batu
tak seperti gunung gunung dan lautan biru
yang selaras dengan nyanyian nyanyian alam

aku dan hadirmu di kepingan dadaku
akan terus menjadi sepasang insan di bumi ini
menjelajahi ribuan hari bergumul dalam buaian rindu…dan ketulusan rasa hati yang terdalam.

Minggu, 29 Januari 2012

Sedih Tak Berujung

Saat menjelang hari-hari bahagiamu
Aku memilih tuk diam dalam sepiku
Saat mereka tertawa di atas pedihku
Engkau cintaku yang telah pergi tinggalkanku

Aku tak peduli, sungguh tak peduli
Inilah jalan hidupku

Chorus:
Kini aku kau genggam hatiku
Simpan di dalam lubuk hatimu
Tak tersisa untuk diriku
Habis semua rasa di dada

Selamat tinggal kisah tak berujung
Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku
Akan menjadi kisah sedih yang tak berujung

Chorus:
Kini aku kau genggam hatiku
Simpan di dalam lubuk hatimu
Tak tersisa untuk diriku
Habis semua rasa di dada

Rabu, 25 Januari 2012

Kategori: Buku

Kategori:
Buku
Jenis
Agama & Kepercayaan


Penulis:
 MUH MUGHIS AYOMI


Ada 7 bab dalam pembahasan ini. Yang terus terang, ini adalah sebenar-benarnya buku yang pernah kubaca dan mampu ”menelanjangi” konsep keimanan kristen. Bukan dengan membenturkannya dengan Islam, tapi membenturkannya dengan ayat-ayat kitab sucinya sendiri (bibel). Aneh, begitu banyak kontradiksi dalam kitab suci Injil ini (atau setidaknya, kitab suci yang orang-orang ”anggap” sebagai injil). Ada yang bilang, ini bukan injil. Injil yang asli bukan seperti ini. Tapi pada faktanya, kitab ini tetap dikenal sebagai injil. Meskipun, seperti yang kubilang tadi banyak pertentangan, keanehan, ketidaklogisan dari kitab ini.
Konsep ketuhanan Kristen

”Benarkah Kristen ini adalah kelanjutan dari agama Yahudi?” Kalau ditilik dari sejarah peristiwa pen-Tuhan-an Yesus, maka pikiran kita pasti akan kembali pada peristiwa penyaliban yang dilakukan oleh Romawi kala itu. Ketika muncul pertanyaan itu, jawabnya harusnya sederhana, ya .. atau tidak.

Jika Iya, bukankah seharusnya orang Arab dan Bani Israel memeluk Kristen? Peristiwa tentang penyaliban Yesus ini terjadi di daerah Timur Tengah. Bahkan dijelaskan di dalam alkitab, peristiwa penyaliban tersebut sangatlah menggetarkan hati siapa saja yang melihat dan merasakannya. Dalam alkitab dikatakan bahwa ketika Yesus disalib maka tanah terbelah, gempa bumi, dan orang-orang mati bangkit (Lukas 23 : 44-49).

Logikanya sederhana, sekeras hati siapapun ketika sudah melihat dan merasakan peristiwa ini pasti akan beriman. Peristiwa ini terjadi di Yerusalem di negeri Yahudi. Jadi, seharusnya imannya orang Yahudi dan orang Kristen dewasa ini pasti akan sama. Namun pada faktanya, Kristen menuhankan Yesus dan Yahudi meng-Allahkan Yahwe, bukan Yesus.

Jika memang benar kata alkitab, bahwa dunia dan seisinya diciptakan oleh Tuhan hanya dengar firman-Nya, apakah kemudian Tuhan kehilangan kekuatannya sehingga untuk menyelamatkan manusia saja Dia harus turun ke bumi, disalib, dan mati terlebih dahulu untuk menyelamatkan manusia?

Inti dari ajaran Kristen adalah ”penyelamatan” yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada umat manusia. Sehingga premis
”Yesus mati dahulu, barulah tiba penyelamatan kepada semua manusia” adalah harga mati bagi keimanan Kristen (Korintus 5:15, Roma 10:9, dsb; lihat Hal 34). Jika peristiwa penyaliban Yesus sebagai akar keimanan Kristen terbantahkan, maka gugurlah batang dan daun keimanan Kristen dan agama Kristen dewasa ini.

Inti dari keimanan Kristen adalah ”percaya saja!” maka akan selamat. Yesus adalah juru selamat bagi dunia (Yohanes 3:16, Yohanes 14:6, Markus 16:16, dsb). Yang terjadi adalah dogmatika atas nama Agama. Logika tertutup dan akal-budi manusia ditekan. Karena, begitu mudahnya menemukan kontradiksi antara satu ayat dengan ayat injil lainnya jika dogma telah terdobrak dan logika terbuka.

Jika ditilik lebih dalam, ayat-ayat tentang pen-Tuhan-an Yesus dan seputar penyaliban Yesus ini berasal dari Paulus (yang dianggap sebagai Rasul Kristen). Bahkan 99% ayat tentang pen-Tuhan-an Yesus berasal dari Paulus. Siapakah Paulus?
Siapakah Paulus?

Boleh dibilang Paulus adalah tokoh paling terkenal dalam dunia Kristen. Bahkan konon Michael Hart, pengarang buku 100 orang paling berpengaruh di dunia, cukup ragu-ragu untuk meletakkan Paulus di bawah Yesus, mengingat begitu berpengaruhnya ajaran Paulus dibanding Yesus. Aneh bukan?

Semua orang penganut Kristen pasti mengenal Paulus. Karena dalam ajaran Kristen, Paulus adalah rasul yang cerdas, pintar, sabar, dan tegas. Yang entah bagaimana, tiba-tiba dia berubah menjadi seorang yang baik hati setelah sebelumnya dia dikenal sebagai pembunuh dan penjahat. Injil mengatakan bahwa Paulus awalnya adalah penganut Taurat yang fanatik.
”Tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam menaati hukum Taurat aku tidak bercacat” (FILIPI 3 : 6). Namun di samping itu, sejak muda Paulus sangat mengagumi budaya Yunani (helenisme) terutama pelajaran filsafatnya. Sehingga dalam dirinya muncul dua pengaruh yang sangat kuat ini, penganut taurat dan pengaruh filsafat helenisme.

Paulus sediri bukan orang Yerusalem dan bukan orang Nazareth, sehingga hal ini membuktikan bahwa sejak muda Paulus tidak pernah berhubungan secara langsung dengan Isa A.S. Dia bukanlah murid nabi ’Isa dan bukan pula pengikutnya baik di Yerusalem dan di Nazareth.

Dengan demikian, wajar jika terjadi perbedaan yang sangat kontradiktif antara ajaran Paulus dan ’Isa AS. Salah satunya tentang
dosa warisan. ’Isa tidak pernah membicarakan sama sekali tentang dosa warisan, sebaliknya ini adalah ajaran Paulus. ”Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut. Demikianlan maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semu orang telah berdosa” (ROMA 5 : 12). Contoh lain adalah tentang konsep pengampunan. ’Isa mengajarkan pengampunan dari Tuhan bagi orang yang bertobat melalui ucapan, sikap, dan perbuatan. Sedangkan Paulus mengajarkan pengampunan Tuhan atas dosa-dosa manusia semata-mata karena pengorbanan atau penyaliban Yesus Kristus di kayu salib. Dsb.

Jika demikian, jika Paulus tidak pernah menjadi murid Yesus, jika predikat ”Rasul” adalah sesuatu yang tak pantas bagi Paulus, apakah tidak ada satu orang pun yang mempertanyakan? Ternyata tidak. Injil pun memuat peristiwa ini ketika orang-orang Korintus menanyakan perihal ini kepadanya sehingga membuat Paulus semakin terdesak. Dalam Korintus 9 : 1 – 3 dikatakan :
1. ”Bukankah aku Rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku di dalam Tuhan?”
2. ”Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah Rasul, tetapi bagi kamu aku adalah Rasul, sebab hidupmu dalam Tuhan adalah materai dari kerasulanku”
3. ”Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengkritik aku”.

”Bukankah aku Rasul? .... ” dari ayat ini saja kita sudah tahu bahwa Paulus bukanlah seorang Rasul. Jika dia benar-benar Rasul, maka kalimat ini seharusnya tidak boleh terucap dari mulutnya, sebab secara psikologis dan filosofis makna kalimat ini menunjukkan kesombongan sekaligus perasaan khawatir bahwa rahasianya sebagai Rasul palsu akan terbongkar.

Dari 27 kitab perjanjian baru Kristen, 14 kitab di antaranya adalah surat Paulus. Rasul palsu itu. Sementara itu, seluruh kitab dalam perjanjian baru, adalah karangan. Ada karangan Markus, Matius, Lukas, Yohanes, dll.

Jadi, setelah semua penjelasan di atas, menurut kita bagaimana kebenaran kitab Injil sekarang? Tentu tidak logis, dan maksa banget kalau ada yang mengatakan Injil berasal dari Tuhan.
Konsep Trinitas, dari siapa?

Sesungguhnya konsep Trinitas bukanlah konsep yang diajarkan oleh Yesus / ’Isa AS. Konsep ’Isa adalah tauhid (pengesaan). Adapun konsep trinitas ada dan diperkenalkan oleh Paulus. Perdebatan antara pendukung tauhid / unitarianisme dengan pendukung trinitas tidak kunjung henti. Bahkan diwarnai dengan pertumpahan darah pada abad I sampai abad ke IV.

Sehingga sejarah mencatat, pada tahun 325 Masehi, Kaisar Romawi Konstantin mengundang para pendeta dari berbagai penjuru untuk berkumpul di Nicea (Italia) dalam sebuah kongres. Kongres ini bertujuan untuk menentukan ajaran mana yang akan dipegang dan dipertahankan. Apakah tauhid atau trinitas.

Setelah lama bersidang, di antara 2.048 pendeta yang hadir, 318 pendeta sepakat menerima ajaran Paulus (trinitas) dan 1.730 lainnya tetap berpegang pada ajaran Tauhid ’Isa. Dengan demikian, seharusnya tauhid-lah ajaran yang diakui dan dipegang. Namun karena Konstantin sendiri adalah penganut paganisme, maka tak heran, meskipun harus bertentangan dengan keputusan kongres, Konstantin men-dekrit-kan ke seluruh dunia Kristen bahwa trinitas-lah yang harus dipegang. Inilah tragedi dalam kepercayaan Nasrani yang amat menyedihkan. Sejak keputusan itu, tokoh-tokoh Kristen yang masih mempertahankan ajaran unitarian ditangkap, disiksa, dibunuh karena dianggap golongan sesat. Ketika Rasulullah datang dan menyatakan diri sebagai utusan Allah, yang meneruskan misi Nabi Musa dan ’Isa, mereka memeluk Islam secara massal. Di antaranya adalah raja Habasyah/Ethiopia dan rakyatnya.

Dalam masa pasca kongres Nicea itu pula, ditetapkan :
1. Hari kelahiran Dewa Matahari dijadikan hari sabat Kristen, yaitu hari Minggu.
2. Tanggal kelahiran anak Dewa Matahari, 25 Desember, dijadikan hari kelahiran Yesus.
3. Lambang Dewa Matahari, silang cahaya (salib), menjadi lambang Kristen.

Padahal aslinya, tidak ada yang tahu pasti kapan Yesus lahir.

Demikianlah, aqidah Kristen ini dibangun. Atas dasar imajinasi dan doktrin yang terus menerus dihembuskan kepada para pengikutnya. Karena tanpa itu, akan mudah sekali meragukan kebenaran ajaran Kristen lalu keluar dari Kristen, mengingat sejarah lahirnya Kristen yang suram, sesuram masa depannya.

Allah SWT, berfirman :
”Sesungguhnya kamu akan menjumpai orang-orang yang paling memusuhi orang-orang yang beriman, yaitu Yahudi dan orang-orang musyrik (trinitianisme, paganisme, dan serupanya). Dan sesungguhnya kamu akan menjumpai orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman yaitu orang yang berkata : ”Kami adalah orang-orang Nasrani”. Yang demikian itu, disebabkan di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab mereka sendiri) seraya berkata : ”Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad)”.” (Q.S Al-Maidah : 82-83)

Demikian resume sederhana terhadap buku yang luar biasa ini. Masih banyak ilmu yang terkandung dalam buku tersebut jika kita membacanya sendiri dengan penuh perhatian. Semoga buku ini menjadi amal sholeh bagi penulisnya, dan penambah timbangan amal baik bagi penulis dan pembacanya. Semoga dengan ini akan membuka cakrawala berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir tentang kebenaran Islam.